Gladiator07's Blog
Just another WordPress.com weblog

Sprain


  1. A. Sprain

Sprain adalah bentuk cidera berupa penguluran atau kerobekan pada ligament (jaringan yang menghubungkan tulang dengan tulang) atau kapsul sendi, yang memberikan stabilitas sendi. Kerusakan yang parah pada ligament atau kapsul sendi dapat menyebabkan ketidakstabilan pada sendi. Gejalanya dapat berupa nyeri, inflamasi/peradangan, dan pada beberapa kasus, ketidakmampuan menggerakkan tungkai. Sprain terjadi ketika sendi dipaksa melebihi lingkup gerak sendi yang normal, seperti melingkar atau memutar pergelangan kaki.

  1. B. Pertolongan

Tindakan pertolongan yang harus dilakukan pada penderita cidera SPRAIN antara lain:

Harus dipastikan ada atau tidak adanya tulang yang mengalami patah. Dalam hal ini, tulang yang patah biasanya ialah ujung-ujung bawah tulang betis dan tulang kering. Hal ini dapat dilihat dengan jalan menekan tulang itu dari telapak kaki dan betis bagian atas. Dapat pula dengan menkan tulang kering dan tulang betis kearah saling mendekati. Apabila terasa nyeri kemungkinan, basar ujung tulang-tulang itu patah.

Apabila tidak terjadi patah tulang, tindakan yang pertama yang harus dilakukan di tempat kecelakaan adalah : kendorkan sepatu penderita, dan balutlah pergelangan kakinya dngan pembalut ataupun singlet.

Tindakan selanjutnya adalah merendam kaki yang cidera ke dalam air es selama setengah jam. Bila ada tekan, tekanlah bagian yang sakit dengan spons. Tindakan ini ditujukan untuk mencegah pembengkakan dan menahan pendarahan. Setelah direndam di air es, pergelangan kaki tersebut di balut dengan pembalut tekan. Pembalut tekan ini dikenakan mengelilingi pergelangan kaki. Untuk menambah tekanan, diantara pembalut dan tempat pembengkakan diselipkan sebuah bantalan spons.

Selama 24 jam berikutnya tidak boleh mempergunakan kakinya yang cidera untuk menahan berat badan. Ia harus beristirahat dengan kaki yang cidera diletakkan lebih tinggi dari bagian tubuh yang lainnya. Pembengkakan biasanya mereda setelah 36-48 jam kemudian.

Balsam otot tidak boleh digunaka langsung ditempat yang cidera. Tetapi sebaiknya ditempat yang lebih atas lagi. Demikian pula dengan pemijatannya. Hal ini di maksudkan untuk mempercepat penyusutan pembengkakan.

Dapat juga dengan menggunakan RICE yaitu :

Rest– istirahat:

untuk mencegah terjadi cedera lebih lanjut, upayakan sendi pergelangan kaki “istirahat”, gunakan bidai bila perlu.

Ice (Es) :

bungkus dengan handuk , letakkan segera pada bagian yang cidera,  berikan tidak lebih dari 20 menit, beri waktu jeda 30 menit, sebelum mengompres lagi

Compression :

Berikan “tekanan” dengan “bandages”. Tidak terlalu ketat, namun juga tidak terlalu longgar.

Elevation:

Upayakan sisi yang sakit pada posisi se”tinggi” mungkin, idealnya lebih tinggi dari jantung Kruk (bilateral cruches) akan dianjurkan bila sisi yang sakit di harapkan tidak menumpu. Obat biasanya diberikan anti radang di samping penghilang nyer.

  1. C. Pencegahan

Pastiksn bahwa keadaan sekitar aman, misalnya bebas dari lubang-lubang atau permukaan yang licin, tempat yang cukup untuk memperlambat lari.

Mengikuti peraturan-peraturan yang ada di dalam pertandingan atau olahraga.

Melakukan pemanasan/pregangan yang cukup sebelum melakukan pertandingan atau olahraga, terutama yang berperan dalam pertandingan tersebut.

Lakukan latihan-latihan ketangkasan agar reaksi menjadi lebih cepat terhadap gerakan-gerakan yang mungkin menyebabkan cidera.

Belum Ada Tanggapan to “Sprain”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: