Gladiator07's Blog
Just another WordPress.com weblog

Teknik Pengumpulan Data Penelitian


 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang

Teknik pengumpulan data dalam penelitian sangatlah penting karena ini adalah salah satu item dalam melakukan penelitian dan hal ini yang menentukan cepat lambatnya sebuah jenis penelitian. Dalam teknik pengumpulan data sebuah penelitian ada berbagai cara antara lain sebagai berikut: a. Observasi b.Wawancara c.Pengukuran Fisik d. Percobaan Laboratorium e. Kuesioner(daftar pertanyaan).

 

Untuk itu teknik pengumpulan data penelitian harus lengkap dan dan valid supaya hasil dari sebuah penelitian tersebut dapat dipertanggung jawabkan dan tentunya dapat bermanfaat agar nantinya bisa dikembangkan lagi. Semua teknik mensyaratkan pencatatan yang detail, lengkap, teliti dan jelas.

Untuk mencapai kelengkapan, ketelitian dan kejelasan data, pencatatan data harus dilengkapi dengan:

• Nama pengumpul data

• Tanggal dan waktu pengumpulan data

• Lokasi pengumpulan data

• Keterangan-keterangan tambahan data/istilah/responden

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

2.1 Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data penelitian:

a. Observasi

b. Wawancara

c. Pengukuran Fisik

d. Percobaan Laboratorium

e. Kuesioner (Daftar Pertanyaan)

 

Semua teknik mensyaratkan pencatatan yang detail, lengkap, teliti dan jelas.

Untuk mencapai kelengkapan, ketelitian dan kejelasan data, pencatatan data harus dilengkapi dengan:

• Nama pengumpul data

• Tanggal dan waktu pengumpulan data

• Lokasi pengumpulan data

• Keterangan-keterangan tambahan data/istilah/responden

 

Responden: orang yang menjadi sumber data

Semua butir (item) yang ditanyakan dalam semua metode pengumpulan data haruslah sejalan dengan rumusan masalah dan/atau hipotesis penelitian.

Karenanya diperlukan proses dekomposisi variabel penelitian menjadi sub-variabel, dimensi dan butir penelitian merupakan pekerjaan yang harus dilakukan dengan hati-hati.

 

Proses dekomposisi ini juga memudahkan proses pengukuran dan pengumpulan data.

Proses dekomposisi ini dikenal sebagai proses operasionalisasi variabel penelitian.

1. Observasi

Observasi atau pengamatan melibatkan semua indera (penglihatan, pendengaran, penciuman, pembau, perasa).

Pencatatan hasil dapat dilakukan dengan bantuan alat rekam elektronik kemudian dituliskan sebagai skrip.

 

2.Wawancara

Wawancara terbagi menjadi:

a. Wawancara tidak terstruktur

b. Wawancara terstruktur

 

Wawancara tidak terstruktur

• Merupakan langkah persiapan wawancara terstruktur

• Pertanyaan yang diajukan merupakan upaya mengali isu awal

• Sifat pertanyaan spontan

Wawancara terstruktur

• Pertanyaan sudah disiapkan, karena sudah dirancang data/informasi apa yang dibutuhkan

Jenis Wawancara:

a. Wawancara langsung (face to face)

b. Wawancara tidak langsung: misalnya dengan telepon atau internet (on-line)

 

Bias dalam wawancara: kesenjangan antara informasi/data yang dinginkan oleh peneliti dengan informasi/data yang diberikan oleh responden.

Bias dalam wawancara harus diminimalkan

Sumber bias dalam wawancara:

a. Pewawancara

b. Responden

c. Situasi saat wawancara

Bias dari Pewawancara

• Tidak terjadi saling percaya antara responden dengan pewawancara.

• Kekeliruan penafsiran pertanyaan: hal ini terutama terjadi jika wawancara dilakukan oleh beberapa orang dalam suatu tim/kelompok pewawancara.

• Secara tidak sengaja atau disadari pewawancara mendorong atau mencegah responden menjawab ke suatu arah jawaban tertentu.

 

Bias dari Responden

• Responden tidak jujur menjawab.

• Responden sebenarnya tidak memahami isi pertanyaan tetapi enggan bertanya atau melakukan klarifikasi.

 

Bias dari Situasi

• Waktu wawancara tidak tepat, misalnya ketika responden sedang bekerja atau sedang lelah sehingga enggan menjawab pertanyaan.

 

Sumber bias diperhatikan agar wawancara berjalan efisien dan efektif.

 

Teknik Bertanya:

• Funneling:

Mulai dengan pertanyaan-pertanyaan terbuka (open-ended questons).

Funneling adalah transisi dari tema yang luas ke tema yang lebih sempit.

 

Pertanyaan yang tidak bias

Pertanyaan harus jelas dan tidak mengandung interpretasi ganda (ambigu).

• Menjelaskan pertanyaan sejelas-jelasnya

Jika ada keraguan responden, pewawancara dapat menjelaskan pertanyaan sekali lagi.

Mengajukan pertanyaan sekali lagi dalam bahasa yang lebih sederhana.

 

Memastikan jawaban responden dengan mengajukan pernyataan sekali lagi.

• Membantu responden menyatakan pendapatnya

Jika responden kesulitan mengungkapkan pendapatnya, pewawancara dapat membantu dengan mengutarakan istilah yang tepat.

• Membuat Catatan atau Rekaman

Wawancara dicatat dan direkam dengan seijin atau sepengetahuan responden.

 

Menggunakan bahasa atau istilah yang sesuai dengan kondisi (misalnya: pendidikan) responden

Bila responden enggan menjawab pertanyaan, karena merasa pertanyaan bersifat pribadi atau sensitif, pewawancara dapat mengubah pertanyaan dengan istilah lain.

Misalnya: Pendapatan diganti dengan pengeluaran

 

3. Pengukuran Fisik

• Alat ukur harus dikalibrasi sebelum mulai melakukan pengukuran

• Alat ukur harus memenuhi standar penelitian

• Alat ukur harus mudah dijalankan dan dikendalikan

• Pengukuran memperhatikan kondisi yang disyaratkan dalam perumusan masalah

(misalnya:suhu atau tekanan)

 

4. Percobaan Laboratorium

• Sebelum melakukan percobaan laboratoium, dilakukan perancangan percobaan

• Dalam proses perancangan percobaan, unit penelitian dan perlakuan yang akan dikenakan pada setiap unit penelitian direncanakan.

 

Perancangan percobaan (experiment design) sangat diperlukan pada penelitian yang dilakukan dalam laboratorium.

Laboratorium tidak hanya mengacu pada ruangan laboratorium (biologi, kimia, fisika, kedokteran atau ilmu rekayas) tapi pada setiap ruang termasuk lapangan yang setiap faktornya dapat dikendalikan.

Sebelum melakukan penelitian-penelitian biologi, kimia, fisika dan rekayasa yang dilakukan dalam laboratorium, umumnya peneliti merancang unit percobaan yang akan dilakukan.

Dalam penelitian biologi, kimia, fisika dan rekayasa memungkinkan untuk memilih obyek penelitian dan mengusahakan kondisi penelitian (misalnya suhu, konsentrasi zat kimia, tekanan, media) yang homogen, sesuatu yang amat sulit dilakukan pada penelitian-penelitian sosial (ekonomi, psikologi, sosiologi).

Dasar perhitungan semua jenis Perancangan Percobaan adalah Analisis Varians (Analysis of Variance) suatu bidang kajian dalam statistika.

5.Kuesioner

Kuesioner adalah daftar pertanyaan tertulis yang ditujukan kepada responden

Jawaban responden atas semua pertanyaan dalam kuesioner kemudian dicatat/direkam

Kuesioner merupakan metode pengumpulan data yang efisien bila peneliti mengetahui secara pasti data/informasi apa yang dibutuhkan dan bagaimana variabel yang menyatakan informasi yang dibutuhkan tersebut diukur.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Semua teknik mensyaratkan pencatatan yang detail, lengkap, teliti dan jelas.

Untuk mencapai kelengkapan, ketelitian dan kejelasan data, pencatatan data harus dilengkapi dengan:

• Nama pengumpul data

• Tanggal dan waktu pengumpulan data

• Lokasi pengumpulan data

• Keterangan-keterangan tambahan data/istilah/responden

Teknik pengumpulan data dalam penelitian sangatlah penting karena ini adalah salah satu item dalam melakukan penelitian dan hal ini yang menentukan cepat lambatnya sebuah jenis penelitian. Dalam teknik pengumpulan data sebuah penelitian ada berbagai cara antara lain sebagai berikut: a. Observasi b.Wawancara c.Pengukuran Fisik d. Percobaan Laboratorium e. Kuesioner(daftar pertanyaan).

Untuk itu teknik pengumpulan data penelitian harus lengkap dan dan valid supaya hasil dari sebuah penelitian tersebut dapat dipertanggung jawabkan dan tentunya dapat bermanfaat agar nantinya bisa dikembangkan lagi.

3.2 Saran.

Demikian pembahasan dari makalah kami mengenai penelitian pendidikan jasmani, semoga apa yang sudah kami bahas mudah-mudahan bermanfaat dan dapat dijadikan sebagi acuan bagi pembaca dalam mengambil suatu keputusan dalam bidang ini.

Belum Ada Tanggapan to “Teknik Pengumpulan Data Penelitian”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: