Gladiator07's Blog
Just another WordPress.com weblog

Penyakit Polio


POLIO

MAKALAH

Makalah ini ditujukan untuk memenuhi tugas ilmu faal

Yang dibina oleh Bpk.dr.Moch Yunus, M.Kes.

Disusun oleh:

MOH. FAUZI ROHMAN

UNIVERSITAS NEGERI MALANG

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

JURUSAN ILMU KEOLAHRAGAAN

PENDIDIKAN JASMANI KESEHATAN & REKREASI

MEI 2008

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberi rahmat dan taufiq-Nya sehingga tugas makalah ilmu faai ini dapat terselesaikan dengan baik dan tepat pada waktunya.

Pada kesempatan ini penyusun ingin menyampaikan rasa terima kasih kepada Bpk.dr.Moch Yunus, M.Kes.

yang telah memberikan masukkan materi serta kepercayaan untuk mengerjakan makalah ini. Dalam makalah kali ini akan membahas ilmu faal khususnya pada penyakit polio. Tidak lupa kami ucapkan terima kasih atas bantuan berbagai pihak hingga terselesaikannya makalah ini. Serta kami harapkan kritik serta saran diperlukan agar makalah ini menjadi lebih baik.

Malang, 7 Mei 2008

Penyusun

BAB I

PENDAHULUAN

A.LATAR BELAKANG

Di Indonesia banyak dijumpai penyakit polio terlebih pada anak-anak hal ini disebabkan oleh asupan gizi yang kurang.Disamping asupan gizi juga dapat dipengaruhi oleh faktor keturunan dari orang tua, apalagi dengan kondisi di negeri ini yang masih banyak dijumpai keluarga kurang mampu sehingga kebutuhan gizi anaknya kurang mendapat perhatian.

Peran serta pemerintah disini sangat diharapkan untuk membantu dalam menangi masalah gizi buruk yang masih banyak ditemui khususnya di daerah terpencil atau yang jauh dari fasilitas pemerintah, sehingga sulit terjangkau oleh masyarakat pinggiran.Kalau hal ini tidak mendapat perhatian, maka akan lebih banyak lagi anak-anak Indonesia yang menderita penyakit polio.

B.RUMUSAN MASALAH

1. Apa penyakit polio itu?

2. Apa saja jenis-jenis penyakit polio?

3. Bagaimana siklus penyakit polio?

4. Bagaimana cara penularan sekaligus pencegahan penyakit polio?

C. TUJUAN

1.  Mengetahui tentang penyakit polio.

2.  Mengetahui tentang jenis-jenis penyakit polio.

3.  Mengetahui cara penularan sekaligus pencegahannya.

4.  Mengetahui bagaimana siklus penyakit polio .

BAB II

PEMBAHASAN

Poliomielitis atau polio, adalah penyakit paralisis atau lumpuh yang disebabkan oleh virus. Agen pembawa penyakit ini, sebuah virus yang dinamakan poliovirus (PV), masuk ke tubuh melalui mulut, mengifeksi saluran usus. Virus ini dapat memasuki aliran darah dan mengalir ke sytem syaraf pusat menyebabkan melemahnya otot dan kadang kelumpuhan (paralisis).

Apakah polio itu?

Polia adalah penyakit menular yang dikategorikan sebagai penyakit peradaban. Polio menular melalui kontak antarmanusia. Virus masuk ke dalam tubuh melalui mulut ketika seseorang memakan makanan atau minuman yang terkontaminasi feses. Poliovirus adalah virus RNA kecil yang terdiri atas tiga strain berbeda dan amat menular. Virus akan menyerang sistem saraf dan kelumpuhan dapat terjadi dalam hitungan jam. Polio menyerang tanpa mengenal usia, lima puluh persen kasus terjadi pada anak berusia antara 3 hingga 5 tahun. Masa inkubasi polio dari gejala pertama berkisar dari 3 hingga 35 hari.

Polio dapat menyebar luas diam-diam karena sebagian besar penderita yang terinfeksi poliovirus tidak memiliki gejala sehingga tidak tahu kalau mereka sendiri sedang terjangkit. Setelah seseorang terkena infeksi, virus akan keluar melalui feses selama beberapa minggu dan saat itulah dapat terjadi penularan virus.

Jenis Polio

Polio non-paralisis

Polio non-paralisis menyebabkan demam, muntah, sakit perut, lesu, dan sensitif. Terjadi kram otot pada leher dan punggung, otot terasa lembek jika disentuh.

Polio paralisis spinal

Strain poliovirus ini menyerang saraf tulang belakang, menghancurkan sel tanduk anterior yang mengontrol pergerakan pada batang tubuh dan otot tungkai. Meskipun strain ini dapat menyebabkan kelumpuhan permanen, kurang dari satu penderita dari 200 penderita akan mengalami kelumpuhan. Kelumpuhan paling sering ditemukan terjadi pada kaki. Setelah virus polio menyerang usus, virus ini akan diserap oleh pembulu darah kapiler pada dinding usus dan diangkut seluruh tubuh. Virus Polio menyerang saraf tulang belakang dan syaraf motorik — yang mengontrol gerakan fisik. Pada periode inilah muncul gejala seperti flu. Namun, pada penderita yang tidak memiliki kekebalan atau belum divaksinasi, virus ini biasanya akan menyerang seluruh bagian batang saraf tulang belakang dan batang otak. Infeksi ini akan mempengaruhi sistem saraf pusat — menyebar sepanjang serabut saraf. Seiring dengan berkembang biaknya virus dalam sistem saraf pusat, virus akan menghancurkan syaraf motorik. Syaraf motorik tidak memiliki kemampuan regenerasi dan otot yang berhubungan dengannya tidak akan bereaksi terhadap perintah dari sistem saraf pusat. Kelumpuhan pada kaki menyebabkan tungkai menjadi lemas — kondisi ini disebut acute flaccid paralysis (AFP). Infeksi parah pada sistem saraf pusat dapat menyebabkan kelumpuhan pada batang tubuh dan otot pada toraks (dada) dan abdomen (perut), disebut quadriplegia.

Polio bulbar

Polio jenis ini disebabkan oleh tidak adanya kekebalan alami sehingga batang otak ikut terserang. Batang otak mengandung syaraf motorik yang mengatur pernapasan dan saraf kranial, yang mengirim sinyal ke berbagai syaraf yang mengontrol pergerakan bola mata; saraf trigeminal dan saraf muka yang berhubungan dengan pipi, kelenjar air mata, gusi, dan otot muka; saraf auditori yang mengatur pendengaran; saraf glossofaringeal yang membantu proses menelan dan berbagai fungsi di kerongkongan; pergerakan lidah dan rasa; dan saraf yang mengirim sinyal ke jantung, usus, paru-paru, dan saraf tambahan yang mengatur pergerakan leher.

Tanpa alat bantu pernapasan, polio bulbar dapat menyebabkan kematian. Lima hingga sepuluh persen penderita yang menderita polio bulbar akan meninggal ketika otot pernapasan mereka tidak dapat bekerja. Kematian biasanya terjadi setelah terjadi kerusakan pada saraf kranial yang bertugas mengirim ‘perintah bernapas’ ke paru-paru. Penderita juga dapat meninggal karena kerusakan pada fungsi penelanan; korban dapat ‘tenggelam’ dalam sekresinya sendiri kecuali dilakukan penyedotan atau diberi perlakuan trakeostomi untuk menyedot cairan yang disekresikan sebelum masuk ke dalam paru-paru. Namun trakesotomi juga sulit dilakukan apabila penderita telah menggunakan ‘paru-paru besi’ (iron lung). Alat ini membantu paru-paru yang lemah dengan cara menambah dan mengurangi tekanan udara di dalam tabung. Kalau tekanan udara ditambah, paru-paru akan mengempis, kalau tekanan udara dikurangi, paru-paru akan mengembang. Dengan demikian udara terpompa keluar masuk paru-paru. Infeksi yang jauh lebih parah pada otak dapat menyebabkan koma dan kematian.

Tingkat kematian karena polio bulbar berkisar 25-75% tergantung usia penderita. Hingga saat ini, mereka yang bertahan hidup dari polio jenis ini harus hidup dengan paru-paru besi atau alat bantu pernapasan. Polio bulbar dan spinal sering menyerang bersamaan dan merupakan sub kelas dari polio paralisis. Polio paralisis tidak bersifat permanen. Penderita yang sembuh dapat memiliki fungsi tubuh yang mendekati normal.

Anak-anak dan polio

Anak-anak kecil yang terkena polio seringkali hanya mengalami gejala ringan dan menjadi kebal terhadap polio. Karenanya, penduduk di daerah yang memiliki sanitasi baik justru menjadi lebih rentan terhadap polio karena tidak menderita polio ketika masih kecil. Vaksinasi pada saat balita akan sangat membantu pencegahan polio di masa depan karena polio menjadi lebih berbahaya jika diderita oleh orang dewasa. Orang yang telah menderita polio bukan tidak mungkin akan mengalami gejala tambahan di masa depan seperti layu otot; gejala ini disebut sindrom post-polio.

Vaksin efektif pertama

Vaksin efektif pertama dikembangkan oleh Jonas Salk. Salk menolak untuk mematenkan vaksin ini karena menurutnya vaksin ini milik semua orang seperti halnya sinar matahari. Namun vaksin yang digunakan untuk inokulasi masal adalah vaksin yang dikembangkan oleh Albert Sabin. Inokulasi pencegahan polio anak untuk pertama kalinya diselenggarakan di Pittsburgh, Pennsylvania pada 23 Februari 1954. Polio hilang di Amerika pada tahun 1979.

Usaha pemberantasan polio

Pada tahun 1938, Presiden Roosevelt mendirikan Yayasan Nasional Bagi Kelumpuhan Anak-Anak, yang bertujuan menemukan pencegah polio, dan merawat mereka yang sudah terjangkit. Yayasan itu membentuk March of Dimes. Ibu-ibu melakukan kunjungan dari rumah ke rumah, anak-anak membantu melakukan sesuatu untuk orang lain, bioskop memasang iklan, semuanya bertujuan minta bantuan satu dime, atau sepuluh sen. Dana yang masuk waktu itu digunakan untuk membiayai penelitian Dokter Jonas Salk yang menghasilkan vaksin efektif pertama. Tahun 1952, di Amerika terdapat 58 ribu kasus polio. Tahun 1955 vaksin Salk mulai digunakan. Tahun 1963, setelah puluhan juta anak divaksin, di Amerika hanya ada 396 kasus polio.

Pada tahun 1955, Presiden Dwight Eisenhower mengumumkan bahwa Amerika akan mengajarkan kepada negara-negara lain cara membuat vaksin polio. Informasi ini diberikan secara gratis, kepada 75 negara, termasuk Uni Soviet.

Tahun 1988, Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mensahkan resolusi untuk menghapus polio sebelum tahun 2000. Pada saat itu masih terdapat sekitar 350 ribu kasus polio di seluruh dunia. Meskipun pada tahun 2000, polio belum terbasmi, tetapi jumlah kasusnya telah berkurang hingga di bawah 500. Polio tidak ada lagi di Asia Timur, Amerika Latin, Timur Tengah atau Eropa, tetapi masih terdapat di Nigeria, dan sejumlah kecil di India dan Pakistan. India telah melakukan usaha pemberantasan polio yang cukup sukses. Sedangkan di Nigeria, penyakit ini masih terus berjangkit karena pemerintah yang berkuasa mencurigai vaksin polio yang diberikan dapat mengurangi fertilitas dan menyebarkan HIV. Tahun2004, pemerintah Nigeria meminta WHO untuk melakukan vaksinasi lagi setelah penyakit polio kembali menyebar ke seluruh Nigeria dan 10 negara tetangganya. Konflik internal dan perang saudara di Sudan dan Pantai Gading juga mempersulit pemberian vaksin polio.

Meskipun banyak usaha telah dilakukan, pada tahun 2004 angka infeksi polio meningkat menjadi 1.185 di 17 negara dari 784 di 15 negara pada tahun 2003. Sebagian penderita berada di Asia dan 1.037 ada di Afrika. Nigeria memiliki 763 penderita, India 129, dan Sudan 112.

Pada 5 Mei 2005, dilaporkan terjadi ledakan infeksi polio di Sukabumi akibat strain virus yang menyebabkan wabah di Nigeria. Virus ini diperkirakan terbawa dari Nigeria ke Arab dan sampai ke Indonesia melalui tenaga kerja Indonesia yang bekerja di Arab atau orang yang bepergian ke Arab untuk haji atau hal lainnya.

CARA PENULARAN POLIO
Polio disebabkan virus poliomyelitis. Satu dari 200 infeksi berkembang menjadi kelumpuhan. Sebanyak 5-10 persen pasien lumpuh meninggal ketika otot-otot pernapasannya menjadi lumpuh. Kebanyakan menyerang anak-anak di bawah umur tiga tahun (lebih dari 50 persen kasus), tapi dapat juga menyerang orang dewasa. Pencegahan dengan vaksinasi secara berkala, idealnya pada masa kanak-kanak.
PENULARAN
A
Virus masuk ke tubuh melalui mulut, bisa dari makanan atau air yang tercemar virus.
B Virus ditemui di kerongkongan dan memperbanyak dirinya di dalam usus.
C Menyerang sel-sel saraf yang mengendalikan otot, termasuk otot yang terlibat dalam pernapasan.

 

VIRUS POLIO
Ada tiga tipe virus: tipe 1, 2, dan 3. Tipe 1 adalah yang terganas dan umum terjadi. Tipe 2 tak pernah terdeteksi di seluruh dunia sejak 1999.

SIKLUS HIDUP VIRUS POLIO
1Satu virus polio mendekati
sebuah sel saraf melalui aliran darah.
2 Reseptor-reseptor sel saraf menempel pada virus.
3 Capsid (kulit protein) dari virus pecah untuk melepaskan RNA (materi genetik) ke dalam sel.
4 RNA polio bergerak menuju sebuah ribosom-stasiun perangkai protein pada sel.
5 RNA polio menduduki ribosom dan memaksanya untuk membuat lebih banyak RNA dan capsid polio.
6 Capsid dan RNA polio yang baru bergabung untuk membentuk virus polio baru.
7 Sel inang membengkak dan meledak, melepaskan ribuan virus polio baru kembali ke aliran darah.
FAKTA
Banyak jenis sel manusia memiliki reseptor yang cocok dengan virus polio; tak diketahui mengapa virus suka neuron motorik ketimbang sel lain.

 

Dari 200 virus yang bertemu sel, hanya satu yang sukses masuk dan bereplikasi.

Di kultur jaringan, dalam 6-8 jam, virus berbiak menjadi 10-100 ribu partikel virus per sel.

Sistem kekebalan tubuh melindungi diri dengan memproduksi antibodi yang
melawan protein yang ditutupi virus, mencegah virus berinteraksi dengan sel yang lain.

Orang yang pernah terinfeksi, kebal terhadap infeksi dari tipe virus yang sama.

BILA POLIO MENYERANG OTOT
GEJALA

Kebanyakan orang yang terinfeksi virus polio memiliki sedikit, jika ada, gejala.

Yang lain memiliki gejala jangka pendek, termasuk sakit kepala, kelelahan, demam, kaku leher, dan nyeri otot punggung.

Jika sistem saraf telah terserang, dapat terjadi kelumpuhan permanen, biasanya pada tungkai dan pada sedikit kasus melibatkan otot-otot pernapasan, yang membutuhkan saluran pernapasan buatan. Jika tak tertolong, pasien dapat meninggal dunia.

VAKSIN POLIO

Ada dua jenis vaksin polio, vaksin polio oral yang ditemukan Albert Sabin dan vaksin polio yang dinonaktifkan yang dikembangkan Jonas Salk.
Vaksin polio oral: Diberikan ke dalam mulut. Berisi virus polio hidup yang telah dilemahkan.
Vaksin polio yang tidak aktif: Pemberiannya dengan cara disuntikkan. Mengandung virus polio yang telah dimatikan.

NEGARA ENDEMIK
Polio masih masalah bagi negara berkembang. Pada 1988, diluncurkan inisiatif global membasmi polio. Sejak saat itu kasus polio menurun 90 persen, dari 350 ribu pada 1988 menjadi 1.919 kasus pada 2002. Jumlah negara endemik pun menurun dari 125 menjadi tujuh. Saat ini, kasus tinggi terjadi di Afghanistan, Mesir, India, Niger, Nigeria, dan Pakistan.
KASUS POLIO LIAR 2005

(HINGGA 4 MEI 2005)
KASUS GLOBAL: 124
NEGARA
Nigeria
Sudan
Yaman
India
Pakistan
Indonesia
Ethiopia
Kamerun
Niger
STATUS
Endemik
Muncul kembali
Impor
Endemik
Endemik
Impor
Impor
Impor
Endemik
KASUS
54
24
22
14
6
1
1
1
1

BAB III

PENUTUP

KESIMPULAN

Poliomielitis atau polio, adalah penyakit paralisis atau lumpuh yang disebabkan oleh virus. Agen pembawa penyakit ini, sebuah virus yang dinamakan poliovirus (PV), masuk ke tubuh melalui mulut, mengifeksi saluran usus. Virus ini dapat memasuki aliran darah dan mengalir ke sytem syaraf pusat menyebabkan melemahnya otot dan kadang kelumpuhan (paralisis).

Polia adalah penyakit menular yang dikategorikan sebagai penyakit peradaban. Polio menular melalui kontak antarmanusia. Virus masuk ke dalam tubuh melalui mulut ketika seseorang memakan makanan atau minuman yang terkontaminasi feses. Poliovirus adalah virus RNA kecil yang terdiri atas tiga strain berbeda dan amat menular. Virus akan menyerang sistem saraf dan kelumpuhan dapat terjadi dalam hitungan jam. Polio menyerang tanpa mengenal usia, lima puluh persen kasus terjadi pada anak berusia antara 3 hingga 5 tahun. Masa inkubasi polio dari gejala pertama berkisar dari 3 hingga 35 hari.

Polio dapat menyebar luas diam-diam karena sebagian besar penderita yang terinfeksi poliovirus tidak memiliki gejala sehingga tidak tahu kalau mereka sendiri sedang terjangkit. Setelah seseorang terkena infeksi, virus akan keluar melalui feses selama beberapa minggu dan saat itulah dapat terjadi penularan virus.

DAFTAR PUSTAKA

http://www.google.co.id

Belum Ada Tanggapan to “Penyakit Polio”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: