Gladiator07's Blog
Just another WordPress.com weblog

Ramalan Menjelang 2012


 

PRAKATA

Ramalan. Kata ini sebagaimana dalam kandungannya yang berarti, memrediksi  hal-hal yang akan terjadi kelak di kemudian hari. Dimulai dari hal yang kecil, kehidupan manusia misalnya; sampai ke urusan yang besar pada sebuah negara, perubahan pada masyarakat, bahkan masa depan umat manusia secara keseluruhan misalnya pun, dapat diramal.

 

Dalam sejarah manusia yang panjang ini, ramalan adalah sebuah gejala yang sangat menarik, juga hal ihwal yang sangat disenangi oleh semua orang. Berdasarkan dari keingintahuan ada juga yang menaruh perhatian terhadap nasib, sesekali orang berbicara mengenai sebuah topik tentang ramalan ini. Zaman dulu dan sekarang, di dalam dan luar negeri, banyak  bangsa dan negara juga tersebar mengenai ramalan di masa yang akan datang, terbentuklah lembaran yang langka dan indah dalam kultur manusia yang beraneka ragam ini.

 

Banyak ramalan mempunyai tingkat akurasi yang tepat sekali, sama sekali melebihi imajinasi dan pengetahuan manusia pada umumnya. Buku ramalan seorang pengarang Perancis yang bernama Nostradamus yang berjudul The Century, pada 400 tahun yang lampau, terhadap banyak peristiwa penting dalam sejarah umat manusia kali ini, misalnya masa kejayaan Napoleon Bonaparte, munculnya Adolf Hitler, perang dunia, kematian Princes Diana dari Inggris, peristiwa 11 September di New York, peristiwa gerakan penindasan demokrasi di Lapangan Tiananmen pada tahun 1989 hingga peristiwa  penindasan terhadap Falun Gong.

 

Yang sedang berlangsung sekarang oleh kelompok politik Jiang Zemin, pun satu per satu mendapat bukti nyata. Oleh karena itu, biasanya dalam buku ramalan tersebut hanya berdasarkan tanda secara simbolis dan aneh, serta puisi yang sayup-sayup dan sulit untuk dimengerti, serta memberitahu kepada manusia pada hal ihwal di masa yang akan datang. Jadi pada umumnya, manusia hanya benar-benar mengerti arti kandungan yang sebenarnya, setelah terjadi peristiwa.

 

Ramalan, bagi individu, masyarakat serta umat manusia, juga mempunyai makna yang penting. Bukti kebenaran dari sebuah ramalan, memberitahukan kepada manusia akan kebenarannya. Dalam pada itu, ramalan juga memberikan sebuah pengetahuan positif  bagi masa depan umat manusia, yaitu masa depan manusia adalah mempunyai  aturan hukum tertentu, tidak berdasarkan tekad manusia sebagai peralihan; namun bila  akan terjadi atau sedang terjadi di sekitar kita seperti apa yang dikatakan dari ramalan, bagaimana sikap dan cara kita masing-masing untuk memperlakukan, memahami, mengenal dan mengungkapkannya atau mengekspresikannya, dengan dan untuk itu, memprakarsai masa depan diri kita sendiri yang lebih baik, serta merta adalah persoalan yang harus dipikirkan juga oleh manusia.

 

Buku ini mengumpulkan beberapa ramalan terkenal dari berbagai zaman pada sejarah Tiongkok, serta ramalan penting dari berbagai bangsa lain pada masa lalu. Karena  terbatasnya halaman, jadi perkenalan terhadap ramalan-ramalan, hanya difokuskan pada peristiwa sejarah yang penting saja, yakni; penyebaran secara besar dari Falun Dafa di Tiongkok dan seluruh dunia, penindasan dari komplotan penjahat politik Jiang Zemin cs. terhadap Falun Dafa akhirnya berkesudahan dengan gagal secara tuntas, fragmen menarik dari umat manusia melangkah menuju era baru.

 

Sebenarnya, hampir dari semua ramalan menceritakan tentang akhir abad ke-20, abad ke-21 adalah sebuah periode sejarah yang istimewa. Masyarakat manusia akan terjadi  sebuah peristiwa besar, kebenaran dan kenyataan yang sesungguhnya dari alam semesta, akan terbentang di depan mata dari sejarah manusia pada hari ini, apa-apa yang tidak akan dipercaya oleh umat manusia, akan menjadi kenyataan. Sejarah masa lampau ini masih dalam proses, namun akan menyangkut pada kita semua, pelbagai bangsa dan berakhir sampai di sini, dan era yang baru pun akan mulai dari sini juga. Walaupun menyangkut hal negara bahkan nasib umat manusia secara menyeluruh di masa mendatang.

 

Para pembaca yang terhormat, hargailah kesempatan yang superlangka ini selama-lamanya! Pada hari,  sebuah epik jagat raya yang menggelora dengan perkasa berada di sisimu, sedang dengan gagah perkasa yang tak terbendungkan sedang menuju klimaks! Tahukah  Anda! Bahwa, Anda pun berada di dalamnya!

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Daftar Isi

Prakata

Daftar Isi

Bab I. Berbicara tentang Ramalan

Bab II. Sajak Ramalan Nostradamus: ‘The Century’

2.1 Puncak Sebuah Ramalan

2.2 “Buku Kebijaksanaan” yang Mendebarkan

Bab III. Bai Zi Ming: Prasasti Seratus Karakter

Bab IV. Sajak Bunga Plum: Ramalan pada Dinasti Song

Bab V. Sau Ping Ge: Penglihatan Liu Bowen pada Dinasti Ming

5.1 Nasihat untuk Kaisar

5.2 Monumen Pagoda Jinling

5.3 Inskripsi Prasasti di Gunung Taipei

Bab VI.  Bangsa Maya Menyingkap Peristiwa Besar

Bab VII.  Ramalan Bangsa Hopi

7.1 Bangsa di Daratan Amerika Utara

7.2 Penguraian Warna Manusia

7.3 Kisah Batu Nujum

Bab VIII. Gambaran Terang Korea

8.1 Catatan Peninggalan Gen-An

8.2 Penyebaran Falun Gong

8.3 Kalender Tahunan

Bab IX Ramalan dari Bangsa Lain

9.1 Isyarat dari Zarathustra

9.2 Hermes dan Alam Semesta Baru

Bab X. Peristiwa Besar sedang Terjadi di Alkitab

Bab XI. Catatan Akhir: Pilihan Terakhir

Bab XII. Penutup

 

 

 

 

 

 

 

 

Bab I

Berbicara Mengenai Ramalan

 

Kita semua mafhum bahwa suatu ciri khusus dari ramalan adalah selalu tidak memberitahu masalahnya secara langsung, namun lebih banyak menggunakan sajak lagu atau beberapa ilustrasi ataupun bahasa yang sulit dimengerti untuk disebarkan, juga banyak menggunakan perumpamaan yang samar-samar, homonim, susunan yang terbalik dan metode lainnya. Hal ini membuat orang-orang baru dapat mengetahui fakta sebenarnya setelah peristiwa sudah lewat. Ini adalah penyebab banyak orang bingung sekali, juga membuat tidak sedikit orang yang meragu-ragukan kebenarannya, menganggap ini adalah orang setelah mengetahuinya berusaha membuat analogi yang dipaksakan. Terhadap masalah ini kita memahaminya seperti ini.

 

Karena ramalan adalah mengenai sesuatu yang belum terjadi yang berhubungan dengan masa akan datang maka bila dikatakan secara jelas kepada orang-orang sebelum peristiwa tersebut terjadi, itu artinya ingin mengubah kondisi dan perkembangan di masa akan datang, mengubah aturan evolusi yang sudah ditentukan, ini sudah pasti tidak diizinkan, sebaliknya malah akan merusak ketepatan ramalan itu sendiri serta tujuannya, oleh sebab itu harus menggunakan metode atau bahasa yang ditutup-tutupi untuk mengungkapkannya, dan juga masalah tersebut tidak boleh dikatakan secara detail dan konkret, namun harus  jelas tanpa ragu-ragu tentang apa yang dimaksud, tapi tidak boleh detail-detailnya juga dijelaskan semua, cukup diberi isyarat saja. Dengan demikian pada umumnya orang walaupun telah memperoleh ramalan, juga tidak dapat memahami makna yang dimaksud oleh ramalan tersebut.

 

Bila begitu apa maknanya ramalan tersebut jika setelah peristiwa lewat baru dapat mengetahui fakta sesungguhnya? Berbicara secara umum, fungsi dari ramalan adalah memperingati dan membimbing generasi berikut. Dengan melalui ketepatan meramalkan, agar manusia di dunia mengerti bahwa nasib umat manusia adalah menuruti jalur kemajuan dari pengaturan suatu ketetapan yang melewati kemampuan diri umat manusia, hingga membuat orang mempunyai semacam sikap menghormati dan menyegani prinsip yang dikatakan orang bijak dan alam yang melewati umat manusia atau bimbingan dari dewa hingga mencapai tujuan, sarannya: agar berbuat baik. Menasihati agar orang-orang tidak menyombongkan diri, demi kepentingan pribadinya apa juga dapat dilakukan. Bersamaan itu, ramalan juga menguak sebuah “rahasia langit” bagi umat manusia, agar orang dapat mengenal sedikit fakta yang sesungguhnya dari alam semesta. Oleh karena itu, para peramal dalam berbicara adalah sangat hati-hati. Contoh dalam masalah ini sangat banyak. Sebelum abad ini seorang peramal dari Amerika Edgar Cayce menghadapi orang-orang yang datang bertubi-tubi untuk meramal nasib, ini  membuat dia merasa pusing. Di satu sisi dia dapat mengetahui nasib orang lain, namun di sisi lain ia juga mengetahui hanya diizinkan membuat jawaban yang terbatas.

 

Keberadaan ramalan bukanlah agar orang dapat mengubah masa yang akan datang, namun juga ada pengecualiannya, tentang masalah ini kami dalam kesimpulan artikel “Dahulu, Sekarang dan akan Datang” sudah melukiskannya.

 

Ramalan sebagai Ilmu Pengetahuan Tinggi

 

Bila dikatakan juga sederhana, bila setelah menguasai aturan perubahan cuaca, orang-orang dapat melaporkan ramalan cuaca; bila menguasai aturan pergerakan alam semesta, maka sudah dapat meramalkan masa akan datang. Karena masyarakat manusia juga merupakan bagian dalam alam semesta.

 

Ramalan secara tepat dapat meramal masalah 100 tahun, beribu tahun, bahkan masalah yang belum terjadi pada masa yang sangat lama di kemudian hari. Kita katakan ramalan dapat meramal mulai dari hal yang kecil seperti orang-orang tertentu, evolusi benda tertentu dalam jangka waktu yang pendek, sampai hal yang besar seperti: seluruh bangsa, seluruh umat manusia, bahkan evolusi alam semesta dalam lingkup tertentu pada masa yang akan datang. Bagaimana mungkin ada aturan yang begitu objektif? Banyak orang dalam menghadapi masalah ini merasa bimbang dan tidak memahami, ditambah lagi kandungan ramalan yang tidak terlalu dimengerti, pada dasarnya sikap dia terhadap ramalan adalah mulai dari sama sekali tidak percaya dan ekspresinya curiga sampai ke salut dan menjauhinya. Khususnya orang yang ilmu pengetahuannya sempit, percaya membabi buta pada ilmu pengetahuan atau orang yang keras kepala bahkan mendengus, tidak pantas diperhatikan.

 

Sebenarnya, ramalan adalah ilmu pengetahuan. Dan juga ramalan yang baik ada kebenaran dan ketepatan yang sangat tinggi. Di dalam ini akan berhubungan dengan ilmu pengetahuan dan taraf yang makin tinggi. Di sini, kita tidak mungkin membicarakannya secara detail, hanya berbicara dari sudut tertentu mengapa dapat diramal. Pada masa ini, ilmu pengetahuan yang paling berkembang ke depan sudah banyak sekali mangenal yang melebihi perasaan kita sehari-hari, yang langsung dipahami adalah dunia dan keadaan yang sebenarnya dari dimensi waktu. Secara jelas dikemukakan dimensi waktu bukan saja dapat di kompres dan ditekuk, tapi juga eksis sistem dimensi waktu yang banyak dan multidimensi, ini sangat cocok dengan apa yang dibicarakan oleh dunia spiritual. Kita tahu, dunia spiritual selalu berbicara tentang gambaran “langit” ini, dikatakan ada berapa lapis langit, ada sebuah pepatah mengatakan; “di langit baru satu hari, di dunia sudah ribuan tahu”. Ini sesungguhnya adalah menunjukkan kepada tingkat yang lebih mendalam dari dimensi yang berbeda, dan juga bukan ditujukan kepada apa yang dianggap oleh manusia pada umumnya sebagai badan perbintangan lain dari suatu dimensi yang sama dalam dimensi alam semesta yang mendalam. Menurut pendapat ini, yaitu misalnya bulan dan matahari tidak berada di langit, karena mereka berada pada dimensi yang sama dengan bumi kita. Bila begitu, melalui suatu kemampuan melihat ke dalam suatu lapis dimensi yang tidak mempunyai konsep waktu, dan juga segala evolusi dalam dimensi kita ini berada pada dimensi yang tidak mempunyai konsep waktu tersebut, secara lengkap berada di sana. Oleh sebab itu, dapat melihat pemandangan pada masa mendatang. Dan juga “Yi Ching”, ilmu perbintangan dan sebagainya mempergunakan aturan perbedaan dimensi waktu yang berbeda untuk menghitung masa mendatang dari umat manusia.

 

Oleh karena itu, ramalan sesungguhnya adalah berdasarkan ilmu pengetahuan dan kemampuan yang lebih tinggi, semua memiliki prinsip nada bicara peramal, biasanya dapat dilihat, dalam ramalan yang sebenarnya, para peramal sangat jelas mengemukakan dirinya sudah melihat apa, namun karena ramalan adalah sesuatu yang lebih tinggi, dia lantas dibatasi oleh tingkat kemampuan dan kultivasi peramal serta mengenai taraf pemahaman terhadap teknik menghitung. Makin tinggi tingkatnya, makin detail dan jauh ramalannya. Makin rendah tingkatnya, makin samar-samar dan dibatasi. Juga cara menjelaskan ramalan tergantung orangnya, dibatasi oleh pengetahuan dari orang yang menjelaskan. Misalnya, beberapa ratus tahun yang lalu, tidak ada pesawat terbang, peramal mengatakan di atas langit ada “burung besi menjulang ke langit”, dengan begitu penjelasan terhadap burung besi sangat tergantung orangnya, mungkin ada orang yang menganggap ini sedang mengisyaratkan apa, bukan sungguh ada burung besi, karena tidak mampu mempercayai kemungkinan ada burung besi tersebut. Tentu saja sampai hari ini, apa burung besi itu, kita semua sudah menganggapnya tidak usah dibicarakan. Sudah tahu, sama sekali tidak ada perbedaan pendapat.

 

Ketepatan peramal-peramal dalam sejarah cukup membuktikan kebenaran dari ramalan. Masalah yang menyangkut ramalan melebihi lingkup kemampuan ilmu pengetahuan. Dari kalender astronomi bangsa Maya sampai ilmu meridian pengobatan tradisional Tionghoa,  dari ‘patung batu di pulau’ saat hari kebangkitan sampai besi yang tidak berkarat di India, sudah berapa banyak tidak dapat dijelaskan oleh orang-orang pada hari ini, atau kenyataan tidak ingin menjelaskan, gejalanya juga dianggap enteng orang dengan atau tanpa sengaja. Misalnya di Tiongkok, dahulu banyak tabib yang termasyhur adalah orang yang berkultivasi, mereka dapat mempergunakan kemampuan Gong untuk mendiagnosa penyakit. Di permukaan tidak ada CT-scan, USG, namun dapat mendeteksi penyakit seperti dewa, mencapai kemampuan begitu diobati penyakit hilang, bahkan dapat menghitung kapan waktu kematian orang. Contoh ini sangat banyak. Dan ramalan juga adalah mutlak dapat menempuh jalan yang berbeda dengan metode yang dikenal oleh ilmu pengetahuan sekarang untuk memahami kehidupan manusia, masyarakat serta aturan perubahan perjalanan seluruh alam semesta.

 

Pada masa lalu di Tiongkok metode untuk mengetahuinya banyak sekali, selain dari yang disebut di atas dengan menggunakan kemampuan menembus pandang untuk mendiagnosa penyakit, masih ada orang yang kebijakannya dapat terbuka dalam hati yang hening dan kondisi mengatur napas yang sempurna, serta prinsip lima elemen, saling menghidupi dan saling membatasi digunakan secara luas dalam bidang pertanian, obat-obatan, pengobatan dan berlatih; para kultivator dapat dalam keadaan meditasi yang mendalam mencapai taraf yang tidak dapat dicapai manusia biasa, termasuk mengetahui masa lalu dan masa akan datang. Tentu saja, di belakang segala yang misterius ini, ada faktor yang sama sekali tidak mungkin, selain dari ilmu pengetahuan dan metode/teknik yang konkret, masih ada hubungan secara langsung antara hati yang tulus dan bersih dari orang yang mengendalikan dengan sukses atau kalahnya dari penggunaan teknik, dan ini juga adalah persis apa yang diramalkan oleh ilmu pengetahuan sekarang, ilmu pengetahuan yang lebih tinggi adalah terletak di sini. Dengan lelucon, bila seorang  penjahat memiliki dan menggunakan kemampuan mengetahui masa yang akan datang, apa jadinya?

Bab II

Sajak Ramalan Nostradamus: ‘The Century’

Banyak ramalan Nostradamus tentang peristiwa di dunia yang terbukti kebenarannya. Salah satunya mengenai peristiwa Juli 1999, di mana dengan jelas menunjuk pada kejadian yang berlangsung di China sekarang ini.

2.1 Puncak Sebuah Ramalan

 

Michel D. Nostradamus yang dilahirkan di Boulougne, Perancis 14 Desember 1503 adalah seorang peramal yang sangat termasyhur. Dalam kumpulan ramalannya The Century, secara tepat meramalkan banyak peristiwa besar yang terjadi dan berbagai tokoh dalam beberapa abad di berbagai belahan dunia seperti Napoleon, Revolusi Perancis, perang dunia, melemahnya paham komunis serta serangan teroris 11 September 2001 di New York yang menggegerkan dunia yang terjadi belum lama ini dan lain-lain. Detail perincian ramalan beberapa peristiwa mencapai taraf yang mencengangkan, seperti misalnya ramalan mengenai nama tokoh Amerika yang saat itu belum muncul dan nama Napoleon.

 

Ramalan Nostradamus yang terkenal dan juga sudah tentu adalah sebuah sajak  mengenai peristiwa penindasan terhadap Falun Gong pada bulan Juli 1999 yang terurai dalam bait-bait sebagai berikut:

 

Bulan Juli tahun 1999

Demi menghidupkan kembali Raja Agolmois

Raja teror besar akan turun dari langit

Pada saat tiba waktunya Marx akan menguasai dunia

Katanya adalah agar orang-orang mendapat kehidupan

yang bahagia

 

Bait ramalan sajak tersebut merupakan satu-satunya ramalan yang menyatakan waktu yang sangat jelas. Sama seperti ramalan yang lain, bait-bait ramalan ini tidak hanya menggunakan isyarat dan berbagai macam kutipan sastra yang sulit dimengerti orang, juga terlihat mengacaukan urutan waktu, namun pada bait-bait ramalan di atas, terlihat secara gamblang tanpa pengertian yang menyimpang, menyatakan waktu yang sangat jelas, tampaknya pada empat ratus tahun yang lalu, Nostradamus telah memperhatikan kejadian ini.

Sebenarnya, Nostradamus menggunakan kalimat “pada saat tiba waktunya” adalah mengartikan bahwa Juli 1999 bukanlah kiamat dunia. Mengingat waktu itu banyak yang mengabarkan akan datangnya “hari kiamat dunia” pada abad 20, itu adalah suatu pelepasan kepanikan dalam hati saja, lagi pula bukan merupakan penyimpangan ramalan Nostradamus.  Hal ini lagi-lagi membuktikan dia “melihat lebih dahulu”.

 

Maka, julukan “Raja Teror” menyebabkan orang sibuk menerka, ditujukan pada siapa? Ada baiknya kita mengulas balik apa yang terjadi dalam sejarah Juli 1999.  Menurut The World Almanac and Book of Facts 2000, pada Juli tahun itu terjadi beberapa peristiwa yang menyangkut bencana, bentrokan  dan kematian sebagai berikut:

  1. Musibah udara pasangan suami-istri dan saudara perempuan Kennedy.
  2. Tanggal 19 Juli sampai 1 Agustus, wilayah Amerika Timur mengalami peningkatan suhu udara dan kekeringan, yang mengakibatkan kematian paling sedikit 200 orang, di antaranya 80 orang di Illinois, musibah ini mengakibatkan kerugian ekonomi mencapai US$ 1 miliar lebih.
  3. Tanggal 29 Juli, seorang lelaki yang mengalami kekalahan dalam pasar bursa di Atlanta, menembak mati 9 orang, melukai 13 orang, kemudian bunuh diri.
  4. Perang Kosovo berlanjut.
  5. Bentrokan di wilayah Kashmir yang terus memakan korban, pada  26 Juli pihak militer India mengumumkan Pakistan berhasil diusir dari wilayah tersebut.
  6. Simon Perez diangkat sebagai Perdana Menteri Israel.
  7. Perang saudara di Sierra Leon, kedua belah pihak mencapai kesepakatan damai.
  8. Di Iran terjadi bentrok antara polisi dan mahasiswa.
  9. Berbagai negara menandatangani kesepakan damai.
  10. Kelompok politisi pemerintahan China, Jiang Zemin memulai penindasan menyeluruh terhadap ratusan juta pengikut latihan Falun Dafa (Falun Gong).
  11. Raja Maroko Hassan meninggal.

 

Musibah menggemparkan yang menimpa keluarga Kennedy meskipun mendominasi dan menjadi headline di sebagian besar media massa Amerika, namun tidak dapat menandingi si Raja Teror. Kesepakatan damai yang lainnya maupun masalah Kashmir juga tergeserkan. Wafatnya Raja Maroko Hassan, setelah menduduki takhta selama 38 tahun, masalah ini tidak menyangkut teror sama sekali. Pertempuran Kosovo terjadi pada Maret, bukanlah yang kita maksudkan sebagai peristiwa bulan Juli. Bencana alam yang terjadi di Amerika Timur meskipun mengakibatkan kerugian materi yang sangat dahsyat, tetapi dengan bantuan pemerintah federal yang memadai, maka unsur teror menjadi kecil. Saat Simon Perez menjabat perdana menteri terjadi bentrokan, namun hal ini sebagai akibat dari situasi sebelumnya.

Bentrokan di Iran dimulai pada tanggal 8 Juli, mengakibatkan sedikitnya 1 orang tewas, pada 17 Juli mahasiswa menghentikan aksi penentangannya. Lagi pula bentrokan ini skalanya sangat kecil, tidak bisa dikategorikan sebagai aksi teror. Insiden penembakan di Atlanta yang meskipun menciptakan suasana teror, dapat dikatakan adalah teror pribadi, sebagai dampak dari tekanan ekonomi masa kini, dan hal ini hanyalah merupakan lonceng peringatan bagi masyarakat. Maka dapat dikatakan bahwa peristiwa penembakan tersebut tidak termasuk kasus teror, lebih-lebih tidak dapat dikategorikan sebagai Raja Teror.

Yang tersisa tinggal satu peristiwa, penindasan Falun Gong yang dilakukan oleh kelompok politisi Jiang Zemin. Jumlah orang yang terlibat dalam peristiwa ini sangat banyak (mengenai jumlah pengikut Falun Gong, pihak kepolisian Tiongkok pernah mengatakan mencapai ratusan juta, kemudian ada tujuh puluh juta orang, terakhir dikatakan dua sampai tiga juta orang). Sejak dimulainya pada 20 Juli 1999, penindasan yang telah berlangsung tiga tahun lebih ini tidak berhenti, memenuhi unsur “turun dari langit”, media massa yang dikendalikan oleh pemerintah Tiongkok setiap harinya senantiasa menyajikan berita-berita yang mengecam Falun Gong, terhadap praktisi yang tidak mau melepaskan latihan ini dilakukan penganiayaan dan cuci otak, bahkan terhadap wartawan asing yang mewawancarai pun dilakukan ancaman. Terhadap penindasan ini, meskipun liputan yang dibuat oleh wartawan asing sedikit saja, tetapi dampak dan manfaat yang didapat cukup luas.

Bila dikatakan mengapa hanya melulu masalah ini saja sudah mendapat porsi yang demikian, keistimewaan apa yang dimiliki dibandingkan dengan peristiwa sejarah lainnya? Jumlah orang dan kadar penganiayaan yang dilakukan pada Falun Gong ini suatu hal yang sangat menonjol dalam sejarah. Departemen Pendidikan Internasional (IED) selama ini terus melakukan pengusutan terhadap masalah hak asasi manusia dan teror. Pada bulan Agustus 1999, organisasi ini melapor kepada Panitia Komite Perlindungan Hak Asasi Manusia PBB sebagai berikut: “.…pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan oleh suatu pemerintahan yang melakukan teror penindasan kepada rakyatnya sendiri adalah jauh lebih serius dibanding dengan yang dilakukan oleh kelompok teroris lainnya. Ketika suatu pemerintahan menjalankan asas teror sebagai asas negara, maka kalangan organisasi masyarakat internasional akan berhadapan dengan kasus yang menakutkan, juga akan mengakibatkan meningkatnya jumlah peminta suaka dan menjadi suatu kerepotan yang amat sangat. Hal ini adalah kondisi yang diakibatkan oleh serangan ganas pemerintah Tiongkok terhadap pengikut Falun Gong.”

“.…dalam penyelidikan kami menemukan, seluruh kasus kematian adalah akibat perlakuan aparat Tiongkok, perpecahan keluarga disebabkan oleh terbunuhnya anggota keluarga oleh pemerintah: ambruknya mental dan fisik orang-orang bukanlah dikarenakan latihan Falun Gong, melainkan disebabkan oleh siksaan kejam yang luar biasa, penyekapan dan penyiksaan di rumah sakit jiwa, kerja paksa dalam kamp pendidikan, dan berbagai macam cara lainnya. Menurut laporan International Herald Tribune pada 6 Agustus 2001, pemerintah (Tiongkok) mengakui secara resmi mengizinkan penggunaan kekerasan untuk membasmi Falun Gong. Pemerintah tersebut dengan memakai peristiwa Tiananmen (pembakaran diri) yang disebut peristiwa bunuh diri sebagai bukti yang menunjukkan latihan kultivasi ini adalah ajaran sesat. Tetapi kami mendapat sebuah rekaman video peristiwa itu, dan mendapatkan kesimpulan bahwa itu semua adalah suatu peristiwa yang direkayasa oleh pemerintah sendiri.

 

Sebenarnya, pendiri Falun Gong Mr. Li Hongzhi mempunyai penjelasan khusus untuk syair ramalan tersebut, ada pun penjelasan Mr. Li terhadap kata “Marx” yang terdapat pada baris keempat adalah, “Apa yang terjadi di Tiongkok ini adalah yang sudah diatur dalam sejarah, dan juga telah banyak diramalkan sebelumnya. Dikarenakan mereka selalu menggunakan cara penafsiran yang tersirat, dan disesuaikan dengan misteri dunia, pada saat yang sama juga memperingatkan masyarakat dunia, maka setelah peristiwa itu terjadi, barulah orang-orang menyadarinya.”

 

Yang dikatakannya sebagai tahun 1999 demi untuk menghidupkan kembali sang Raja Teror akan turun dari langit, sebenarnya adalah segelintir pejabat komunis Tiongkok yang memanfaatkan kekuasaannya dengan maksud tertentu melakukan penindasan, menangkap, memukul, memasukkan ke dalam kamp pendidikan, mendakwa, memusnahkan buku, mengerahkan tentara, polisi, intel, hubungan luar negeri dan seluruh media massa yang ada, seperti radio, televisi, surat kabar, dengan cara-cara keji menyebarkan fitnah, begitu dahsyatnya seperti langit yang runtuh, sehingga iblis pun menyelubungi dunia, tujuan dari kekuatan lama mengatur semua ini dengan memperalat mereka yang telah bobrok pengertiannya adalah untuk memberi ujian yang bersifat merusak terhadap Dafa. Dalam proses pelurusan hukum alam semesta, Shifu melalui sudut pandang dewa melihatnya sebagai proses hidup kembali setelah kematian.

 

Mengenai bait “pada saat tiba waktunya Marx akan menguasai dunia”, diartikan sebagai Karl Marx akan kembali menguasai dunia sekitar 1999. Sebetulnya bukan hanya masyarakat komunis saja yang menganut paham Marxisme, paham kesejahteraan sosial  yang dianut oleh negara-negara maju di dunia juga merupakan paham kapitalis yang mengadaptasi produk komunisme, pada permukaannya adalah seperti masyarakat demokrasi, kenyataannya seperti seluruh dunia menganut paham komunisme, orang-orang dari negara komunis yang datang ke negara maju di Barat mempunyai satu perasaan yang sama, di sini terasa seperti komunis saja, hanya tidak membicarakan hal revolusioner saja.

 

Kalimat terakhir, “katanya adalah agar orang-orang mendapat kehidupan yang bahagia”, adalah seperti yang dimaksudkan oleh komunis membebaskan umat manusia, dan masyarakat Barat mengartikannya sebagai fasilitas bebas pajak, meningkatkan kesejahteraan rakyat. Karena masalah ini masih dalam proses penyelesaian, maka sudah dapat menjelaskan beberapa bait syair tersebut. Sebetulnya di berbagai negara pun sudah tersebar berbagai penafsiran terhadap ramalan ini. Tetapi hanya beberapa patah kata saja, dan itu hanya sebagai referensi belaka.

 

Bila demikian, setelah ditegaskan bahwa bagian utama dari ramalan Nostradamus yang tepat adalah Falun Gong yang telah mendunia ini, asalkan kita lebih menaruh pehatian pada latihan kultivasi ini, maka penjelasan tentang bait-bait lain dalam ramalan itu akan terungkap. Sebenarnya, mengenai kemunculan raja iblis sudah diramalkan dalam ‘buku mengenai kebijaksanaan’ dari Mesir yang akan dibahas di belakang.

Dalam ramalan Nostradamus juga disinggung tentang 3 orang anti-Kristus (antichrist, anti-Kristen, diartikan juga sebagai raja lalim atau kekuatan ekstrem yang berlawanan dengan semangat Kristiani). Dua orang di antaranya dikenal luas adalah Napoleon dan Hitler. Orang ketiga akan muncul menjelang akhir abad 20. Dalam berbagai penelitian tentang ramalan Nostradamus yang disebut sebagai Raja Teror diartikan umum sebagai anti-Kristus ke-3. Bait-bait syair di bawah ini ada kaitannya dengan anti-Kristus ke-3 itu:

 

Seseorang akan dilahirkan di bawah naungan 3 karakter air

Setiap hari Kamis berpesta pora

Nama besar, puja-puji, kedudukan dan kekuasaannya akan membentang di darat dan lautan

Membawa kesengsaraan di daerah timur

 

Jika Raja Teror ditujukan pada penindasan dan penganiayaan terhadap Falun Gong, maka Jiang Zemin penggerak penindasan ini adalah penafsiran utama dari bait-bait ramalan itu. Jiang Zemin dilahirkan di Jiangsu, menapak karier di Shanghai, bertempat tinggal di Zhongnanhai, memenuhi penafsiran 3 karakter air. Huruf Mandarin jiang (Jiangsu), hai (Shanghai), hai (Zhongnanhai) membawa karakter air. Jiang yang memegang kendali pemerintahan komunis dan militer Tiongkok, memenuhi penafsiran bait ketiga. Hasil yang diperoleh dari penindasan terhadap Falun Gong, memenuhi penafsiran keempat. Usaha Jiang menyebarluaskan atheisme, menentang segala bentuk menganut kepercayaan, termasuk agama Kristen di dalamnya, yang dimaksud dengan kebebasan menganut kepercayaan adalah mematuhi pandangan palsu yang diajukan oleh pemimpin “atheis” tersebut. Semua ini sesuai dengan penafsiran dasar ramalan Nostradamus. Bait keempat ramalan Nostradamus, “membawa kesengsaraan di daerah timur”, menunjukkan panggung utama kesengsaraan ini adalah Tiongkok.

 

“Hari Kamis” pada bait kedua masih saja menjadi tanda tanya. Kalau kita mengaitkan dengan penindasan terhadap Falun Gong, maka dapat dilihat, aparat keamanan mulai menangkapi orang pada 20 Juli malam, tetapi media massa baru menyiarkan peristiwa penyerangan ini pada tanggal 22 Juli 1999. Jam 3 sore hari itu, stasiun televisi pusat Tiongkok menyiarkan berita mengenai Falun Gong, tanpa berdasarkan hukum undang-undang dasar, menyatakan Falun Gong sebagai organisasi ilegal, memulai siaran-siaran serangan yang pada akhirnya dibuktikan oleh berbagai saluran informasi luar negeri sebagai berita bohong yang dibuat-buat. Hari-hari itu kebetulan adalah hari Kamis. Mari kita lihat lagi bait-bait berikut:

 

Antichrist dengan cepat membasmi yang tiga itu

Pertempuran ini akan berlangsung selama 27 tahun

Yang tidak mempercayai dia akan dibunuh, ditangkap, dan terusir

Darah, mayat, air bah dan hujan salju merah akan

menyelubungi tanah

 

Antichrist dengan cepat membasmi yang tiga itu” adalah menunjuk pembasmian Zhen, Shan, Ren (Sejati, Baik, Sabar), yang merupakan karakter alam semesta yang dipegang teguh pengikut Falun Gong. Bahkan sekarang di Tiongkok orang-orang tidak boleh menyebut ketiga huruf  ini. Dengan cara mencuci otak memaksa pengikut Dafa untuk mempercayai kebohongannya, banyak yang berpendirian teguh “dibunuh, ditangkap, terusir (menggelandang tanpa tempat tinggal)”. “Darah, mayat, air bah” menunjuk pada penindasan terhadap pengikut, juga menunjuk bencana alam maupun bencana manusia (dulu orang-orang mengira sebagai kemarahan alam) yang menimpa rakyat. “Hujan salju merah” adalah menunjuk kekuasaan komunis yang merajalela. “27 tahun” waktu yang telah berubah.

Mengenai “hari Kamis”, dalam The Century masih terdapat satu bagian:

 

Dataran tanah, lingkup udara, air bah, semuanya dingin membeku

Hari Kamis yang menakutkan datang pun tidak bisa dicegah

Langit tidak lagi cerah

Semua ini akan menyebar ke empat penjuru, hari ini pasti tidak akan terlupakan

 

Bait-bait ini mempunyai persamaan yang langsung terhadap syair ramalan sebelumnya, dapat dikatakan malahan mempertegas segi pentingnya. “Hari Kamis yang menakutkan datang pun tidak bisa dicegah.” Raja iblis akan berpesta pora pada hari tersebut, tentu saja menakutkan masyarakat, tetapi ini adalah merupakan pengaturan sejarah. Pada suatu masa ketika itu, kebohongan menyebar ke seluruh dunia, orang-orang yang mempercayai penghinaan terhadap Dafa ini semuanya berada dalam bahaya. Inilah yang dimaksudkan dengan “langit tidak lagi cerah, semua ini akan menyebar ke empat penjuru, hari ini pasti tidak akan terlupakan”.

Disebabkan fakta sebenarnya telah disiarkan di dunia selama beberapa tahun belakangan ini, menjadikan rakyat di berbagai daerah di luar Tiongkok pelan-pelan dapat menilai benar tidaknya. Kenyataannya setelah Juli 1999, negara-negara Barat tidak mendapatkan pengaruh apa pun, bahkan sambutan dan dukungan terhadap Falun Gong tidak putus-putusnya mengalir. Namun disebabkan kelompok Jiang Zemin tidak henti-hentinya mempergunakan propaganda “satu bahasa” yang menciptakan kebohongan, memblokir fakta, sehingga mengakibatkan rakyat dalam negeri Tiongkok tetap berada di tengah pengelabuan. Inilah relevansi ramalan Nostradamus dengan peristiwa yang sekarang masih berlangsung di China, sekaligus menjadi peringatan bagi orang-orang yang masih terpengaruh kebohongan “Si Raja Teror”.

 

 

2.2 “Buku Kebijaksanaan” yang Mendebarkan

 

Dalam bangunan Sphinx, patung manusia berbadan singa dari Mesir yang termasyhur, juga mencatat ramalan yang mengejutkan. Seseorang menemukan sebuah gua di kaki Sphinx, di dalamnya terdapat sebuah buku catatan peninggalan abad ke-8 yang ditulis tangan di atas selembar kulit kambing, tanda tangan pengarang menerangkan bernama “Danise”. Yang mengejutkan adalah buku tulisan tangan yang disebut sebagai “Buku Kebijaksanaan” itu tidak hanya mencatat kandungan misteri patung manusia berbadan singa Sphinx itu, juga meramalkan akan munculnya “Si Raja Iblis”. Disebutkan:

 

“Saya tidak tahu kapankah kala itu, di tengah manusia akan muncul seorang raja iblis, dia mempunyai kekuasaan yang besar, demi memenuhi keinginannya, rakyatnya membunuh, menjajah dan menjarah. Anak-anakku yang tercinta, janganlah mempercayai omongannya. Setiap katanya, akan membawa kalian ke dalam dosa yang tak terhapuskan dan jurang kesengsaraan.”

 

Ini menjadikan orang-orang teringat pada bait ramalan Nostradamus pada The Century yang mendeskripsikan “Raja Teror”, dan pada buku kulit kambing Denise, masih ada deskripsi terhadap “raja teror” ini.

 

“Dia (raja teror) turun dari langit dengan membawa obor, cahaya yang redup berkedip-kedip di ujung cakrawala. Masih ada seberkas cahaya besar, yang menarik orang-orang ke dalam balutan jubah dewa kematian. Dewaku yang kupuja, tolong selamatkan anak cucu kami.”

 

Deskripsi yang menggetarkan ini menimbulkan banyak terkaan dan pemikiran orang-orang, tak seorang pun dapat memberikan suatu penafsiran yang jelas. Mengenai “Raja Teror” dalam ramalan Nostradamus sudah kami bahas di depan, maka deskripsi dalam bait-bait ini tidaklah sulit dimengerti. “Di tengah manusia akan muncul seorang raja iblis, dia mempunyai kekuasaan yang besar” adalah menunjuk pimpinan tertinggi pemerintah komunis Tiongkok, yaitu Jiang Zemin, memanfaatkan kondisi sosial yang bobrok untuk melaksanakan kekuasaannya yang besar.  Negara, tentara, dan seluruh alat komunikasi berada di bawah kendalinya. (Dia) juga menggunakan kekerasan dan kebohongan, agar rakyat mengira bahwa mematuhinya adalah perbuatan yang benar. “Demi memenuhi keinginannya, rakyat membunuh, menjajah dan menjarah” adalah menunjuk hasrat pribadi “Raja Iblis”, melancarkan penindasan dan penganiayaan kejam terhadap praktisi Falun Gong yang memegang teguh prinsip “Zhen-Shan-Ren (Sejati, Baik, Sabar)”.

 

Melalui alat komunikasi yang dikendalikan, melancarkan fitnah dan penghinaan, juga melalui tekanan pemerintah menjadikan orang-orang mematuhi, menyatakan sikap mendukung pemerintah. Banyak pengikut Dafa kehilangan hak atas prinsip dasar menjadi manusia, diciduk dari rumah, disekap, sampai kepada penganiayaan yang mengakibatkan kematian, seluruh negeri masuk dalam perangkap teror. Yang tidak berlatih dikarenakan ketidaktahuan akan fakta sehingga menapaki jalan buntu menentang hukum murni alam semesta. Kemungkinan juga banyak dari orang-orang ini karena tidak mengerti pentingnya masalah tersebut maka tidak memperhatikan.  Para peramal yang sudah mengetahui akan adanya kejadian ini, meninggalkan catatan ramalan untuk memberitahu anak cucunya: “Anak-anakku yang tercinta, janganlah mempercayai omongannya. Setiap katanya, akan membawa kalian ke dalam dosa yang tak terhapuskan dan jurang kesengsaraan.”

 

Falun Dafa adalah sebutan yang diberikan dengan menggunakan bahasa manusia, pada kenyataannya dia adalah mahahukum alam semesta “Zhen, Shan, Ren (Sejati, Baik, Sabar).”  Tentu saja akibat apa yang dihadapi oleh penindas Fa (hukum) ini sudah dapat diketahui. “Masih ada seberkas cahaya besar, yang menarik orang-orang ke dalam balutan jubah dewa kematian.”  Adalah demikian artinya.

 

“Dewaku yang kupuja, tolong selamatkan anak cucu kami.” Peramal melihat bahwa anak cucunya akan terbasmikan oleh dosa dendam dan kebencian, khawatir namun tak berdaya, maka memohon pertolongan dewa. Sejak Juli 1999, kebohongan itu sudah menyelimuti seluruh dunia. Melalui upaya pengikut Dafa terus-menerus mengklarifikasi fakta selama 3 tahun ini, sekarang ini berbagai negara dan wilayah di dunia sudah menyadari fakta penganiayaan itu. Pemerintah, media massa dan rakyat dari berbagai negara semakin memperlihatkan pengertian dan dukungan terhadap Dafa, ini adalah keberuntungan mereka. Sebaliknya banyak rakyat Tiongkok hingga kini masih terbelenggu dalam dekapan kebohongan, sang “Raja Iblis” itu masih saja tidak berhenti berbuat jahat, hanya dengan membuat masyarakat menyadari fakta, barulah mereka mempunyai kesempatan untuk diselamatkan.

 

Peristiwa yang terjadi saat ini telah diketahui lebih dulu oleh peramal dari bangsa lain, ramalan terhadap apa yang dialami oleh Dafa merupakan saripati ramalan yang terdapat dalam sejarah. Dewa dan nenek moyang bangsa lain mengkhawatirkan bahwa kalau sampai anak cucunya mempercayai segala fitnah dan bohong, akan menyeret mereka dalam kemusnahan, maka mereka menyerukan permohonan, “Dewaku yang kupuja, tolong selamatkan anak cucu kami”. Biar pun dalam sejarah banyak terdapat berbagai ramalan, yang sangat akurat, tujuannya adalah agar supaya orang-orang memberi perhatian pada peristiwa ini.

Bab III

Bai Zi Ming: Prasasti Seratus Karakter

Dalam sejarah Tiongkok, ramalan terhadap penyebaran Falun Dafa sangat banyak, di antaranya ramalan Bai Zi Ming (Prasasti Seratus Karakter) adalah yang paling jelas, penjelasannya mendetail dan spesifik.

 

Bai Zi Ming adalah suatu sajak dengan judul yang samar. Ia hanya dapat dimengerti dengan cara membacanya secara spiral (lihat gambar: A, lay-out asli pada gambar B, pembaca harus mengikuti bentuk spiral). Dari karakter “大” ke “道”, sampai ke “際”, enam karakter menyusun kalimat pertama: ”大道本無涯際”. Kalimat kedua dimulai dari karakter: “示“. Karakter ini berada pada bagian kanan bawah dari karakter terakhir kalimat pertama, “際”. Kalimat kedua juga terbentuk dari enam karakter: “示人愈好愈奇”, di sini karakter terakhir dari kalimat kedua adalah “奇” karakter “ 奇” ini di dalamnya ada sebuah karakter “可”, dan “可”  menjadi karakter pertama dari kalimat ketiga: “可知金丹九轉“. Dengan cara ini, Anda membaca seluruh teks dengan mengikuti sebuah bentuk spiral sampai selesai dengan karakter “笑笑喜喜“, yang ditempatkan pada pusat teks yang asli (ditandai dengan sebuah empat persegi panjang). Sekarang kita bisa membaca seluruh teks pada lay-out.

 

大道本無涯際,示人愈好愈奇,
可知金丹九轉,專為立即玄机,
几個合同會上,一字半點不移,
多少引證憑處,處處有人示維,
系時弄入扣算,廾來佛子還西。
四面八方著眼,艮离坤兌傳濟,
齊口急急莫改,文人也把刀提,
是乃完璧歸趙,走著揚柳垂堤,
土木金水合火,八八九九歸齊,
月結鴻誓大愿,原人笑笑喜喜。

 

 

 

 

Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, menjadi:

 

Jalan besar sebenarnya tidak terbatas, sangat indah dan sangat ajaib untuk ditunjukkan kepada orang,

Dapat diketahui bahwa Dan emas berputar sembilan kali, khususnya untuk membentuk mekanisme berputar.

Dalam beberapa perjanjian pertemuan,

tidak satu karakter atau titik yang diubah.

Begitu banyak kutipan dan bukti, bahwa di mana-mana ada orang yang mendemonstrasikannya.

Ramalan dan perhitungan pada waktu itu,

Buddha tinggal selama 20 tahun lalu pergi ke Barat.

Empat arah delapan penjuru semua kelihatan, menyebarkan dan menyelamatkan segala penjuru,

Semua orang berkata mendesak berubah tetapi tidak berubah, bahkan kaum cendekiawan juga mengangkat  pedang.

Akhirnya seluruh batu giok kembali ke Zhao, berjalan di tebing sungai dengan pohon willow di sekelilingnya,

Tanah, kayu, logam air bergabung api (5 elemen) delapan dengan delapan sembilan dengan sembilan semua kembali,

Cita-cita besar dan janji luhur akhir selesai,

orang masa lalu ketawa gembira.

 

Ramalan Bai Zi Ming mengungkapkan munculnya “Falun Dafa” serta keadaan penyebarannya secara luas. Kata dan maksudnya tidak begitu samar, mudah dimengerti. Terutama pada kedua kalimat pertama secara jelas memberitahu kepada orang di dunia. Misalnya: “Jalan besar sebenarnya tidak terbatas, sangat indah dan sangat ajaib untuk ditunjukkan kepada orang… orang masa lalu ketawa gembira”. Maksudnya sangat jelas dan pasti. Namun peristiwa ini adalah suatu peristiwa yang sangat khusus. Walaupun artikel prasasti ini mengisyaratkan maknanya dengan bentuk spiral, namun bila Anda tidak mendengar ceramah Guru “Li Hongzhi”, tidak membaca buku Zhuan Falun, pada umumnya sangat sulit dimengerti apa maksudnya.

 

Penjelasan:

“Jalan besar sebenarnya tidak terbatas, sangat indah dan sangat ajaib untuk ditunjukkan kepada orang.”

 

Dua kalimat ini adalah memuji bahwa: “Falun Dafa” ini memang besarnya tak terbatas, telah melebihi alam semesta. Disebarkan ke orang-orang itu sungguh baik, sungguh berharga dan sulit ditemui.

 

“Dapat diketahui bahwa Dan emas berputar sembilan kali, khusus untuk membentuk mekanisme berputar.”

 

Dua kalimat ini menunjukkan karakter khusus Falun Gong. “Falun” berkilau cemerlang, lebih berharga dari emas dan berada di Dantian (Dan adalah energi yang berkumpul di posisi Dantian –perut bagian bawah), sembilan kali berputar hingga juga menggerakkan energi mekanik dan mekanisme dan sebagainya.

 

“Dalam beberapa perjanjian pertemuan, tidak satu karakter atau titik yang diubah.”

 

Ini menjelaskan keadaan bagaimana Zhuan Falun menjadi buku. Setelah beberapa kali Master Li Hongzhi berceramah dan mengajarkan Gong, materi ceramahnya dikumpulkan menjadi satu dan dijadikan buku Zhuan Falun.

 

“Begitu banyak kutipan dan bukti, bahwa di mana-mana ada orang yang mendemonstrasikannya.”

 

Dapat diartikan contoh-contoh efektivitas latihan serta belajar Zhuan Falun dari orang-orang yang berkultivasi dan berlatih.

 

“Ramalan dan perhitungan pada waktu itu, Buddha tinggal selama 20 tahun lalu pergi ke Barat.”

 

Menunjukkan pengaturan peristiwa adalah sistematik, panjang waktunya adalah 20 tahun.

 

“Empat arah delapan penjuru semua kelihatan, menyebarkan dan menyelamatkan segala penjuru.”

 

Secara singkat menjelaskan banyaknya orang yang berkultivasi dan latihan serta apa yang dialami oleh sang penyebar Falun Dafa. Mulai dari Timur Laut sampai Provinsi Guang Dong, bagian selatan, barat daya di seluruh negeri Tiongkok, hingga ke dunia Barat. Menyebar ke seluruh dunia dan menyelamatkan orang.

 

“Semua orang berkata mendesak berubah tetapi tidak berubah, bahkan kaum cendekiawan juga membawa pedang.”

 

Adalah menunjukkan pihak berkuasa komunis Tiongkok: stasiun TV, radio, koran, berita, semua media, secara besar-besaran menfitnah menyerang Master Li Hongzhi dan Falun Dafa. Tindakan ini adalah: tindakan kaum cendekiawan membawa pedang mencelakakan umat manusia. Orang yang berkultivasi, orang-orang di dunia harus memperhatikannya.

 

“Akhirnya seluruh batu giok kembali ke Zhao, berjalan di tebing sungai dengan pohon willow di sekelilingnya.”

 

Ini adalah suatu perbandingan dalam legenda. Itu adalah cerita ketika perang negara di masa Chunqiu (770-476 SM di Tiongkok) negara Ji yang kuat menyerang sewenang-wenang negara Zhao yang lemah, secara paksa merampas pusaka giok namun gagal. Di sini menunjukkan: “Falun Dafa” akhirnya mendapat keadilan dan bersih jernih, pengikut Dafa membuktikan tidak bersalah. Angin musim semi muncul lagi, peristiwa Guru mereka kembali ke negari Tiongkok.

 

“Tanah, kayu, logam air dengan api (5 elemen) delapan dengan delapan sembilan dengan sembilan semua kembali”.

 

Ini menunjukkan peristiwa Fa (hukum alam) meluruskan langit dan bumi. Lima elemen, dunia delapan penjuru, langit dan bumi, sembilan dengan sembilan dan bandan langit adalah istilah pengganti manusia di dunia, dewa, Buddha, alam semesta, semua kembali artinya kembali lurus.

 

“Cita-cita besar dan janji luhur akhir selesai, orang masa lalu ketawa gembira.”

 

Itu menunjukkan telah selesai mencapai kesempurnaan. Sang penyebar Fa (hukum, mahahukum), yang mendapat Fa, cita-cita dan sumpahnya telah dilakukan. Orang-orang semua gembira, era baru dimulai lagi. Dalam sejarah para pengikut Dafa semua mempunyai “cita-cita besar” dan telah melakukan “janji luhur”, akan membantu meluruskan Fa. “Orang masa lalu” adalah menunjukkan banyak orang dalam masyarakat umat manusia juga pernah dalam sejarah mengalami samsara dalam kehidupan demi kehidupan, telah mengalami jerih payah, baru dapat berkumpul dalam satu atap pada hari ini untuk belajar dan memperoleh Dafa.

 

Pengarang dari sajak ini, menggunakan 101 karakter bahasa Mandarin, melukiskan suatu proses perubahan fenomena alam yang luar biasa. Dalam sajak tersebut dikatakan penyebaran Falun Dafa akan berlangsung selama 20 tahun, sangat mengejutkan orang! Oleh karena masa ini adalah masa terbentuk kembalinya alam semesta, sejak mulai dari 1992, terlebih dulu mengalami penderitaan itu saatnya Fa meluruskan alam semesta; setelah itu Fa meluruskan dunia manusia, berakhir dengan cemerlang. Setelah 20 tahun kemudian, umat manusia akan memasuki sejarah baru. Sebenarnya dalam ramalan bagsa Maya juga telah dikatakan tahun 1992 hingga tahun 2012 adalah masa pemurnian dan pembersihan. Masalah ini menyangkut masa akan datang bagi setiap orang, khususnya pada kalimat “Semua orang berkata mendesak berubah tetapi tidak berubah,  bahkan kaum cendekiawan juga mengangkat pedang.” Kalimat ini secara jelas meramalkan pihak berkuasa Tiongkok saat ini menggunakan media menfitnah Falun Gong. Kita mesti jelas mengenal masalah ini.

 

Sajak ini ditulis oleh seorang pengikut Tao dengan panggilan “Tao yang Misteri”, dia menggunakan kertas segi empat berwarna merah berukuran 3 inci dan menulisnya dengan pena bulu lalu menjilidnya menjadi buku. Buku ini kemudian jatuh/hilang di masyarakat, mengalami liku-liku beberapa generasi, saat ini tampil lagi di dunia, itu juga bukan kebetulan tapi adalah demi masa akan datang bagi kita semua, hargailah!

 

 

 

 

 

Bab IV

Sajak Bunga Plum:

Ramalan pada Dinasti Song

 

 

Sajak ke-8

Peristiwa di dunia ibarat main catur,

sejak awal sudah terlihat mana yang terpuruk.

Bersatu padu untuk tujuan bersama

namun bencana besar masih saja terjadi.

Macan tutul telah mati namun masih

meninggalkan kulitnya serangkap.

Pemandangan musim gugur terbaik ada di Chang’an

Sajak ke-9

Naga api bangkit dari tidur menyebabkan musibah di Gerbang Yan.

Tembok asli mengalami musibah Zhao yang menanggungnya.

Satu halaman bunga aneh, musim semi ada pemiliknya.

Angin badai sepanjang malam namun tak perlu dikhawatirkan.

Sajak ke-10

Beberapa kuntum bunga plum,

langit dan bumi jadi musim semi

Bila ingin mengetahui perihal Bo dan Fu,

tanyalah penyebab dahulu.

Dalam daerah yang luas dengan sendiri akan ada hari damai.

Segala tempat dianggap sebagai rumah,

siapa tuan rumah dan siapa tamunya.

Penjelasan Sajak ke-8:

 

“Peristiwa di dunia ibarat  permainan catur saja,

sejak awal sudah terlihat pihak mana yang terpuruk.”

 

Dalam sejarah peristiwa yang terjadi di dunia seperti sebuah permainan catur, yang dimaksud di sini adalah masa perang dingin pertentangan antara aliansi negara-negara komunis internasional  dengan kebebasan sistem demokrasi negara Barat. Setelah tahun 1990, negara komunis berubah warna, ini terhadap seluruh komunisme dapat dikatakan, adalah babak terakhir dari suatu permainan catur. Aliansi negara komunis secara total tercerai berai, kebanyakan negara melepaskan sistem komunis, bagi komunis ini adalah bencana besar.

 

“Macan tutul telah mati

namun masih meninggalkan kulitnya serangkap”

Tentu saja setelah negara komunis Uni Soviet tercerai berai, hanya meninggalkan bentuk yang diterima oleh pihak berkuasa Tiongkok, itu ibarat seekor macan tutul yang telah mati, namun seperti telah meninggalkan selembar kulit. Di negara Tiongkok masa kini, sudah tidak ada orang yang mempercayai komunis, termasuk pihak penguasa komunis, mereka hanya mempergunakan bentuk komunis untuk mempertahankan kekuasaannya saja.

“Pemandangan musim gugur terbaik ada di Chang’an”

Agar bentuk kekuasaan politiknya dapat menciptakan prinsip yang masuk akal, pihak berkuasa komunis Tiongkok saat ini, berusaha keras mempercantik kepalsuan dari apa yang disebut keadaan yang sangat baik, mengumpulkan kekuatan finansial yang besar untuk melakukan pembangunan secara besar-besaran, menghias ibukota sedikit. “Chang’an” juga menunjukkan Ibukota Tiongkok, dalam pengertian yang umum adalah Tiongkok.  Namun betapa pun baiknya warna musim gugur juga tidak akan bertahan lama.

Penjelasan Sajak ke-9:

“Naga api bangkit dari tidur

menyebabkan musibah di Gerbang Yan”

“Naga api” adalah naga merah yang jahat. Kata ini secara terpendam mengisyaratkan “peristiwa berdarah 4 Juni di Lapangan Tiananmen”, pada tahun 1989, saat mahasiawa dan masyarakat mengajukan permohonan di Lapangan Tiananmen, mengalami pembunuhan yang keji.

 

“Tembok asli mengalami musibah Zhao yang menanggungnya”

“Tembok asli” pengertian umum adalah negara Tiongkok yang memiliki sejarah yang terus-menerus selama 5.000 tahun, telah mengalami bencana ini. “Zhao yang menanggungnya” menunjukkan Zhao Ziyang, karena peristiwa 4 Juni ditindas. Beberapa kata di bawah ini, bila tidak memandangnya dari bagian utama seluruh sajak, tidak akan mengetahui masalah kultivasi, sangat sulit menjelaskannya secara rasional. Sebenarnya, beberapa kata di bawah ini secara jelas mengungkapkan bagian utama dari ramalan ini. Bila kita lihat sajak kalimat pertama, “Sejak  jutaan tahun yang lalu, untuk pertama kali pintu langit terbuka. Dalam daerah yang luas dengan sendiri akan ada hari damai”, makna sesungguhnya menjadi jelas.

 

“Satu halaman bunga aneh, musim semi ada pemiliknya”

Sebelum tanggal 20 Juli 1999, Falun Gong menyebar di seluruh daratan Tiongkok, di mana-mana adalah pengikut Dafa yang memakai lambang Falun Gong, di mana-mana dapat terlihat gambar Falun. Ini yang disebut “satu halaman bunga aneh”. “Musim semi ada pemiliknya”, adalah menunjukkan suatu hari pada musim semi tahun tertentu, pengikut Falun Gong yang mengalami penindasan akan secara terbuka dan penuh martabat bertemu dengan Gurunya.

 

“Angin badai sepanjang malam namun tak perlu dikhawatirkan”

 

Komunis Tiongkok menggunakan cara-cara pada zaman revolusi kebudayaan menindas pengikut Falun Gong secara besar-besaran, ini tidak dapat dipahami orang, ini yang disebut “angin badai  sepanjang malam”. Namun keteguhan dan semangat penentangan yang terus-menerus yang diperlihatkan oleh Falun Gong adalah sangat luar biasa, sebenarnya jarang terlihat dalam sejarah. Hanya berdasarkan semangat ini saja, sudah dapat dipercaya mereka akhirnya akan memperoleh kemenangan. Jika menggunakan kacamata sejarah untuk melihatnya, biar betapa gilanya kejahatan, betapa ganasnya dingin pada musim dingin akhirnya akan lewat, adalah “tak perlu dikhawatirkan”.

 

Penjelasan Sajak ke-10:

“Beberapa kuntum bunga plum, langit dan bumi jadi musim semi”

Kalimat ini adalah tulisan memperkeras atau memperhidup isinya, seluruh topik sajak adalah datang dari sini, oleh sebab itu disebut “sajak bunga plum”. Pengikut Falun Gong yang telah melewati ujian yang keras menyebar ke seluruh dunia, menyebar ke seluruh daratan Tiongkok seperti bunga plum yang bangga di salju dan es menampakkan kedatangan musim semi. Itu adalah saatnya Fa meluruskan manusia. Segala benda dan makhluk menyambut kedatangan musim semi, menciptakan ketertiban dari kekacauan. Kalimat ini juga bersahutan dengan kalimat pada sajak pertama “berapa banyak orang yang pergi, berapa banyak orang yang datang”, dengan kata lain ada berapa banyak orang yang dapat mencapai kesempurnaan dan kembali?

“Bila ingin mengetahui perihal Bo dan Fu,

tanyalah penyebab dahulu”

Bo dan Fu adalah dua ramalan dalam kitab Yi Jing. “Bo” dan “Fu” adalah dua istilah dari lambang nujum.  Saat “Bo” mencapai titik klimaks. “Fu” pasti akan terjadi, ini juga berarti bahwa sesuatu hal akan berbalik saat mencapai klimaks. Sejarah ibarat sebuah roda yang berputar, ada sebab mulanya tentu ada akibatnya. Sejarah umat manusia semua telah diatur untuk pelurusan Fa kali ini.

 

“daerah yang luas dengan sendiri akan ada hari damai”

Dalam alam semesta yang luas tak terhingga ini secara alami akan datang hari damai.

“Segala tempat dianggap sebagai rumah,

siapa tuan rumah dan siapa tamunya”

Sejak tahun 1992 Master Li Hongzhi menyebarkan Fa, pada dasarnya adalah segala tempat dianggap sebagai rumah. Kalimat belakang “siapa tuan rumah dan siapa tamunya”, secara terpendam mengisyaratkan siapa adalah tuan rumah, siapa adalah tamu. Dalam panggung sejarah siapa adalah pemeran pembantu, siapa adalah pemeran utamanya, sejak awal sudah ada ketentuannya. Kebudayaan umat manusia kali ini semua diciptakan demi Dafa, dibuka demi Dafa, ini juga adalah inti dari seluruh halaman ini.

 

 

 

 

 

Bab V

Sau Ping Ge:

Gambaran Liu Bowen pada Dinasti Ming

 

5.1 Nasihat untuk Kaisar

 

Liu Bowen adalah seorang perdana menteri yang mendirikan negara Dinasti Ming (1368-1644), juga adalah salah satu penulis tiga ramalan besar kalangan rakyat China kuno yang berjudul Sau Ping Ge, dia dengan tepat meramalkan peristiwa penting yang terjadi dari awal Dinasti Ming hingga kini, terutama meramalkan akan penyebaran besar-besaran Falun Dafa serta makna yang mendalam terhadap umat manusia. Berikut ini mari kita tinjau sebentar mengenai beberapa peristiwa Liu Bowen dan ramalannya dalam masa sekarang. (Sau Ping = kue bulat pipih panggang yang ditaburi wijen di atasnya; Ge = lagu).

 

Liu Ji, masyarakat menyebutnya Liu Bowen, adalah seorang perdana menteri perencanaan pendiri negara Dinasti Ming Taizu  (1328-1398). Pada usia 22 tahun, beliau lulus ujian dan dapat ranking tertinggi kerajaan. Sifatnya lurus, teguh, dan terus terang, serta jujur dalam menunaikan tugas jabatan. Belakangan, ia kehilangan jabatan karena membongkar kasus seorang pengawas kerajaan. Ia terdepak, lalu pulang ke rumah dan mengasingkan diri. Setelah Cu Yuanzang merekrut tentara, Liu Ji pergi menggabungkan diri, dan akhirnya membantu Cu Yuanzang sampai berhasil mendirikan kerajaannya.

 

Cu Yuanzang sepertinya dapat angin saja, menumpas habis para perkasa dan berakhir dengan penggulingan terhadap Dinasti Yuan, semua berkat bantuan siasat dari Liu Ji saat itu. Akhirnya karier Cu Yuanzang sebagai seorang kaisar seperti yang diramalkan oleh Liu Ji terwujud. Namun, kalau berbicara dari sudut pandang lain, bahwa pergantian suatu dinasti atau pemerintahan, sudah suratan takdir dari-Nya. Dalam Sau Ping Ge, Liu Bowen berhasil meramalkan masa mendatang nan jauh, tentu saja ia telah mengetahui ajal daripada Dinasti Yuan itu sudah habis, dan Dinasti Ming akan jaya. Oleh karena itu dia baru dapat menyesuaikan dengan kehendak Tuhan dan jadilah ia seorang perdana menteri yang terkenal di masa tersebut.

 

Kita perkenalkan dulu Sau Ping Ge secara singkat. Sebagai penguasa kerajaan, yang paling diperhatikan oleh Zu Yuanzang dari Dinasti Ming Taizu ialah apakah kedudukannya itu dapat dipertahankan secara langgeng. Dia tahu bahwa Liu Bowen adalah seorang Dao yang sangat mengetahui ilmu matematika, lalu bertanya pada Liu tentang peristiwa yang akan terjadi di kemudian hari. Penggantian sebuah dinasti adalah suratan takdir, rahasia atau kehendak Tuhan itu tak bisa dibocorkan dengan seenaknya. Namun, hitung punya hitung Zu Yuanzang adalah seorang kaisar, tidak enak untuk menolaknya, lalu Liu Bowen pun menggubah sebuah lagu syair dengan arti yang samar-samar untuk mengabulkan perintah sang kaisar, sekaligus meninggalkan sebuah karya besar bagi generasi berikutnya yang mengejutkan dunia karena ketepatannya dalam ramalan yang sulit untuk dipercaya. Berhubung saat Liu menghadap, sang kaisar sedang makan kue kering siopia (sauping), maka diberilah nama “Sau Ping Ge” pada gubahannya itu.

 

Pada suatu hari, sang Kaisar Ming Taizu sedang berada di balairung dalam menikmati kue, baru makan sepotong, tiba-tiba seorang pengawas melaporkan bahwa Liu Bowen ingin menghadap, sang kaisar segera membalikkan mangkuknya lalu mempersilakan Liu masuk, setelah diberi hormat, sang kaisar bertanya: “Anda tahu banyak tentang ilmu matematika, lalu tahukah Anda apa gerangan yang ada di dalam mangkuk itu?” Beliau lalu meramal dengan menguli jari-jemarinya dan menjawab: “Yang ada di dalam mangkuk itu separuhnya menyerupai matahari dan separuhnya lagi mirip bulan, pernah digigit sepotong oleh sang naga mas, maka tak lain dan tak bukan isinya itu adalah makanan.” Begitu dibuka ternyata benar.

 

Sesudah itu sang kaisar bertanya bagaimana masalah yang terjadi di dunia di kemudian hari: “Peristiwa apa yang akan terjadi di dunia di kemudian hari? Apakah keluarga Zu akan menikmati selama-lamanya?” Liu Bowen menjawab: “Takdir Tuhan luas tak ada batasnya, anak cucu Tuan puluhan ribu, untuk apa bertanya pada hamba.”

 

Sangat jelas di sini, bahwa jawaban Liu terhadap pertanyaan Cu Yuanzang mempunyai ucapan yang mengandung dua makna, dari permukaan itu adalah sepatah kata penghormatan, mengatakan secara jelas bahwa singgasana sang kaisar akan bertahan selama-lamanya, namun sesungguhnya adalah ramalan yang jelas dan tepat: bahwa kekuasaan Dinasti Ming akan bertahan hingga Zhung Zen sang cucu kaisar saja. Kelihatannya saat itu Liu Ji tidak enak untuk mengatakannya secara jelas serta tidak berani menanggung dosa membohongi kaisar, sehingga melontarkan kalimat yang bermakna rangkap.

 

Silakan simak kata-kata berikut ini:

Kaisar: “Walau dari dulu hingga sekarang, jatuh bangunnya sebuah kerajaan sudah suratan tangan dari-Nya, apalagi di dunia kekuasaan ini bukan milik seseorang saja, hanya bagi mereka yang berahklak saja akan menikmatinya, tak ada salahnya jika berkata sacara terus terang, dan coba diuraikan saja.”

Liu: “Jikalau membocorkan rahasia Tuhan, dosa hamba tidak ringan, hamba membuat amarah baginda menerima hukuman mati ribuan kali, baru berani dengan gegabah mempersembahkan saran.”

 

Sang kaisar lalu segera memberi tanda perintah pembebasan dari hukuman mati, Liu berterima kasih atas pengampunan sang kaisar, sarannya adalah meskipun sang kaisar pada zaman dahulu kala adalah penguasa tertinggi dalam suatu negara, namun dia tahu juga bahwa jatuh bangunnya sebuah kerajaan itu ditentukan oleh takdir serta sulit ditolak.

 

Apalagi efek ucapan sang kaisar itu luar biasa besar, itulah sebabnya setelah beliau diberikan tanda perintah pembebasan dari hukuman mati oleh sang kaisar, maka mulailah  ia mengungkapkan peristiwa yang akan terjadi di masa akan datang dengan lagu syair dan berusaha sebaik-baiknya sesuai dengan apa yang dikatakan dalam takdir itu. Ucapannya itu hanya menggunakan perkataan instuisi dan arti kiasan dalam jumlah besar saja, oleh karena itu, setelah suatu peristiwa terjadi, orang baru sadar akan tepatnya ramalan itu. Sau Ping Ge secara tepat mengisahkan tentang “perubahan tanah dan kayu”, “keluarga pejabat mengacaukan pemerintahan”, “masuknya tentara Ching ke Tiongkok”, “masa keemasan Kaisar Kangxi (1662-1722) dan Jianlong (1736-1795)” serta “akhir dari Dinasti Ching dan setelah Pemerintahan Minkuo (1912-1949),” hingga kini “tersebarluasnya Falun Dafa” yang sudah bersejarah 600 tahun lebih. Bagi mereka yang telah menjadi bagian dari sejarah pun tahu, di samping itu penjelasannya juga tidak sedikit, untuk itu tidak dirinci satu per satu lagi di sini, namun bagi peristiwa kini dan masa mendatang, baru menjadi topik utama artikel kami. Paragraf terakhir dari Sau Ping Ge itu ada kaitannya dengan Falun Dafa, menyangkut hal-hal yang detail, rinciannya pun tidak dibahas lagi di sini. Berikut ini kami sampaikan paragraf lain dialog antara Liu Bowen dengan sang Kaisar Ming Taizu,  pembahasannya lebih jelas dan menarik.

 

Kaisar: “Setelah akhir darma siapakah yang akan menyebarkan Dao (jalan kebenaran)?”

Liu: “Ada syair sebagai bukti; tidak mirip biarawan dan tidak mirip pendeta Dao, kepala mengenakan topi wol yang berbobot 4 tahil (200 gram). Buddha sejati itu tidak berada di dalam vihara, dan dialah memegang pucuk pimpinan agama Buddha Maitreya.

 

Kaisar: “Di mana tempat Buddha Maitreya turun ke dunia ini?”

Liu: “Silakan dengar ucapan hamba ini: ‘tokoh agama di masa mendatang turun ke dunia fana, tidak lahir di rumah pejabat atau pegawai negeri, tidak sebagai putra mahkota yang ada di istana, tidak berada di biara Buddha atau kompleks Dao, tapi justru turun di dalam rumah miskin dengan balai rerumputan, menyebarkan emas di selatan Yan dan utara Zhao.”

 

Kaisar: ”Tolong diterangkan dengan jelas dan supaya generasi berikutnya mengetahuinya dengan jelas apa yang akan terjadi setelah Dinasti Ching berakhir.”

Liu: “Hamba tidak berani beberkan semuanya, namun sebelum dibukanya angkutan laut untuk umum, Dinasti Ching stabil adanya, setelah angkutan laut dibuka, senjata dan tentara digunakan, jika semuanya sudah dibuka kembali, sudah pasti air tua akan kembali ke ibukota.”

 

Kaisar: “Apakah air tua ada gunanya?”

Liu: “Ada, ada, ada, para Dao di bawah bimbingannya masuk ke dalam barisan kultivasi, besar berubah kecil, yang tua akan berubah menjadi muda, para biksu disukai oleh wanita cantik, sungguh lucu yang akan datang sungguh lucu, saat wanita kawin dengan biksu akan tiba!

 

Kaisar: “Mengapa Anda menyebut kata Dao?”

Liu: “Setelah tiba masa akhir zaman, penguasa alam turun ke dunia, ribuan Buddha turun ke dunia fana, seluruh langit penuh bintang, kelompok A Han, Boddhisattva memenuhi seluruh langit, sulit melepaskan diri dari bencana ini, adalah Buddha pada masa akan datang, turun ke dunia menyebarkan Dao, sang Buddha dan para penguasa alam di atas langit dan di bumi, tidak ketemu benang emas perjalanan, sulit terhindar dari bencana, buah status tersingkirkan, setelah akhir darma, Maitreya menutup 81 bencana.

 

Penjelasan:

Asal-usul: Paragraf ramalan ini menceritakan dengan jelas asal-usul Falun Dafa, awal mula sampai dengan penyebarannya. “Setelah akhir darma siapakah yang akan menyebarkan Dao,” itu menunjukkan Fa (hukum) dan Dao pada masa akhir dari akhir darma siapa yang menyebarkannya.

Liu menjawab, “tidak mirip biarawan dan tidak mirip pendeta Dao” menunjukkan bukan seperti tokoh dalam agama, “kepala mengenakan topi wol yang berbobot 4 tahil (200 gram)” hanya suatu perbandingan, sebab rambut orang masa kini (pria) beratnya hanya 4 tahil. “Buddha sejati itu tidak berada di dalam vihara, dan dialah memegang pencetus agama Buddha Maitreya”, secara jelas mengatakan Buddha Maitreya turun bukan dalam agama Buddha, namun adalah “justru turun di dalam rumah miskin dengan balai rerumputan” secara mutlak adalah keluarga biasa yang miskin. Karena Master Li Hongzhi menyebarkan Falun Dafa adalah dengan metode “Falun Gong”, dan bukan dengan agama Buddha atau agama lainnya, dan juga Master Li Hongzhi dilahirkan dalam keluarga miskin.

 

Mengenai turun ke dunia fana dan tempatnya:

 

“Kaisar berkata: Di mana tempat Buddha Maitreya turun ke dunia ini? Liu berkata: Silakan dengarkan ucapan hamba ini: tokoh agama di masa mendatang turun ke dunia fana…, “ paragraf ini secara jelas menceritakan kelahirannya. Paragraf terakhir; “menyebarkan emas di selatan Yan dan utara Zhao.” “Yan” menunjukkan bagian utara Hepei, dahulu disebut negara Yan. “Selatan Yan” menunjukkan sekitar Beijing (sebab bagian utara Beijing adalah pengunungan Gunung Yan, juga karena hal ini memperoleh nama seperti ini); “Zhao” dahulu menunjukkan bagian selatan dan sekitar Hepei. Karena ibukota negara Zhao dulu disebut negara Yan, tempatnya tepat di selatan Beijing. Oleh sebab itu selatan Yan dan utara Zhao tidak ragu-ragu lagi itu adalah Beijing. “Menyebarkan emas” ini menunjukkan pada tahun 1992 Shifu Li Hongzhi mulai menyebarkan Dafa di Beijing (saat pameran kesehatan agar dikenal banyak orang).

 

Waktu:

 

Setelah masa tertentu Dinasti Ching  sampai “terbuka secara menyeluruh” yang disebut keterbukaan masa revolusi “semua sudah terbuka”, dan juga orang yang berkuasa namanya mengandung tulisan air dalam bahasa Tionghoa. “Air tua” (menunjukkan yang lain, di sini tidak diperbincangkan).

“Kaisar berkata: Tolong diterangkan dengan jelas dan supaya generasi berikutnya mengetahuinya dengan jelas apa yang akan terjadi setelah Dinasti Ching berakhir.” (Karena Liu Bowen ada syair lagu Sau Ping Ge, ini untuk dilihat orang masa mendatang, pernah meramal dinasti tertentu setelah Ming), oleh sebab itu dia berkata: Sebelum dibukanya angkutan laut untuk umum, Dinasti Ching stabil adanya” menunjukkan sebelum keterbukaan Ching ia adalah stabil, “setelah angkutan laut dibuka senjata dan tentara digunakan” menunjukkan setelah akhir Ching kekuatan menyerang masuk ke Tiongkok, kemudian perang dari tahun ke tahun sampai “semuanya sudah dibuka kembali” yaitu Tiongkok membuka secara total terhadap perdagangan luar negeri (termasuk WTO sekarang). “Sudah pasti air tua akan kembali ke ibukota.” Air tua, menunjukkan materi dalam air, air sebagai nama, kembali ke ibukota, menunjukkan kedudukan di Beijing menjadi kepala negara.

 

Dao, bagaimana berkultivasi?

 

“Kaisar: Mengapa Anda menyebut kata Dao? Liu: Setelah tiba masa akhir zaman, menunjukkan ketika masa akhir darma akan berakhir,” menunjukkan waktu. “Penguasa alam turun ke dunia, ribuan Buddha turun ke dunia fana,” secara jelas mengatakan Buddha, Dao dan Dewa di atas langit serta makhluk berjiwa yang lebih tinggi juga akan turun menerima dan berevolusi dengan Dafa ini. “Bencana ini” menunjukkan diturunkan ke tengah manusia, mempergunakan fisik manusia untuk berevolusi dengan Dafa, seperti Buddha Boddhisattva sesungguhnya menunjukkan Buddha: planet bintang-bintang memenuhi seluruh langit, kelompok A Han menunjukkan Dao dan aliran lainnya. Juga adalah Buddha akan datang (Buddha Maitreya atau bisa disebut Buddha akan datang), turun menyebarkan Dao, Sang Buddha dan para penguasa di langit dan bumi, biar siapa pun dia, tidak ketemu “seutas perjalanan” yang berharga ini, yaitu seutas perjalanan yang lebih berharga dari emas, sulit melewati bencana ini, buah statusnya dapat tersingkirkan.

 

Dialog ini sudah dikatakan dengan sangat jelas, mengemukakan secara jelas terhadap masa kini, karakter dan penyebaran Dafa di masa kini. Yang lebih mengejutkan orang adalah, dia mengemukakan biar Sang Buddha dan para penguasa di langit, juga harus turun berevolusi dengan “Sejati, Baik, Sabar” dari Dafa. Ini sama dengan apa yang diramalkan oleh ramalan Barat masa manusia dan dewa bersamaan mempunyai pengertian yang sama. Dari sini dapat diketahui, jika menghina Dafa, menindas pengikut Dafa yang sejati dosanya pasti akan sangat berat. Rahasia langit sudah terkuak menunggu kapan lagi: fakta sesungguhnya terungkap sudah terlambat disadari. Sadarlah!

 

5.2 Monumen Pagoda Jinling

 

Pagoda Jinling China dibangun di Kota Nanjing sekitar 1400 M oleh penasihat militer dan ilmuwan terkenal Dinasti Ming, Mr. Liu Ji (alias Liu Bowen). Karena pagoda tersebut diruntuhkan pada awal abad 20 atas perintah panglima Chiang Kaishek, tulisan monumen ini lantas ditemukan. Tulisan itu dituangkan dalam bentuk syair berbahasa China, dengan teka-teki tentang hal-hal yang diramalkan dan akan terjadi antara 500-600 tahun setalah Dinasti Ming.

 

Pagoda Jinling, Pagoda Jinling

Penafsiran: menunjukkan Pagoda Jinling di Nanjing China.

 

Dibangun oleh Liu Ji, diruntuhkan oleh Jieshi

Penafsiran: Liu Ji adalah Liu Bowen sedang Jieshi adalah Chiang Kaishek.

 

Pagoda diruntuhkan, tentara dan rakyat saling membunuh

Penafsiran: Sampai waktunya pagoda akan runtuh, tentara perang hancur di dalam negeri komunis Tiongkok.

 

Kepala berumput menghadapi orang dengan kepala berumput

Penafsiran: “Kepala berumput” yang pertama menunjukkan komunis; “orang dengan kepala berumput” yang kedua menunjukkan “Chiang Kaishek”.

 

Sampai terakhir hanya “setengah kura-kura yang menciut banjir besar mengalir di mana-mana seluruh daerah terendam”, “punggung orang yang berjalan di jalan menghadap ke barat”

Penafsiran: Tiga kalimat tersebut masing-masing berpadan dengan tulisan “Mao” “ Ze” “Dong” dalam tulisan Mandarin.

 

Matahari terbit di Timur dan tenggelam di Barat

Penafsiran: Simbol dari penyerbuan Jepang ke China dan akhirnya dapat dikalahkan oleh China, Amerika dan Inggris.

 

Setiap rumah tangga mengalami penderitaan yang mengerikan

Penafsiran: Penduduk China dicelakai oleh invasi Jepang.

 

“De” dan “Yi” bebas tanpa ikatan, kemakmuran yang berlimpah-limpah lenyap dalam sebuah mimpi

Penafsiran: Fasis Jerman dan Itali kalah perang dan menyerah.

 

Bendera merah, bintang besar

Penafsiran: Bendera merah adalah kaum komunis China dan 5 sudut bintang terbit.

 

Setiap rumah tangga masih menderita

Penafsiran: Orang-orang China masih hidup dalam kemiskinan.

Tiga gunung sulit berpijak terus, lima anak-anak semua dipromosikan dengan bangga

Penafsiran: Kebudayaan tradisional dihancurkan dan orang-orang yang berhubungan dipromosikan dengan bangga.

 

Tubuh dan pikiran sibuk, sibuk, sibuk; “angin bersih” jembatan runtuh jalan ibarat  gila-gilaan

Penafsiran: Karena dipromosikan orang-orang menjadi sibuk untuk kepentingan pribadinya, pada awalnya jujur dan tulus tanpa main korupsi akhirnya menjadi bejat dan korup.

 

Ketika Anda membentuk satu partai saya juga satu partai

Penafsiran: Dalam membentuk partai bersama, keinginan mencari keuntungan pribadi sangat besar.

 

Duduk di balai tinggi, makan makanan bermutu, sama sekali tidak peduli dengan perkabungan orang lain

Penafsiran: Dalam kenyataannya, orang-orang ini hanya menjaga kekuasaan, keuntungan dan kepentingannya sendiri, tidak peduli terhadap hidup mati orang lain.

 

28 orang memperoleh popularitas, walaupun semai jarum bisa memenangi pedang dan tombak

Penafsiran: Dalam karakter tulisan China 28 digabung menjadi kata “komunis”, komunis membohongi rakyat untuk memperoleh kepercayaan, hingga tumbuh dari kecil menjadi besar dan merampas kekuasaan.

 

Cahaya bintang kecil, menghindari cahaya bintang, dua puluh akan membawa 2 orang pergi ke utara. Meninggalkan kayu rumah, bingung di jalan, pergi ke mana-mana semua orang memfitnah.

Penafsiran: Sang Sadar dengan kategori kayu dan pengikutnya yang berkultivasi dan berlatih difitnah, pergi meninggalkan negara China, pengikutnya kehilangan tempat tinggal.

 

Memalang pintu pada lautan luas, sungai yang luas namun tidak luas

Penafsiran: Keadaan komunis China menutup sosial masyarakatnya.

 

Ladang yang baik terbentang luas tidak ada pria yang menggarapnya, sutera yang sangat baik tidak ada wanita yang memintal

Penafsiran: Kemerosotan ekonomi di bawah pergerakan politik kaum komunis.

 

Gadis cantik pilih kasih pada jenderal, Anda dan saya saling membantu

Empat air,  hari kayu yang beruntung, tiga harimau mengaum keras

Penafsiran: Karakter tulisan China “empat”, “air”, “beruntung” bila digabungkan adalah tulisan China “Ze”, “kayu” dan “hari” dalam kata China digabung menjadi “Dong” dan “tiga” dan “harimau” dalam kata China digabung menjadi “Biao”.

 

Orang kulit putih sungguh-sungguh mempunyai kekuatan, tapi karena hati berbunga burung ketakutan, mengenyahkan air pergi dari Han selatan, anak di luar kembali ke ibu negara.

Penafsiran: Hongkong kembali ke China.

 

Penuh dan kosong ada ketentuannya, kemakmuran dan kemunduran juga ada nihilnya.

Penafsiran: Segala sesuatu ditentukan oleh keinginan langit.

 

“Gunung Spirit” mengalami bencana besar, kobaran api jatuh ke dalam gelombang terapung yang besar

Bencana, bencana, bencana, para dewa juga tak terelakkan.

Penafsiran: Yang dimaksud dengan “Gunung Spirit” adalah sebuah gunung besar dalam alam semesta, yang disinggung dalam agama Buddha adalah gunung ini, adalah tempat berkumpulnya para Buddha, Tao dan Dewa. “Jatuh ke dalam gelombang terapung yang besar” maksudnya adalah tenggelam dan terapung. Kalimat tersebut artinya kekuatan pelurusan hukum alam semesta, membersihkan, mengasimilasi dan menata kembali segala sesuatu dalam alam semesta, termasuk juga “Gunung Spirit” di dalamnya, umat manusia di dunia juga tidak terkecualikan.

 

Hantaran tiupan angin timur bertiup menyebabkan duka cita pada rumput dan kayu.

Penafsiran: Partai Komunis China selalu menganggap dirinya sebagai angin Timur. Dalam alam semesta suatu kekuatan lama mengganggu pelurusan hukum dengan mempergunakan Partai Komunis menindas Dafa dan manusia di dunia, Partai Komunis sepanjang ini selalu melihat khalayak ramai enteng ibarat rumput dan sayur. Dan “kayu” menunjukkan orang yang berkategori “kayu” (Master Falun Gong). Dalam penindasan kejahatan semua adalah cara, kebohongan agar orang-orang berdosa terhadap hukum alam, sangat menyedihkan! Orang yang berkategori “kayu” yang menyelamatkan orang melihat umat manusia di berbagai tingkat berdosa terhadap hukum alam, sungguh menyedihkan!

 

Banjir deras menggapai langit dan mengejar matahari

Penafsiran: Kejahatan yang menyiksa Dafa ibarat banjir besar atau binatang ganas, merambah langit menyelimuti bumi, berangan-angan menindas para praktisi Falun Gong, dengan kebrutalan dan keganasan, tetapi betapa brutal dan ganas pun masih belum sanggup menutupi seluruh langit dan matahari.

 

Enam akar yang tidak murni hanyut mengikuti ombak

Penafsiran: Para praktisi yang keterikatannya terlalu berat atau tidak giat belajar Fa tidak dapat dianggap sebagai kultivator yang sejati, dalam pengujian hanya bisa terhanyut terbawa arus.

 

Buah sejati berhasil dikultivasi akan naik ke podium langit

Penafsiran: Hanya pengikut Dafa yang teguh baru dapat berhasil berkultivasi menuju ke langit, mencapai kesempurnaan memperoleh buah sejati.

 

248,379

Penafsiran: 2 tambah 4 adalah 6. 248 berarti kalender Imlek hari ke-8 bulan ke-6. Yaitu pada pada 20 Juli 1999 ini adalah hari dimulainya penindasan terhadap Falun Gong, sampai musim semi suatu tahun tertentu penindasan selesai. “379” mungkin menunjukkan kalender Imlek hari ke-16 bulan ke-3

 

Akar penyebab bencana penindasan sudah lama waktunya

Penafsiran menunjukkan:

(1) Dalam alam semesta ada hukum terbentuk, bertahan, rusak, hancur.

(2) Manusia dalam sejarah secara perlahan-lahan mengalami dekadensi, hingga sampai masa sekarang kualitas moralnya sudah sangat merosot.

Dengan melihat ini, gangguan dan penindasan terhadap hukum alam semesta (Dafa) serta pada masa yang akan datang yang dihadapi makhluk hidup tentang adanya penyingkiran secara besar-besaran adalah pasti.

 

3 dan 10 atau 37 orang, tanah air yang indah permai akan berubah warna

Penafsiran: Menunjukkan dalam masyarakat yang baik, yang jahat dan yang dapat melangkah masuk ke masa akan datang, Dafa akan membawa kebudayaan sesungguhnya yang seharusnya dimiliki umat manusia.

 

Kuda tidak mengangguk batu tenggelam ke dasar, sesudah bunga merah mekar kemudian bunga putih (editor Zhengjian mencatat seharusnya kuning) mekar, orang cantik datang ke atas Gunung Emas Ungu.

Penafsiran: Jika penindasan terhadap Dafa pada tahun kuda tidak selesai, maka batu sendi merah akan tenggelam dan lenyap. “Sesudah bunga merah mekar kemudian” berarti komunis tidak akan kembali hidup lagi. “Bunga “kuning mekar”, para kultivator Falun Gong lebih banyak memakai seragam kuning dari aliran Buddha, Falun Dafa akan membawa kemakmuran dan kebudayaan baru bagi masyarakat dunia. “Orang cantik datang ke atas Gunung Emas Ungu”, yang dimaksud dengan “Gunung Emas Ungu” di sini adalah kota Beijing di China, “orang cantik datang” menunjukkan ada orang datang dari Amerika. (Karakter tulisan cantik sama dengan karakter tulisan Amerika dalam tulisan Mandarin).

 

Satu bencana demi satu bencana, satu celaka demi satu celaka.

Penafsiran: Menunjukkan segala sesuatu yang dilakukan oleh partai komunis Tiongkok terhadap orang Tionghoa dalam berkali-kali kegiatan politik, termasuk Falun Gong sekali ini, setiap bencana dan penyiksaan semua harus dibayar.

 

19 wanita cantik berumur 55, tempat yang baik orang terkemuka menghasilkan golongan atas yang baru.

Pahlawan mencabut habis bulu di batu, darah mengalir di tongkat ukur puluhan ribu orang mengerang

Kepala tumbuh tanduk, mata memancarkan sinar, semua penduduk tidak perlu panik dan tangis

Masa kemakmuran bagi negari China akan datang, empat musim menanam bahan pangan yang damai dan tenteram

Penafsiran: Menunjukkan masalah yang akan terjadi di masa akan datang (tentang masa yang akan datang yang lebih mendetail tidak dijelaskan di sini).

 

Satu udara membunuh ribu puluhan juta, kambing besar lebih ganas dari macan tutul dan serigala

Penafsiran: “Kambing besar” menunjukkan tahun 2003 –tahun kambing, “satu udara” menunjukkan semacam wabah, tidak dapat dilihat, tidak dapat diraba, namun berhubungan dengan penyakit asma dan pernapasan, oleh sebab itu disebut “udara”, mungkin dapat mengakibatkan puluhan juta orang meninggal.

 

Udara yang ringan menggerakkan gunung yang tinggi, seutas benang besi pun sulit ditahan

Penafsiran: Wabah penyakit kelihatannya seperti segumpal udara, namun membuat penyelenggara negara terguncang, itu juga menunjukkan seriusnya wabah penyakit. “Seutas benang besi pun sulit ditahan”, tidak ada cara mencegah dan menahannya.

 

Manusia ketemu harimau ganas sulit menghindar, orang yang beruntung tinggal di desa pegunungan

Kota yang makmur, berubah menjadi lautan yang luas

Gedung pencakar langit, berubah menjadi lumpur hancur

Penjelasan: “Harimau ganas” menunjukkan Jiang, orang ini lahir pada tahun harimau, kejam namun kepribadiannya palsu. Penindasannya terhadap Dafa telah membawa bencana besar bagi umat manusia. Kekejaman buruknya ibarat harimau. Para pejabat tidak melakukan kebajikan, masyarakat dicelakai. “Orang yang beruntung tinggal di desa pegunungan” mungkin menunjukkan orang yang baik hati, orang yang lurus ini tidak tercemar bersama-sama dalam “kota yang makmur, gedung pencakar langit”, secara samar-samar tidak turut serta dengan kelompok Jiang tercemar.

 

“Kota yang makmur, berubah menjadi lautan yang luas”, “gedung pencakar langit yang tinggi, berubah menjadi lumpur hancur” membuat kita teringat kembali pandangan runtuhnya kota besar Babilon dalam “…dalam Alkitab.” Kota besar Babilon menunjukkan Beijing.

 

Orang tua mati, sulit dikubur

Bapak-ibu mati, anak cucu mengangkatnya

Segala makhluk sama-sama mengalami bencana, kutu busuk dan semut pun juga tidak luput

Penafsiran: Di sini menjelaskan pandangan ketika Fa meluruskan dunia manusia pada masa yang tidak lama lagi, orang yang berdosa akan disingkirkan oleh wabah penyakit, banjir, api atau cara lainnya. Itu merupakan pandangan duka cita dan sedih.

 

Beruntung dua batang pilar kayu membantu menopang rumah besar. Burung terbang kambing pergi pulang ke kampung halaman

Dapat bertemu dengan kelinci kayu dapat memperpanjang umur, manusia langit diberkati kegembiraan dan kesehatan

Bagi mereka yang memahami makna terpendam, keberuntungan dan kamasyhuran berlangsung ratusan generasi

Penafsiran:  “Dua batang pilar kayu” digabung dalam tulisan Mandarin menjadi “hutan”, dan juga menonjolkan “kayu”, yaitu “kayu” dalam lima unsur: namun “kelinci kayu”, dalam lima unsur termasuk kategori “kayu”, ini menunjukkan Sang Sadar yang menyelamatkan orang lahir pada tahun kelinci. Tentang ini banyak ramalan sudah mengatakannya.  Secara sederhana dapat dikatakan: menghadapi bencana, makhluk hidup adalah beruntung bertemu dengan Falun Dafa yang diajarkan belas kasih Sang Sadar yang dilahirkan pada tahun kelinci kayu. Jika Anda dapat memperoleh Dafa, Anda dan lingkungan Anda akan diberkati. Walaupun Anda tidak tertarik dalam kultivasi, memperlakukan Dafa dan praktisi dengan baik akan membawa Anda kebaikan yang besar.

 

Gedung pencakar langit dan gedung bertingkat menjulang tinggi ke angkasa langit, kendaraan berhilir mudik dengan ramai malah tenggelam hilang

Ikan mas di kolam air yang dangkal akhirnya mengalami bencana, sibuk selama ratusan tahun lenyap dalam sebuah mimpi.

Penafsiran: Kemasyhuran permukaan Komunis China, biar “gedung pencakar langit dan gedung bertingkat” ataupun “kendaraan berhilir mudik dengan ramai”, adalah ibarat “ikan mas di kolam air yang dangkal”, tidak akan tahan lama. Begitu masa kebaikan dan kejahatan mendapat balasan, segala kebohongan dan pemalsuan akan musnah dalam sekejap. Kemudian orang baik yang tidak (berbuat jahat terhadap Dafa) akan masuk ke  Era Baru.

 

5.3 Inskripsi Prasasti di Gunung Taipei

 

Seorang berbakat ajaib pada Dinasti Ming sekaligus pendeta Tao bernama Liu Bowen pernah membantu Kaisar Cu Yuanzang menjadi seorang kaisar dan mendirikan Dinasti Ming, ia adalah seorang bertalenta tinggi yang jarang didapati. Banyak ramalan yang diwariskan olehnya kepada generasi kemudian, termasuk (Sau Ping Ge) yang tersohor dan banyak dikenal orang itu. Sajak yang diinskripsi pada prasasti di Gunung Taipei ini adalah ramalan lain darinya. Terjemahannya sebagai berikut:

 

“Langit bermata, bumi pun bermata,

setiap orang memiliki sepasang mata,

langit terbalik, bumi pun terbalik,

bebas tanpa pikiran dan suka ria tak ada batasnya.”

 

Penjelasannya: Bahwa keadilan Tuhan itu jelas ada, perkembangan sejarah manusia pun selalu berubah berdasarkan hukum rotasi alam semesta. Tapi setiap orang pun mempunyai pilihan antara baik dan jahat dalam kelakuannya, dan setiap orang juga harus ada sepasang mata untuk membedakan mana yang baik dan mana jahat, namun kelakuan manusia pun tak dapat lolos dari penimbangan prinsip hukum alam semesta ini (langit bermata, bumi pun bermata). Umat manusia bakal mengalami perubahan besar yang  menggemparkan dunia, asalkan menuruti prinsip langit, maka manusia akan “bebas tanpa ikatan dan bersuka ria.”

 

“Yang miskin sepuluh tinggal seribu,

yang kaya sepuluh ribu tinggal dua tiga”,

jika si miskin dan si kaya tidak mau mengubah sikap,

lihatlah masa kematian sudah di ambang pintu.”

 

Penjelasannya: Malapetaka besar pada akhir darma ini mengerikan sekali. Ramalan dari beberapa bangsa pun pernah menyinggungnya. Baik rakyat biasa, maupun pejabat dan golongan atas yang mempunyai uang dan kekuasaan, semuanya akan mengalami petaka besar ini. Apalagi pejabat korup yang suka menghalalkan segala perbuatannya dan mencari keuntungan pribadi semata, lebih-lebih sulit untuk lolos dari malapetaka ini. Hanya bagi mereka yang “mengubah sikap”, tinggalkan kejahatan dan kembali pada kebajikan, kalau tidak hanya bisa “lihatlah masa kematian sudah di ambang pintu.” Namun, apa gerangan sebenarnya yang membuat rakyat banyak pun ikut menerima dosa besar ini dan mengalami kutukan Tuhan itu?

 

Di tanah dataran luas tidak ada padi-padian yang ditanami,

berjaga  di kawasan sekitar tak ada tanda-tanda kehidupan manusia bermukim,

jika bertanya bahwa kapan wabah itu akan muncul,

lihat saja musim dingin di bulan September dan Oktober”.

Penjelasannya: Dalam malapetaka ini, yang pokok adalah tersebarnya wabah besar. Wabah besar itu akan terjadi pada bulan September dan Oktober kalender Tionghoa. Akan berakhir dengan “belantara datar tanpa tanaman palawija ataupun padi-padiannya dan kosong melompong tanpa penghuni”.

 

NB: Kalau ditinjau kembali, bahwa penyakit SARS yang ada kini, mustahil tidak membuat orang berkeluh-kesah. Walau dikatakan bahwa saat ini kondisinya agak sedikit reda, tapi terhadap asal-usul, pengobatan dan diagnosa pun kehilangan akal, barang kali tak bisa dikatakan tidak berisiko lagi.

 

“Orang yang berbuat baik  dapat menyaksikan,

orang yang berbuat jahat  tidak dapat melihatnya,

di dunia ada orang yang berbuat amal,

mengalami musibah ini sungguh tidak menguntungkan.”

Penjelasannya: Pada bencana besar ini, saat kondisi sedang ganas-ganasnya, “bagi yang melakukan kejahatan” dikhawatirkan belum sempat berpaling dan ingin bertaubat sudah terbunuh. Namun, “bagi orang yang berbuat amal” bisa menyaksikan semua ini. Dalam akhir darma dan kacau balau ini, ada yang “berbuat amal besar”, sesungguhnya jika mengikuti orang “berbuat amal besar” ini, segala sesuatunya akan menguntungkan, jika tidak hati-hati dan mengikuti “orang yang berbuat jahat”, akan mengalami bencana ini, sungguh “tidak beruntung”.

 

“Masih ada sepuluh kecemasan di depan mata;

kecemasan pertama karena dunia ini kocar-kacir,

kecemasan kedua meninggal karena kelaparan di sana-sini,

kecemasan ketiga ialah telaga besar mengalami suatu petaka besar,

kecemasan keempat adanya isyarat asap berbahaya di beberapa provinsi, kecemasan kelima karena kehidupan rakyat tidak tenteram,

kecemasan keenam berada di musim dingin di antara bulan September dan Oktober,

kecemasan ketujuh ialah walau ada nasi tapi tak ada yang makan,

kecemasan kedelapan ada orang tapi tiada pakaiannya,

kecemasan kesembilan ialah ada mayat tak ada yang mengurusinya,

kecemasan kesepuluh, ialah sulit untuk melewati tahun Babi dan Tikus.”

 

Penjelasan: Malapetaka kali ini akan mendatangkan sepuluh kekhawatiran besar bagi umat manusia: Dunia ini dalam keadaan kacau balau, kelaparan, yang dimaksud “telaga besar akan mengalami suatu petaka besar” ini, barang kali dimaksud adalah suatu musibah banjir, api dan wabah, kemungkinan besar adalah banjir. Mungkin terjadi kerusuhan di berbagai provinsi, rakyat pun gelisah sepanjang hari. Masih lagi dengan wabah besar yang terjadi di musim dingin bulan September dan Oktober. “Ada nasi tapi tak ada yang makan,” mungkin ditujukan pada makanan yang dihidangkan di luar dan tidak berani disantap oleh orang karena takutnya terjangkit wabah penyakit. Atau barang kali banyak yang meninggal,  yang masih hidup itu sedikit sehingga nasi pun disia-siakan. Wabah menyebabkan kematian terlalu banyak sehingga “tidak ada yang mengurusinya.” Sulit melewati “tahun Babi dan Tikus”. Bahwa justru “tahun Babi dan Tikus” berikutnya ada di tahun 2007 dan 2008.

 

“Jika berhasil melewati tahun malapetaka,

baru termasuk seorang dewa berumur panjang di dunia ini,

sekalipun Arhat yang terbuat dari besi atau perunggu pun susah juga melewati tanggal satu dan tiga belas bulan Juli,

biarpun Anda itu Vajra atau Arhat besi,

kecuali berbuat bajik baru bisa terhindar dan terjamin keselamatan,

setiap orang akan berhati-hati dan bertahan pada saat genting itu,

dan rintangannya terberat adalah ditahun Naga dan Ular”.

 

Penjelasan: “Biarpun Anda ini Vajra atau Arhat, hanya banyak-banyaklah berbuat bajik dan mengikuti Baik dan Sejati, baru bisa melewati masa-masa genting. Yang dimaksud dengan tanggal satu dan tiga belas bulan Juli serta “tahun Naga dan Ular” ialah: Tahun Naga dan Ular berikutnya yaitu pada 2012 dan 2013, baru benar-benar rintangan yang sulit.

 

“Anak kecil mirip dengan Cuhungwu,

seorang laki-laki miskin dan berasal dari Provinsi Sechuan,

aum singa bak suara gemuruh,

melebihi suara tangis ratusan ekor macan,

badak mengeluarkan ekor,

di belantara datar bertemu dengan serangga ganas.”

 

Penjelasan: Di Provinsi Sechuan bakal ada seorang laki-laki yang berasal dari keluarga miskin, dahsyatnya seperti singa galak, dan dia akan mengungguli sebuah kekuatan lama dengan Shio Macan, dan menguasai langit dan bumi. Pada saat itu, langit dan bumi (alam semesta) ini akan muncul sebuah fenomena ajaib.

 

“Jika bertanya tentang tahun perdamaian,

bikinlah jembatan untuk menyambut tuan baru,

masa era baru akan tiba,

orang-orang akan tertawa gembira ria,

Ditanya kenapa tertawa?

Menyambut tuan tanah baru, di atas menguasai tiga hari kaki,

malam hari tak ada maling dan perampok,

meskipun dia seorang perintis,

Tuan duduk di pusat negara,

Rakyat pun bersoraknya sebagai Tuan Yang Sejati.”

 

Penjelasannya: Di masa mendatang pasti ada “tahun perdamaian” setelah malapetaka, “bikin jembatan” untuk menyambut kepulangan majikan baru dari luar negeri. Majikan baru itu mempunyai kesaktian menguasai langit dan bumi, serta akan membauri rakyat dengan moralitas. Oleh karena itu, di kehidupan sosial saat itu adalah sebuah masa damai dan makmur, tidak perlu tutup pintu dan jendela di malam hari, serta tidak memungut kepunyaan orang lain jika ketemu di jalanan. Setiap orang kagum dan hormat serta melantunkan sebuah lagu pujian untuk pemilik baru ini sebagai “Tuan Yang Sejati”. Sejarah umat manusia ditulis baru lagi, mulai era yang baru.

 

Uang itu adalah sebuah mustika,

jika dilihat dengan jelas tidak dapat digunakan,

mustika yang sesungguhnya,

walau ada retakan di atas tanah tidak jatuh,

tujuh orang berjalan berbarengan,

memikat orang masuk ke lubang,

tiga titik itu ditambah satu coretan,

delapan raja ditambah dua puluh mulut”.

 

Penjelasan: Pada umumnya orang menganggap uang itu sebuah mustika, tetapi jika Anda  dapat mengenalinya dengan jelas, sesungguhnya dia itu tidak berfungsi apa-apa. Mustika yang sesungguhnya ialah sesuatu tidak akan merobohkan Anda walau tanah retak sekalipun. Tanah retak itu ibaratnya neraka dan identik malapetaka. Ini semua disebabkan pimpinan tujuh pejabat tinggi komunis Tiongkok, yang mesti menggunakan berbagai kekuasaan yang ada di tangannya, menipu orang dan diarahkan agar mendendam dan membenci Falun Gong yang “berkebajikan besar”, akhirnya menyebabkan banyak orang yang tidak tahu masalah, terpikat masuk ke “pintu neraka”. Namun, yang penting setiap orang harus “berhati baik” (jadi dalam aksara Mandarin tadi, tiga titik ditambah satu coretan artinya “xin = hati”, dan delapan raja dengan dua puluh mulut artinya “san = baik”, untuk itu pasti selamat dan suka ria.

 

“Setiap orang tertawa bersuka ria,

setiap orang selamat,

setiap orang boleh membacanya,

setiap orang boleh menyebarluaskannya,

ada yang mencetak untuk dibagi-bagikan orang,

tidak dipungut biaya,

bagi yang berbuat bajik akan terselamatkan,

dan bagi mereka yang berbuat jahat pun sulit untuk lolos,

hormatilah langit dan bumi, dewata serta ayah dan bunda,

hargailah tulisan di kertas dan tanaman padi-padian,

hati-hati ingatlah selalu.”

 

Penjelasannya: Pada suatu hari, ketika Fa ortodoks berada di dunia ini, maka setiap  orang akan belajar, setiap orang pun akan menyebarluaskan Falun Gong.

 

Bab VI

Bangsa Maya Menyingkap Peristiwa Besar

 

 

Dalam kalender bangsa Maya, diramalkan bahwa pada periode 1992-2012 bumi akan dimurnikan, selanjutnya peradaban manusia sekarang ini akan berakhir dan mulai memasuki peradaban baru.

 

Dalam sejarah peradaban kuno dunia, bangsa Maya bagaikan turun dari langit, mengalami zaman yang cemerlang, kemudian lenyap secara misterius. Mereka menguasai pengetahuan tentang ilmu falak yang khusus dan mendalam, sistem  penanggalan yang sempurna, penghitungan perbintangan yang rumit serta metode pemikiran  abstrak yang tinggi. Kesempurnaan dan akurasi daripada penanggalannya membuat orang takjup!

 

Sekelompok masyarakat yang misterius ini tinggal di wilayah selatan Mexico sekarang (Yucatan) Guetemala, bagian utara Belize dan bagian barat Honduras. Banyak sekali piramid, kuil dan bangunan-bangunan kuno yang dibangun oleh bangsa Maya yang masih dapat ditemui di sana. Banyak juga batu-batu pahatan dan tulisan-tulisan misterius pada meja-meja yang ditinggalkan mereka. Para arkeolog percaya bahwa Maya mempunyai peradaban yang luar biasa. Hal itu bisa dilihat dari peninggalannya seperti buku-bukunya, meja-meja batu dan cerita-cerita yang bersifat mistik. Tetapi sayang sekali buku-buku mereka di perpustakaan Mayan semuanya sudah dibakar oleh tentara Spanyol ketika menyerang sesudah tahun 1517. Hanya beberapa tulisan pada meja-meja dan beberapa sistem kalender yang membingungkan tersisa sampai sekarang.

 

Seorang sejarawan Amerika, Dr. Jose Arguelles mengabdikan dirinya untuk meneliti peradaban bangsa ini. Ia mendalami ramalan Maya yang dibangun di atas fondasi kalender yang dibuat bangsa itu, di mana prediksi semacam ini persis seperti cara penghitungan Tiongkok, ala Zhou Yi. Kalendernya, secara garis besar menggambarkan siklus hukum benda langit dan hubungannya dengan perubahan manusia. Dalam karya Arguelles, The Mayan Factor: Path Beyong Technology yang diterbitkan oleh Bear & Company pada 1973, disebutkan dalam penanggalan Maya tercatat bahwa sistem galaksi tata surya kita sedang mengalami ‘The Great Cycle’ (siklus besar) yang berjangka lima ribu dua ratus tahun lebih. Waktunya dari 3113 SM sampai  2012 M. Dalam siklus besar ini, tata surya dan bumi sedang bergerak melintasi sebuah sinar galaksi (galatic beam) yang berasal dari inti galaksi.  Diameter sinar secara horizontal ini ialah 5125 tahun bumi. Dengan kata lain, kalau bumi melintasi sinar ini akan memakan waktu 5125 tahun lamanya.

 

Orang Maya percaya bahwa semua benda angkasa pada galaksi setelah selesai  mengalami reaksi  dari sinar galaksi  dalam siklus besar ini, akan terjadi perubahan secara total, orang Maya menyebutnya, penyelarasan galaksi (Galatic Synchronization). Siklus besar ini dibagi menjadi 13 tahap, setiap tahap evolusi pun mempunyai catatan yang sangat mendetail. Arguelles dalam bukunya itu menggunakan banyak sekali diagram-diagram untuk menceritakan kondisi evolusi pada setiap tahap. Kemudian setiap tahap itu dibagi lagi menjadi 20 masa evolusi. Setiap masa itu akan memakan waktu 20 tahun lamanya.

 

Dari masa 20 tahun antara tahun 1992-2012 itu, bumi kita telah memasuki tahap terakhir dari fase Siklus Besar, bangsa Maya menganggap ini adalah periode penting sebelum masa pra-Galatic Synchronization, mereka menamakannya: The Earth Generetion Priod (Periode Regenerasi Bumi). Selama periode ini bumi akan mencapai  pemurnian total. Setelah itu, bumi kita akan meninggalkan jangkauan sinar galaksi dan memasuki tahap baru: penyelarasan galaksi.

 

Pada 31 Desember 2012 akan menjadi hari berakhirnya peradaban umat manusia kali ini, dalam perhitungan kalender Maya. Sesudah itu, umat manusia akan memasuki peradaban baru total yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan peradaban sekarang. Pada hari itu, tepatnya musim dingin tiba, matahari akan bergabung lagi dengan titik silang yang terbentuk akibat ekliptika (jalan matahari) dengan ekuator secara total. Saat itulah,  matahari tepat berada di tengah-tengah sela sistem galaksi, atau dengan kata lain galaksi terletak di atas bumi, bagaikan membuka sebuah “Pintu Langit” saja bagi umat manusia.

 

Dalam perhitungannya, bangsa Maya tidak menyinggung tentang apa penyebab  peradaban kali ini berakhir. Ada sedikit yang kelihatannya jelas, bahwa berakhirnya ‘hari itu’ sama sekali bukan berarti malapetaka apa yang datang menghampiri, melainkan mengisyaratkan kepada seluruh umat manusia akan adanya transisi dalam kesadaran dan spiritual kosmis, selanjutnya masuk ke peradaban baru. Tahun 755 M, seorang rahib Maya pernah meramal, setelah tahun 1991 kemudian, akan ada dua peristiwa penting terjadi pada manusia yaitu kebangkitan kesadaran, dan pemurnian bumi serta regenerasinya.

 

Mulai 1992, bumi memasuki apa yang oleh bangsa Maya disebut “Periode Regenerasi Bumi”. Pada periode ini, bumi dimurnikan, termasuk juga hati manusia (ini hampir mirip ramalan orang Indian Amerika Utara terhadap orang sekarang ini), substansi yang tidak baik akan disingkirkan, dan substansi yang baik dan benar akan dipertahankan, akhirnya selaras dengan galaksi (alam semesta), ini adalah singkapan misteri dari gerakan sistem galaksi kita  yang diperlihatkan oleh bangsa Maya.

 

Dari titik pandang ilmu pengetahuan umat manusia sekarang, hal itu benar-benar tidak dapat dipercaya. Mungkin saja bangsa Maya sedang membicarakan tentang galaksi Bima Sakti (Milky Way), yang mana ilmu pengetahuan dan teknologi kita belum juga sampai ke solar sistem, seperti pepatah orang Tionghoa mengatakan “serangga di musim panas tidak dapat menjelaskan es di musim dingin”. Fenomena kosmik yang diperlihatkan oleh kalender Maya adalah benar-benar berharga dari suatu penyelidikan yang serius oleh umat manusia sekarang ini.

 

Sejak tahun 1992 sampai 2012 nanti, bagaimana terjadi “pemurnian” dan bagaimana pula terjadi  “regenerasi” pada bumi kita ini, tidak disebutkan secara detail oleh bangsa Maya. Dalam ramalan mereka pun tidak menyinggung tentang hal konkret apa yang memberikan semangat manusia untuk bangkit dari kesadaran dan bagaimana bumi mengalami permurnian, yang ditinggalkan oleh mereka kepada anak cucunya (barang kali tidak tercatat). Lantas, fenomena baru apa yang sudah bisa kita lihat sejak tahun 1992 sampai sekarang yang bisa kita kaitkan dengan ramalan bangsa Maya yang beradab itu?

 

Mengamati peristiwa besar 10 tahun belakangan ini (1992-2002), kelihatannya   karakter alam semesta, “Zhen, Shan, Ren,” (Sejati, Baik, Sabar) yang diajarkan oleh Master Li Hongzhi, sebagai efek yang sedang  ‘memurnikan’  hati manusia dan  bumi ini. Kami menemukan dua bilangan yang bermakna, pada 1992 adalah persis tahun pertama kalinya Li Hongzhi mengenalkan ajarannya secara terbuka kepada masyarakat, di tengah-tengah kemerosotan moral umat manusia yang parah. Dari tahun 1992-1999, dalam waktu yang singkat ini, pengikut latihan kultivasi jiwa dan raga ini sudah mencapai hampir 100 juta orang di daratan China. Kini, latihan tersebut bahkan sudah menyebar ke lebih 60 negara. Melalui kultivasi yang terus-menerus, latihan ini dapat mencapai tujuan mengganti sel-sel manusia dengan materi energi tinggi dan meningkatkan moral manusia sesuai karakter alam semesta serta kembali ke jati diri yang asli.

 

Mungkin sudah diatur, bahwa kalender Maya tidak hilang dalam sejarah manusia, dan harus diuraikan dengan kode oleh manusia sekarang. Namun ia tetap saja harus dilihat, apakah umat manusia yang terpesona oleh konsepsinya yang terbentuk sesudah kelahiran dapat menembus batas-batas untuk mengingatkan dan memahami kebenaran yang melampaui sistem pengetahuan kita.

 

 

 

 

 

 

Bab VII

Ramalan Bangsa Hopi

 

Suku Hopi bangsa Indian pernah meninggalkan konsep tentang asal-usul manusia, siklus kehidupan dan kehancuran peradabannya. Dalam batu nujum, mereka juga meramalkan beberapa peristiwa besar.

 

7.1 Bangsa Hopi di Daratan Amerika Utara

 

Suku Indian di daratan besar Amerika Utara bukanlah sebuah suku tunggal, tapi merupakan gabungan beberapa suku yang berbeda, bahasa dan sejarah kultur mempunyai kemiripan satu sama lainnya namun tidak sama. Banyak yang berpendapat nenek moyang suku Indian dan orang kulit kuning di Asia sangat erat kaitannya. Banyak ramalan dan legenda beredar di kalangan rakyatnya, terutama suku Hopi, diibaratkan sebagai pencatat sejarah. Lewat cerita lisan yang turun-temurun dan cara lainnya seolah mereka buat notulensi tentang legenda-legenda kuno, salah satu adalah ramalan Hopi yang terkenal itu.

 

Suku Hopi adalah salah satu bangsa Indian kuno. Nenek moyang mereka berimigrasi dari Meksiko ke negara-bagian Arizona kira-kira lima hingga sepuluh ribu tahun lalu. Mereka terutama hidup di negara bagian Arizona Utara di atas tanah lindung (Hopi Reservation). Arti sebenarnya dari “Hopi” adalah “rakyat yang damai” (people of peace). Terdapat dua belas desa di daerah tanah lindung Hopi, sepuluh di antaranya terbuka secara umum untuk orang yang bukan suku Indian.

 

Suku Hopi mempunyai tradisi dan kepercayaan lama, dalam setahun mereka mengadakan upacara keagamaan yang berbeda. Banyak cerita tentang asal-usul manusia, sejarah dan ramalan masa akan datang, mereka dapatkan dari nenek moyangnya secara turun-temurun. Di era tahun 1950-an ada yang menyebarluaskannya ke masyarakat umum dalam bahasa Inggris, banyak ramalannya tentang sejarah yang sangat akurat, misalnya tentang Perang Dunia I dan II.

 

Menurut suku Hopi, umat manusia telah berganti kebudayaan (peradaban) sebanyak 4 kali, di antaranya mengenai dongeng asal-usul manusia yang mempunyai kemiripan dengan firman Tuhan dalam Alkitab. Garis besarnya begini: Dunia ini sebenarnya hanyalah sebuah ruang tak terbatas, tak mempunyai ujung dan pangkal, tidak ada waktu dan tidak ada kehidupan. Mulanya Taiowo the Creator (Sang Mahapencipta) menciptakan Sotuknang (Sang Dewa yang juga disebut kemenakan Taiowo), atas bimbingan Sang Mahapencipta ia menciptakan berbagai macam zat padat, tujuh alam semesta, air dan udara. Setelah itu diciptakan pula spider woman (wanita laba-laba), dan empat macam orang yang berbeda warna kulitnya (kuning, merah, putih, hitam) dari tanah liat. Dianugerahinya akal budi kepada empat macam orang yang berbeda warna kulitnya, juga kemampuan beregenerasi (beranak-pinak) serta berbahasa yang berbeda-beda, membiarkan mereka hijrah ke arah yang berbeda-beda untuk hidup. Kata Sotuknang memberitahu pada mereka: “Semua ini saya berikan agar kalian dapat hidup bahagia, tetapi ada satu permintaanku adalah: Sampai kapan pun kalian harus menghormati Sang Mahapencipta, menghormati belas kasih Sang Mahapencipta, selama hayat masih dikandung badan, kalian jangan  lupakan titahku  ini.” Mereka ini disebut “manusia kelompok pertama” (The First People), dunia tempat mereka tinggal disebut Dunia Pertama (The First World).

 

Belakangan, banyak orang dari manusia kelompok pertama itu melupakan titah dari Sotuknang dan tidak lagi menghormati Sang Mahapencipta. Dengan demikian, Dunia Pertama akhirnya musnah dilalap api besar. Sebagian orang yang bermoral tinggi beruntung masuk dalam Dunia Kedua (The Second World). Sekalipun Dunia Kedua tak sebagus yang pertama, namun Dunia Kedua tetap indah. Di masa ini umat manusia berkembang dengan pesat dan berpencar ke empat penjuru, orang-orang sering memuja dan menyanjung Sang Pencipta.

 

Perlahan-lahan, rasa egoisme manusia semakin besar, mereka lalu lupa memuja Sang Mahapencipta lagi. Tak lama kemudian, Dunia Kedua dihancurleburkan oleh Sang Mahapencipta dengan cara membekukannya. Maka diciptakanlah Dunia Ketiga oleh-Nya. Sisa dari manusia Dunia Kedua masuk ke Dunia Ketiga dan berkembang biak.

 

Akhirnya akhlak manusia itu merosot lagi. Mereka manfaatkan kreativitasnya untuk melakukan hal-hal yang jahat. Sehingga menyebabkan Dunia Ketiga dihancurleburkan oleh air bah. Maka orang bernasib baik pun masuk ke Dunia Keempat (The Fourth World). Orang-orang yang bernasib baik inilah yang disebut peradaban manusia sekarang ini.

 

Penyebab utama tersisihnya peradaban manusia di masa lalu karena kebejatan umat manusia, bertambah egoistis serta tidak percaya petuah dari Mahadewa. Suku Hopi beranggapan bahwa air bah waktu itu hampir menghanyutkan seluruh umat manusia yang ada. Hanya beberapa minoritas yang percaya akan keberadaan-Nya itu bisa hidup selamat. Mahadewa menasihati mereka supaya berkeyakinan teguh terhadap petuah-Nya itu. Suku Hopi pernah membuat sebuah ikrar suci dengan Mahadewa mereka: “Kami bertindak sesuai dengan bimbingan-Mu untuk selama-lamanya. Khusus bagi suku Hopi, hukum langit itu adalah kekal abadi.” Kita coba simak ungkapan secara konkret dari bangsa Hopi.

 

7.2 Penguraian Warna Manusia

Dalam pemilihan resolusi yang diterima dalam “Konferensi Penelitian dan Diskusi Tanah Air Orang Indian Amerika Utara” tahun 1986 diketahui, kebudayaan Hopi dengan sumber sejarahnya mempunyai keterkaitan yang sangat mendalam. Bahkan masa penguraian tentang tanah, air, api dan angin jauh lebih awal dibandingkan dengan masa penguraian empat unsur tanah, air, angin dan api yang diketahui oleh agama Buddha, dan juga versi tentang manusia yang berasal dari warna kulit yang sama bahkan jauh-jauh melampaui pengenalan sejarah zaman sekarang ini dan dengan pemahaman yang ada pada agama umumnya. Artikel ini dipetik dari paragraf: Talk Given by Lee Brown in 1986 Continental Indigenous Council. Walaupun telah banyak tercampur pengetahuan individu di dalamnya, tapi tetap dapat terbaca secara samar-samar maksud dari pemberitahuan dewa Hopi.

 

Sudah berapa lama sejarah bangsa Hopi di daratan Amerika Utara itu masih belum ada yang mengetahuinya, berdasarkan ramalan mereka yang terukir pada batu setelah diuji sudah ada 50.000 tahun lamanya, tentu saja cara pengujian dari karbon 14 itu juga tidak dapat diandalkan sepenuhnya. Silakan lihat terjemahan di bawah ini: “Zat mineral, batu karang itu ada satu siklus sirkulasinya, demikian juga flora. Namun sekarang ini kita sedang berada pada penyelesaian daripada siklus sirkulasi hewan dan sebuah permulaan peredaran dari siklus sirkulasi babak baru umat manusia”.

 

“Ketika kita memasuki ke babak dari samsara umat manusia, kita dengan tubuh memiliki kamampuan terpendam yang sangat besar akan dibebaskan dari cahaya dan jiwa kita. Akan tetapi kita sekarang ini sedang mendekati penyelesaian dari siklus sirkulasi samsara hewan,  kita sudah ketahui bahwa apa sebenarnya hewan di bumi ini”.

 

“Dahulu kala, saat permulaan dari siklus sirkulasi ini, jiwa Dewa yang mahamulia turun ke bumi, dia mengumpulkan manusia ke sebuah pulau yang sekarang telah tenggelam ke dasar laut, lalu bersabda pada manusia: Saya akan mengantar kalian ke empat penjuru, dan juga secara berangsur-angsur akan membuat kulit kalian berubah menjadi empat warna, saya akan memberikan sedikit bimbingan kepada kalian, kalian akan menyebutnya sebagai amanah dan petunjuk Tuhan, dan ketika kalian bertemu lagi, maka kalian harus ikut menikmati bimbingan ini, sehingga dapat membuat kalian hidup harmonis di bumi ini, dan inilah awal dari peradaban umat manusia.”

 

Selanjutnya dia berkata, “Dalam siklus kali ini, saya akan memberikan dua batu prasasti kepada rumpun bangsa setiap penjuru, kalian jangan mencampakkannya, bila tidak, umat manusia tidak saja akan mengalami penderitaan yang sangat besar, namun juga seluruh bumi akan binasa”. “Dia memberikan sebuah tugas kepada manusia yang ada di setiap penjuru, dan kita menyebutnya sebagai ‘Sang Penjaga’.”

 

“Terhadap orang Indian, yaitu rumpun bangsa berkulit merah, dia membuat mereka menjadi penjaga tanah, mereka harus memahami pengetahuan di bumi ini. Tanaman tumbuh dari dalam tanah dan berbuah, memasok makanan bagi umat manusia dan tanaman obat dapat digunakan untuk mengobati penyakit. Saat yang sama pengetahuan-pengetahuan ini kita nikmati bersama dengan  saudara-saudara lainnya.”

 

“Bagi orang kulit kuning yang di selatan itu, akan dijadikan penjaga angin, maka mereka akan pergi untuk memahami angkasa dan napasnya, serta dimanfaatkan untuk membantu kemajuan dari kultivasi dan latihan Qigong itu sendiri, saat itu mereka akan ikut menikmati semua ini.”

 

“Bagi orang kulit hitam yang ada di barat itu akan menjadi penjaga air, dan akan pergi belajar menjadi pemimpin segala benda dan makhluk yang ada di dunia, dan inspirasi yang berasal dari air, mereka adalah yang paling hina sekaligus terkuat.”

“Bagi orang kulit putih yang ada di utara, akan menjadi penjaga api. Kalau Anda melihat ke sana, banyak inti pekerjaan yang mereka kerjakan, kalian akan menemukan di sana ada api. Anda boleh mengatakan bahwa bola lampu itu ialah apinya orang kulit putih. Dalam mobil ada busi, demikian juga Anda dapat temukan api di dalam kereta api serta pesawat terbang. Api bisa terbakar dan berpindah-pindah, itulah sebabnya mengapa bangsa kulit putihlah yang pertama-tama hijrah di bumi ini, sehingga kita bergabung menjadi sebuah keluarga besar.”

 

“Waktu yang amat panjang sudah berlalu, Yang Mahaesa membagikan dua keping batu prasasti kepada setiap rumpun bangsa, maka sebagai orang Indian kita menyimpannya di atas sebuah podium menjulang tinggi pada tanah reservasi suku bangsa Hopi di negara bagian Arizona.”

 

7.3 Kisah “Batu Nujum”

 

Di sekitar Oraibi negara bagian Arizona, Amerika, ada sebongkah batu prasasti yang disebut dengan “Batu Nujum”, isi yang terukir di atasnya dengan lambang teknik menyampaikan ramalan-ramalan kuno bangsa Hopi menurut cerita sejarahnya sudah di atas sepuluh ribu tahun lamanya. Mereka tidak menggunakan huruf atau tulisan, tapi dengan secara turun-temurun dengan lisan. Oleh karena kurun waktunya yang sudah terlampau lama jadi tidak ada seorang pun yang sanggup menjelaskan secara autentik lingkaran yang pemancar cahaya digambar sebelah kiri serta simbol yang ada di tengahnya itu (mirip simbol Swastika aliran Buddha). Ada beberapa tulisan pengenalan malah tidak mencantumkannya, hanya menjelaskan bagian tengahnya saja. Menurut penjelasan teman saya, ketika dia kuliah di Washington University Jurusan Psikologi, pernah belajar diagram ini, dalam sekali pandang saja telah menunjuk orang dewasa yang terdapat digambar sebelah kiri ini adalah kehidupan tingkat tinggi, dapat dampak pengaruhnya. Mungkin dalam proses terjemahannya dari bahasa Indian ke Inggris itulah salah satu sebab tidak klopnya antara buku ramalan Hopi dengan data-data tertentu yang terdapat di Internet dewasa ini, di samping kurun waktunya yang sudah lama sekali, disebarkan secara turun-temurun, sehingga termasuk orang Indian sendiri di zaman sekarang pun sudah tidak dapat memahaminya, malah tidak percaya akan ramalan-ramalan ini.

 

Sekarang kita rangkumkan penjelasan terhadap Batu Nujum sebagai berikut (lihat gambar).

Semacam penjelasan yang sederhana dan jelas adalah sebagai berikut: orang dewasa yang berada di kiri menunjukkan kehidupan tingkat tingi yang mulia.

 

 

 

Dalam ramalan ini terdapat dua garis horizontal, menunjukkan dua jalan perkembangan yang berbeda: Garis atas adalah simbol dari perjalanan ilmu pengetahuan dan teknologi yang tanpa keseimbangan pengekangan spiritual, garis bawah simbol dari perjalanan menempuh spiritual.

Ada tiga garis vertikal. Garis pertama ialah ramalan Hopi berawal. Sedangkan garis kedua menyatakan dalam kurun waktu tertentu manusia akan memutuskan jalan pilihannya dan memilih jalan menuju spiritual atau ilmu pengetahuan yang nyata. Di garis di bawahnya terdapat dua lingkaran dan menyimbolkan dua kali perang dunia. Sedangkan garis vertikal tebal ketiga adalah merupakan suatu garis terakhir untuk menentukan tempo waktu daripada pilihannya itu, yaitu hari ini. Jika pilihan alternatifnya pada jalan materi (ilmu pengetahuan), konsekuensinya akan menekuk sehingga binasa. Tapi sebaliknya jika pilihannya jatuh pada jiwa (spiritual), maka akan damai dan harmonis.

 

Penjelasan yang lain adalah: Orang dewasa di sebelah kirinya ialah kehidupan tingkat tinggi, mangkuk di sebelah kirinya menyatakan petuah bahwa ia akan meletakkan senjata pada suku Hopi, garis vertikal sebelah kanannya ialah melambangkan perbandingan waktu dengan hitungan puluhan ribu tahun, sedangkan titik sentuh pada kehidupan tingkat tinggi adalah  menunjukkan waktu kembalinya dia.

 

Jalan spiritual yang dirintis oleh kehidupan tingkat tinggi terbagi menjadi: yang di bawah yang agak sempit adalah perjalanan kehidupan yang terus-menerus berharmonisasi dan menyatu dengan alam, serta yang di atas yang agak lebar ialah sebuah perjalanan dari ilmu pengetahuan orang kulit putih membuahkan hasil. Di atas tanda salib itu, garis vertikal di antara dua perjalanan menunjukkan kedatangan orang kulit putih, salib adalah ajaran Kristus, sedangkan lingkaran kecil di bawah salib mewakili sirkulasi jiwa yang terus-menerus tanpa lenyap. (Menurut penulis, lingkaran kecil tersebut seharusnya menunjukkan sebagai pembaharuan serta tersingkirkannya jiwa, oleh karena itu lingkaran kecil tersebut seharusnya menunjukkan pembaharuan serta penyingkiran kehidupan, oleh sebab itu lingkaran kecil seharusnya menunjukkan suatu penyingkiran umat manusia saat permulaan peradaban sekarang  atau air bah yang besar).

 

Empat orang kecil dalam sebuah jalan di atas merepresentasikan (satu tingkat makna adalah) tiga dunia dulu dan sekarang. Makna tingkat yang lain adalah, sebagian orang Hopi akan terpikat oleh peradaban permukaan orang kulit putih sehingga menelusuri jalan orang kulit putih.

Dua lingkarang di atas perjalanan kehidupan yang di bawah diartikan sebagai “tangan kehidupan tingkat tinggi sedang menggoncang dunia” (perang dunia pertama dan kedua). Gambar Swastika dalam matahari sebelah kiri gambar (mirip dengan tanda aliran Buddha kuno namun, dalam aliran Buddha menggunakan warna kuning; sedang simbol Nazi itu terbalik arahnya dan memakai warna hitam). Gambar Celtic Cross paling kanan dalam gambar (konon simbol ini berwarna merah dan dipakai oleh ajaran Kristen, sedangkan kaum Nazi pun sama tapi dengan warna hitam), simbol dua asisten dari Pahana, Pahana adalah saudara berkulit putih sejati dari orang Indian, sementara ada artikel lain yang menulisnya sebagai Bahani yang berarti orangnya Baha, ni dalam bahasa Indian diterjemahkan sebagai “orangnya” artinya kalau dieja dalam dua bahasa Inggris seharusnya bersumber dari satu bahasa yang sama.

Garis kasar tegak lurus ketiga yang berada di antara dua garis perjalanan menyatakan suatu kesempatan terakhir untuk kembali ke alam sebelum teknologi manusia menuju ke jalan berlika-liku. Lingkaran kecil berikutnya ialah “masa pembaharuan penyingkiran besar-besaran kehidupan” seperti apa yang disebut orang Hopi tadi yakni masa sekarang ini. Setelah itu padi-padian akan tumbuh subur dan kehidupan tingkat tinggi pun akan kembali lagi ke bumi. Jalan kehidupan itu kekal abadi. Masih ada ramalan bangsa Hopi lainnya tentang masyarakat umat manusia sekarang

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Bab VIII
 
Buku Ramalan dari Korea
 
 
 
Sebuah buku kuno tentang ramalan yang terkenal di Korea telah menyebutkan dengan gamblang tentang penyebaran Falun Dafa dan masa depan umat manusia.
 
8.1 Catatan Peninggalan Gen An
"Catatan peninggalan Gen An" berisi rahasia-rahasia yang ditemukan oleh Nan Shigu, seorang ilmuwan dan astronom besar di Korea (1509-1571), ketika ia pada masa mudanya bertemu dengan seorang bijak di Gunung Kum Kang San di Korea dan memperoleh rumus bersajak rahasia ini. Nan Shigu kemudian mengganti namanya menjadi Gen An, oleh sebab itu buku ini diberi judul "Catatan Peninggalan Gen An".
 
Sebenarnya, Nan Shigu hanya mencatat sesuai dengan instruksi dari ‘orang suci’ tersebut. Walaupun Nan Shigu sendiri mempunyai banyak pengetahuan tentang astronomi dan geografi juga tidak dapat memahami seluruh arti dari “Catatan Peninggalan Ge An” yang diperolehnya.
 
"Catatan Peninggalan Gen An" telah disembunyikan dari dunia selama 450 tahun. Tahun 1986, seorang ilmuwan Korea, yang namanya berakhiran Xin, mulai memecah arti sebenarnya dari buku itu untuk pertama kalinya. Pada akhir 1980, buku ini menjadi topik perbincangan publik yang hangat di Korea Selatan.
 
“Catatan Peninggalan Gen An” ini adalah sebuah buku ramalan yang hebat, tidak tertandingi di dunia. Di dalamnya tertera banyak sekali detail yang menjelaskan “Raja Besar” Falun turun ke dunia untuk mengajarkan Fa (hukum) Besar dan Tao Besar, serta menyelamatkan semua makhluk hidup. Di dalamnya jelas menyatakan, Falun Gong dan lambang Falun, dan juga tentang penindasan terhadap Falun Gong yang sekarang terjadi di Tiongkok. Di dalamnya jelas menunjukkan, bahwa Guru Besar bermarga Li, memulai mengajar Fa dan latihan Gong di Kota Changchun (Provinsi Jilin, timur laut Tiongkok). Fa (hukum) yang diajarkannya adalah Mahahukum dari puluhan ribu hukum kembali menyatu pada masa itu.
 
 
8.2  Penyebaran Falun Gong 
 
Siapakah Guru Besar itu? Dia bermarga kayu (Li dalam bahasa Tionghoa berarti pohon plum). Dia punya zodiak kelinci (lahir tahun 1951), bulan April (menurut kalender Tionghoa), di utara dari paralel ke-38 dan di Gong Zhu Ling di bawah Gunung Tiga Dewa (Gunung Chang Bai di timur laut Tiongkok). Dia lahir di arah "Gen", yang sesuai dengan timur laut.
1.        Guru besar ini adalah raja semua raja di langit, yaitu Raja Besar Falun. Orang-orang di dunia akan memanggil dia Buddha Maitreya, ketika dia datang ke dunia ini. Dia adalah Guru Besar yang mengajarkan Tao yang ortodoks (asli, benar).
2.        “Tiga kata dan dua putih" disinggung dalam buku ini. Tiga kata adalah "Zhen, Shan, Ren" (Sejati, Baik, Sabar), dan dua putih adalah hati yang putih dan tubuh yang putih (menunjuk pada kultivasi dan latihan kualitas moral (Xinxing) dan transformasi pada Benti (tubuh fisik manusia dan tubuh pada dimesi lainnya).
3.        Menggunakan banyak ruang dan berbagai bentuk melukiskan gambar Falun.
4.        Di dalamnya tertulis, Falun Gong mempunyai efek "sirkulasi bersih", "sirkulasi bersih kecil", dan "membuka aliran dan mai (saluran energi)". Hal itu sesuai dengan fungsi dari latihan Gong ini yakni membuka saluran-saluran energi dalam tubuh dan menyerap materi energi tinggi dari alam semesta sehingga secara terus-menerus tubuh akan dimurnikan diganti dengan materi energi tinggi.
5.        Jelas tertulis, bahwa Guru Li akan memulai ajarannya di Kota Changchun  ("hutan hijau", dalam bahasa China).
6.        Di dalam bab mengenai Zaman Akhir Darma, tertulis secara terperinci bahwa pada tanggal 20 Juli (1999) pada musim panas, Dafa akan ditindas oleh orang jahat. Kenyataannya memang, Falun Dafa secara resmi dilarang dan ditindas oleh pemerintah Tiongkok di bawah pimpinan Jiang Zemin pada tanggal tersebut.
7.        Tertulis, bahwa praktisi di Tiongkok harus mengalami bencana, baru kemudian "fajar menyingsing di masa depan".
8.        Secara jelas tertulis, bahwa setelah beberapa tahun, pemerintah Tiongkok akan mengubah kebijaksanaan mereka terhadap Dafa (Mahahukum, prinsip alam semesta).
9.        Mereka yang menindas Dafa akan lenyap selamanya, dan harinya akan tiba, di mana ratusan juta praktisi ada harinya di mana seluruh jagat raya merayakan bersama. Diperingatkan untuk tidak meninggalkan Dafa karena bencana sesaat tersebut. Yang meninggalkan Dafa akan lenyap, dan yang mengikuti akan hidup.
10.    Fa (hukum) yang diajarkan Guru Li adalah Fa ortodoks tanpa cacat. Tertulis dengan jelas, bahwa harus lebih banyak belajar Fa dan membaca buku-buku Dafa.
11.    Guru ini tidak dapat tinggal di ibukota, dia akan pergi ke barat. (Sekarang Guru Li tinggal di Amerika).
12.    Waktu dia mengajar tidak akan lama.
13.    Tidak ada jalan keluar dari penjara. Praktisi Dafa akan menderita di penjara. (Sejak 1999, Falun Dafa dilarang di Tiongkok, pengikutnya ditangkap, disiksa, dipenjara dan dibunuh).
14.    Tertulis jelas, bahwa meskipun orang-orang di Tiongkok menjalani penderitaan yang berat, hampir semua praktisi akan seperti "burung yang tidak meninggalkan dahan pohon", dan akan sulit sekali bagi propaganda jahat dari pemerintahan untuk mengubah pikiran mereka.
15.    Semua aliran Qigong pada saat itu sudah tidak efektif lagi. Satu-satunya cara adalah secepat mungkin mendapatkan Fa, ini satu-satunya jalan keluar, setiap hari berdoa ke langit tidak akan membawa satu langkah pun ke langit. Berucap "Buddha Amitabha" setiap hari tidak akan membawa orang ke Dunia Sukhawati (surga dari Buddha Amitabha).
16.    Tertulis secara jelas, terhadap saat-saat penting dalam bersejarah, satu demi satu. Juga dijelaskan, juga ditunjukkan kapan Masa Akhir Zaman. Bila umat Manusia masih tidak sadar, akan hancur dalam "penyakit aneh", dan bahkan satu dari sepuluh pun sulit tersisa.
17.    Menekankan bahwa yang utama dari kultivasi dan latihan pada masa ini adalah berkultivasi Xinxing (kalitas moral). Yakni "mempertahankan kehidupan di bawah gunung segitiga berbentuk setengah bulan."
18.    Tertulis bahwa kejadian pada masa sekarang ini di Tiongkok sudah direncanakan beberapa ribu tahun yang lalu.
 

 

Dalam ramalan ke-18 di atas adalah menunjukkan sebuah kata. Penjelasannya adalah sebagai berikut:

Gunung segitiga adalah menunjukkan tiga buah segitiga, “setengah bulan adalah sebuah bulan sabit, bila begitu di bawah gunung segitiga berbentuk setengah bulan bila digabung adalah berbentuk huruf “           “ dalam tulisan Mandarin. Artinya adalah hati. Persis tepat adalah huruf  “         “ dalam tulisan Tionghoa, yaitu memberitahu kepada kita harus mempertahankan jiwa pada hati, hanya mengutamakan hukum hati (peningkatan moral dalam hati) baru dapat dilindungi dalam masa pelurusan Fa (hukum) masa kini.

 

8.3 Kalender Tahunan

 

Orang Suci itu adalah Maitreya, pencipta Falun Gong Master Li Hongzhi, melewati susah payah, bahaya dan penuh kesengsaraan. Dia mengajarkan latihan dan ajarannya, menyelesaikan kegiatan mahamulia penyebaran Dafa dan menyelamatkan umat manusia. Mengenai seluruh jadwal perjalanan manusia dewa, Gen An pernah mengungkapkannya di dalam ramalannya “Catatan Peninggalan Gen An”. Walaupun pengaturannya seperti ini, namun setiap saat juga menghadapi kemungkinan perubahan besar. Bagaimana khususnya pada masalah Falun Gong setelah direhabilitasi, jadwal semula yang sudah ditentukan akan mengalami perubahan besar, yaitu tidak dapat menggunakan jadwal yang sudah ditentukan semula untuk menghitungnya. Menurut petunjuk dari manusia dewa ini, jadwal yang sudah ditetapkan mungkin akan mengalami perubahan setelah Falun direhabilitasi, oleh sebab itu tabel tahunan tersebut hanya sampai pada tahun 2009 saja.

 

Berikut adalah kronologis ramalan itu:

– Tahun 1976, 1977 hingga 1988

Tahun 1976, tahun 1977 di Tiongkok muncul Guru Qigong yang sebenarnya menyebarkan Qigong, demi meletakkan jalan bagi penyebaran Falun Gong di kemudian hari.

– Tahun 1984, 1985  Master Li Hongzhi keluar ke masyarakat

– Tahun 1986, 1987 Master Li Hongzhi menentukan recana detail penyebaran Fa ke masyarakat.

– Tahun 1990

Masa Falun Gong! Tahun ini adalah Master Li Hongzhi menyebarkan Fa di dunia dan adalah suatu tahun yang sangat bermakna, tahun ini Master Li Hongzhi menciptakan masa Falun Gong.

– Tahun 1990 hingga 1991.

Master Li Hongzhi di Provinsi Jilin, Kota Changchun mengajar sekelompok pengikut, demi mempersiapkan diri untuk ke masyarakat mengajar Fa.

– Tanggal 13 Mei 1992

Master Li Hongzhi di timur laut Tiongkok, Kota Changchun secara terbuka mengajarkan Falun Dafa (Falun Gong).

-Tahun 1993 hingga 1998

Setelah melalui kultivasi enam tahun, orang yang berkultivasi dan latihan Falun Gong mendekati 100 juta orang.

– Tahun 1999

  1. Para kultivator Falun Gong mencapai 100 juta orang
  2. Tanggal 25 Mei terjadi “Peristiwa Zhong Nan Hai” yang menggemparkan luar negeri Tiongkok
  3. Tanggal 20 Juli rezim Jiang Zemin menggerakkan penindasan terhadap Falun Gong, menangkap para pembimbing. Tanggal 22 Juli pengumuman secara resmi penindasan terhadap Falun Gong.

– Tahun 2000 hingga 2001

  1. Rezim Jiang menindas Falun Gong mencapai puncak
  2. Ikatan hidup/mati Korea Selatan, dengan menggunakan dua tahun ini menamakan fondasi penyebaran Fa.

– Tahun 2002

  1. Penindasan Falun Gong di Tiongkok mulai menuju ke titik rendah namun tidak dengan optimis hingga menjadi khawatir.
  2. Tahun 2002 dalam lingkup dunia bencana akhir zaman mulai, bencana berlangsung (tiga tahun) dengan negera Tiongkok sebagai utama, karena di sana menindas Falun Gong.
  3. Tahun 2000 hingga 2002 penyebaran Falun Gong di Korea menyebar secara luas.

 

– Tahun 2003

  1. Tahun ini di Tiongkok perubahan yang aneh banyak terjadi, akan banyak peristiwa aneh
  2. Mulai tahun ini akan terjadi wabah penyakit aneh
  3. Di tingkat tinggi negara Tiongkok ada dilema apakah merehabilitasi Falun Gong, sehingga terpecah belah dan terjadi pertentangan.
  4. Pada musim gugur 2003 atau mulai suatu waktu tertentu, pencipta Falun Gong akhirnya lepas dari berbagai macam kekangan, mulai secara menyeluruh  menguasai langit dan bumi, hak memimpin langit dan bumi.

 

– Tahun 2004

  1. Apakah mulai melaksanakan keputusan strategis merehabilitasi Falun Gong, atau merehabilitasi Falun Gong dengan mengumumkan pencipta Falun Gong tidak berdosa.
  2. Tahun-tahun bencana yang dimulai dari tahun 2000 akhirnya selesai pada tanggal 11 September 2003. Mulai tahun 2004 wabah penyakit aneh bertambah berat.

 

– Tahun 2005

  1. Tahun paling akhir Falun Gong direhabilitasi
  2. Puncak kedua Falun Gong bergelora
  3. Penyakit jahat masih berjangkit.

 

– Tahun 2006 hingga 2007

  1. Penyakit jahat berjangkit hingga puncaknya
  2. Di timur laut Tiongkok, garis perbatasan Tiongkok dan Korea, daerah perbatasan Tiongkok dan Rusia akan terjadi perang kimia

 

– Tahun 2008 hingga 2009

  1. Di Tiongkok terjadi pemecahan tiga wilayah
  2. Di negara Barat terjadi perang
  3. Perang kimia di daerah perbatasan Korea meningkat
  4. Seluruh dunia mengakui Master Li Hongzhi adalah Maitreya zaman ini.

Bab IX

Gambaran Terang dari Bangsa Lain

Orang suci dari Persia, Zarathustra dan Dewa Hermes dari Yunani meramalkan akan datangnya masa penentuan bagi umat manusia. Sebelumnya akan terjadi malapetaka, pertarungan kebaikan dan kejahatan.

 

9.1 Isyarat dari Zarathustra

Nabi dari Persia kuno Zarathustra (orang Yunani menyebutnya Zoroaster) adalah seorang ahli nujum zaman kuno dari 3000 tahun SM (versi lain mengatakan 500 tahun SM). Ia berhasil meramalkan sebuah pertentangan kekuatan antara kebaikan dan kejahatan. Dikatakannya: Dia telah menerima takdir kearifan dan cahaya dari dewa penguasa dan akan menyebarluaskan keadilan ke dunia. Dan karena alam semesta ini ada sebuah kekuatan jahat yang sedang berkonfrontasi dengan terang, maka jagat raya ini terperangkap dalam perang antara yang jahat dan baik, dan dunia pun tumbuh berkembang di dalamnya, untuk itu semua orang berhak untuk memilih jalan baik dan jahat. Akan tetapi, pada akhirnya pasukan iblis akan kalah tercerai berai, dan kekuatan terang akan datang ke dunia.

 

Mereka mengategorikan proses perkembangan dunia dalam hitungan 3 000 tahun sebagai satuan dan dibagi menjadi empat tahap.  Pada tiga ribu tahun pertama terciptalah dunia materi ini; setelah tiga ribu tahun kedua berakhir, dewa jahat yang bernama Ahriman hendak memusnahkan dunia ini. Ahriman telah berhasil pada masa tiga ribu tahun ketiga, tetapi ia melangkah masuk ke jalan binasa yang didalanginya sendiri. Di awal tiga ribu tahun keempat, akan hidup kembali Zarathustra dan akan ada sebuah kepercayaan baru yang datang ke dunia ini.  Dalam pada itu, manusia harus mengalami suatu ujian akhir, membuang karakter amoralnya, dan mengemban tugas sebagai perintis serta pemandu pada suatu dunia yang baru.

 

Dalam ramalan Zarathustra, sifat manusia adalah terang dan bermoral, namun sang dewa jahat Ahriman justru hendak membinasakannya, karena itulah timbul dunia baik dan jahat yang memberi alternatif kepada manusia untuk memilih antara yang terang dan gelap.  Sebab setelah tubuhnya mati, rohnya akan pergi mengarungi sebuah jembatan dan naik ke surga bagi yang terang namun turun ke neraka untuk yang gelap. Jadi dalam pertarungan itu, roh yang telah disucikan itu dapat berbaur menjadi satu di dalam dunia yang baru.

 

Golongan agama Zarathustra ini berdiri berdasarkan apa yang diajarkan sebelumnya, sekaligus merupakan agama yang menduduki posisi kekuasaan dinasti Persia itu sendiri (tahun 559-651 SM). Kitab utamanya ialah “Avesta.” namun masih ada yang lain. Zandi Vohuman Yasht terjemahan E.W. West misalnya, yang diterbitkan oleh badan penerbit Oxford University jilid 5 tahun 1897. Dari isinya kita dapat menemukan sedikit gambaran tentang saat ini (tahun 2000), yang diperuntukkan bagi kita semua.

 

“Semua orang menjunjung tinggi ketamakan dan yakin pada kepercayaan yang keliru. Tubuh mereka berubah menjadi tambun namun jiwanya kelaparan.”

“Awan mendung dan katak membuat angkasa menjadi hitam.”

“Tiupan angin panas dan dingin silih berganti,

merontokkan semua buah-buahan dan  pepadian.”

“Bahkan hujan tidak turun pada waktunya.”

 

Arti pada kalimat pertama lebih jelas, dikatakan hasrat materi masyarakat tumpang tindih, kehidupan materi berkembang pesat, namun batinnya mengalami kekosongan, manusia kurang mendapat arahan positif pada umumnya. Beberapa kalimat berikutnya  menggunakan  perumpamaan, “awan mendung” artinya kekuasaan jahat, “katak” adalah binatang yang hidup di lingkungan air, dari satu kalimat pun dapat dibeberkan nama pelaku kejahatan itu (Jiang Zemin). “Menggelapkan seluruh langit”, ditujukan pada kekuasaan jahat yang mengelabui dunia. Dan itu juga berarti polusi lingkungan dan udara; seumpamanya badai pasir di beberapa daerah yang semakin hari kian sering terjadi di China; dan masih ada “angin panas dan dingin” serta “hujan tidak turun pada tempatnya” dan lain-lain, itu semua adalah gambaran terhadap bencana alam.

 

Apa yang akan terjadi bila kondisi sudah jadi begini? “Hukum positif itu begitu berharga, mulia dan langka. Suatu saat, Zarathustra bertanya pada Ahuramazda (Tuhan, pemilik kearifan): “Masih berapa lamakah saat reproduksi frashegird (keadaan di masa depan) akan tiba?” Ahuramazda menjawab: “3.000 tahun.” “(Pahlavi Rivayat, Bab 25 terjemahan A.V. William pada tahun 1990)”. Kata frashegird (terjemahan langsung adalah “ciptaan yang cemerlang”) adalah menunjukkan pembaharuan alam semesta atau pengadilan terakhir.  Menurut perhitungan “3.000 tahun”, maka saatnya adalah sekarang ini. Berdasarkan doktrin mereka, pertarungan antara yang jahat dan baik di jagat raya ini akan berakhir dengan binasanya kejahatan.

 

Dalam buku Avesta, ada satu paragraf dari Bab 48 Pahlavi Rivayat, terjemahan A.V. William tahun 1990, yang menggambarkan secara garis besar bahwa, kebenaran akan menyudahi semua kejahatan. Berikut ini ialah sedikit kutipan dari terjemahan itu:

 

“85. Orang-orang yang beragama akan angkat bicara tentang semacam “ritus/ritual,” dan lewat ritual inilah maka iblis jahat itu tidak akan bisa bertahan.”

“87. Iblis jahat itu akan jatuh ke neraka, sama seperti jatuhnya batu”.

“88. Ketika jatuh atau terpukul jatuh ke air, maka dengan cepat sekali akan tenggelam ke dasarnya”.

“89. Ketika hukuman jatuh di atas kepala para penjahat, orang yang beragama akan melakukan satu kali “pemujaan”, maka seperlima iblis lainnya akan dibinasakan; pada pemujaan yang kedua kali, seperlima iblis lagi akan dibinasakan; demikian dengan ketiga dan keempat kalinya akan mengalami hal yang sama, tapi pada giliran pemujaan kelima kalinya, semua iblis yang ada akan terbinasakan.”

“95. Pemilik kearifan bakal mengusir iblis jahat serta mereka yang baru saja menyerbu masuk dan membawa serta kejahatan dan awan hitam yang penuh kebencian itu dari langit. Ia akan memberantas habis mereka dari lubang tempat iblis itu masuk.”

“96. Ada seorang berkata: ‘Pemilik kekal abadi itu akan menghancurkan bentuk luarnya dan membuatnya tak berdaya. Iblis jahat itu tak akan ada dan tak akan diciptakan lagi’.”

“98. Saat itu, kejahatan akan dihukum dan kebajikan akan terbalas.”

 

Karena mengisahkan peristiwa yang sedang dan akan terjadi dengan cara setengah fakta dan setengah perumpamaan, bagi orang awam mungkin tidak gampang untuk mencerna apa yang dimaksud secara konkret, namun “iblis” yang akan diberantas adalah fakta. Perhatikan kalimat “bagi mereka yang beragama akan melakukan semacam ‘ritual”’, dan orang yang beragama akan melakukan satu-kali ‘pemujaan’. ‘Ritual’ dan ‘pemujaan’ itu bermaksud sama, yaitu semacam ’ritual’ yang mirip sekali dengan ‘pemujaan’, dan ‘ritual’ ini akan membuat “kejahatan-kejahatan tidak dapat bertahan”. Selain itu harus melalui “lima kali ritual” yang demikian rupa, “maka semua iblis (baru bisa) akan termusnahkan.” “Lima kali” berarti beberapa kali, jelaslah bahwa betapa sulitnya pertarungan kebajikan melawan kejahatan.

 

 

9.2 Hermes dan Alam Semesta Baru

 

Teori Hermes dalam kebudayaan Barat pada tahap-tahap awal menduduki sebuah posisi penting. Hermes adalah sebuah dewa yang berasal dari mitologi Yunani, disebut-sebut juga sebagai utusan Tuhan. Namun dalam catatan sejarah ia adalah seorang ahli nujum, yang bernama Hermes Trismegistus. Tulisan mengenai teori Hermes dalam bahasa Latin dan Yunani tercatat dalam Hermetica.

 

Flinders Petrice ahli ilmu purbakala sekaligus arkeolog dari Mesir berpendapat bahwa Hermetica itu berasal dari tahun 500-200 SM, terjemahan dari bahasa Yunani ke dalam bahasa Mesir kuno. Namun naskah aslinya sudah tidak bisa diketahui keberadaannya lagi, menurut dugaan, ada kemungkinan sudah dilalap api peperangan.  Meskipun tidak dapat ditelusuri lagi jejak sejarahnya, mengapa orang menganggap bahwa Hermetica itu berasal dari Mesir? Sebab apa yang dikisahkan dan perumpamaan yang digunakan dalam buku tersebut terjadi di Mesir, bahkan lebih awal dari Mesir, banyak gambaran kehidupan yang diambil dari daerah aliran sungai Nil. Oleh karena itu, walau Hermetica dianggap sebagai naskah Yunani, namun teorinya berasal dari Mesir.

 

Scott Walter seorang ahli sejarah pada tahun 1924 menerjemah dan menerbitkan ke dalam bahasa Inggris, menghilangkan sebagian besar isi mengenai alkimia yang gaib, karena dianggap tidak berarti. Justru isi semua inilah yang dapat membantu kita untuk memahami secara global asal dan realisasi dari ideologi Hermes itu sendiri. Buku ini dicetak ulang pada tahun 1994 oleh badan pernerbit Shambhala. Banyak cendekiawan menganggap bahwa uraian Hermes itu jauh lebih awal dari teknokrat dan orang bijak dari Hiborai, termasuk Yesus dan Mossi. Ada juga beranggapan bahwa doktrinnya itu adalah sumber ideologi Braldo dan Pitagoras di kemudian hari. Namun walau apa yang akan terjadi bahwa uraian Hermes adalah salah satu sistem pemahaman jiwa dan ideologi dari peradaban umat manusia kali ini yang tercatat paling dini dan berhubungan dengan alam semesta.

 

Teori Hermes mempunyai konsep yang sangat dalam serta sempurna bagi pemahaman  jagat raya, jiwa yang kekal abadi, waktu, dewa serta manusia. Berikut ini hanyalah  beberapa konsep saja yang diangkat untuk dipelajari bersama:

 

“Tak ada yang bukan keinginan Tuhan, bersamaan dengan itu ia memiliki segala-galanya. Keinginan-Nya itu sangatlah indah dan mulia.”

 

“Apa yang diinginkan pun sudah dimiliki, dia pun hanya mendambakan apa yang telah dimilikinya.”

 

“Itulah Tuhan, alam semesta itu adalah gambaran-Nya, Tuhan itu baik hati, demikian juga dengan alam semesta.”

 

Dalam pada itu Hermes berpendapat bahwa Tuhan adalah pencipta segala hayati. Begitu timbul dan adanya kehidupan, maka harus sesuai dengan hukum alam semesta yang tidak berubah (Eternal Law atau disebut God Law). “Proses waktu pun ditetapkan oleh hukum Tuhan (God Law)”. “(Waktu) sesuai dengan prosedur yang sudah diatur, memperbaharui segala sesuatu yang ada di alam semesta”.  “Baik di atas langit maupun di bumi, semuanya berada dalam proses yang sama.”

 

“Kekal itu tidak dibatasi oleh waktu, justru waktulah yang berada dalam macam-macam kungkungan, terus bersirkulasi ke belakang.”

 

Hermes menganggap ideologi manusia itu bebal, namun kearifan Tuhan itu suci dan lestari. Dari kutipan di bawah ini, kita dapat melihat sikap yang diambil sang peramal setelah segala sesuatu yang dilihatnya. Dia mengetahui dengan jelas kebesaran Tuhan dan alam semesta serta kemampuan dirinya sendiri yang terbatas. Dengan demikian rasa salut dan syukur terhadap Tuhan-lah yang akan memenuhi batinnya. “Panorama kayangan yang dapat kita lihat adalah seperti pandangan menembus kabut tebal dan gelap gulita,  hanyalah kondisi yang sesuai dengan pemikiran manusia saja. Kemampuan kita dalam melihat banyak peristiwa selama ini terbatas dan sempit adanya, tapi untunglah karena kita masih dapat melihatnya.” “Alam manusia begitu rendah, dan apa yang kita hadapi adalah juga amat terbatas.”

 

Dari sini mudah diketahui bahwa Hermes bukanlah seorang filosof penyitir karya-karya klasik dan pemeras otak. Ditambah lagi banyak isi alkimia yang terkandung dalam  naskah Hermetica versi Yunaninya, menerangkan bahwa uraiannya itu bersumber dari pengalaman nyata dan pengertian nalar yang berubah. Termasuk kutipan berikut ini terhadap uraiannya mengenai ramalan masa depan, juga berasal dari pandangan jauh (vision) mereka itu sendiri, di samping juga berasal dari hubungan sebab-musabab serta doktrin yang berasal dari satu aliran yang sama.

 

Dalam ramalannya disampaikan sebuah informasi yang jelas: yakni agar manusia mengalihkan perhatiannya kepada Tuhan, suatu waktu di masa mendatang alam semesta akan hilang keseimbangannya, kehidupan manusia akan tidak stabil, akibatnya umat manusia akan mengalami berbagai petaka, seperti kehancuran dunia, peperangan, wabah, penyakit mematikan, bencana alam, kekeringan serta berbagai macam bencana lainnya.

 

“…Kepercayaan beragama tidak akan tersisa, dan hanya sekadar cerita fiksi saja. Anak-anak pun tidak akan percaya terhadap agama, yang tersisa hanyalah ketakwaan yang terukir di atas batu. Kala itu manusia akan bosan terhadap kehidupan spiritual, mereka tidak akan percaya lagi hal dan benda atau orang yang patut dihormati atau dipuja di dunia ini. Manusia akan beranggapan bahwa agama itu adalah beban mereka, maka itu mereka akan menghina agama. Mereka tidak akan antusias lagi terhadap dunia dan karya besar Tuhan yang tak tertara itu, dan akan terlupakan eksistensi Tuhan Yang Mahaesa. Semua agama yang ada akan musnah setelah adanya air bah besar, kelaparan, wabah, penyakit baru, peperangan dan berbagai macam bencana. Saat itulah, hati manusia baru akan berpaling kepada Tuhan.”

 

Gelap berada di atas terang, lebih baik mati daripada hidup, tak seorang pun akan menengadah ke langit dan berpaling kepada Tuhan. Bagi yang takwa dianggap terganggu jiwanya, yang tidak menghormati Tuhan dianggap pintar, orang gila dipandang sebagai kesatria dan si jahat dianggapnya orang baik. Adapun pembicaraan bahwa roh itu tidak bisa mati dan seharusnya kekal abadi, maka mereka akan menertawakannya, dan menganggap palsu adanya. Tidak seorang pun percaya atau menghormati serta takwa pada Tuhan. Bumi pun tidak akan stabil; tidak ada kapal berlayar di samudera; langit pun tidak akan menopang bintang; planet pun tidak akan tertata oleh orbit yang ada; buah-buahan di bumi akan membusuk; tanah pun tandus dan kering; udara akan berhenti sirkulasi. Setelah bencana usai, dunia akan menjadi tua. Tak ada agama, segala sesuatu tak berperaturan, sesuatu yang baik akan lenyap. Jadilah masa yang kacau balau, nilai-nilai moral akan berangsur pudar, pikiran manusia akan penuh dengan dosa, untuk itu gelap akan menyelimuti roh kita, oleh karena itu manusia tidak akan menyadari kesalahannya.

 

Akan tumbuh suatu masyarakat yang bobrok, manusianya akan mengalami kekacauan jiwa. Alam pikiran mereka tidak lagi dilandasi dengan kasih sayang tapi dipenuhi dengan egoisme. Manusia akan mengejar kehidupan materialis secara membabi buta, cara pengejaran semacam ini akan membuat mereka keluar dari dunia nurani.  Sebuah dinasti gelap akan muncul. Orang akan dikuasai oleh politikus jahat, egois dan korup, mereka pun hanya tertarik pada uang dan kekuasaan. Secara otomatis akan hilang keseimbangan. Malapetaka pun akan datang menghampiri, sebab manusia akan menanggung sendiri akibatnya itu.”

 

“Ketika semua ini datang menghampiri, seorang guru, ayah, Tuhan, pencipta yang mahatinggi akan datang untuk memperbaiki semua ini. Dia akan menarik kembali orang-orang dari jalan sesatnya. Banjir, kebakaran, peperangan dan wabah akan bermunculan, akhirnya memberantas habis kejahatan. Dengan demikian, seluruh bumi ini akan kembali ke bentuk asalnya, jagat raya ini akan menjadi sebuah tempat yang layak dihormati dan dipuja. Setiap saat manusia akan mencintai, memuji dan mengagung-agungkan Tuhan. Sebuah alam semesta baru telah lahir; segala sesuatu akan dibangun kembali, berubah menjadi indah dan suci. Inilah kehendak-Nya. Karena aspirasi-Nya tak berakhir sampai di situ, dan selamanya begini. Tuhan akan membangun kembali jalan spiritual yang positif pada era ini, karena kehendak-Nya sendiri.”

 

9.3 Sajak Nujum dari Eropa Utara

Voluspa, The Prophecy of the Seerss, sebuah sajak nujum yang beredar di Eropa Utara (termasuk Jerman dan semenanjung Skandinavia). Sajak ini mengisahkan terbentuk dan musnah serta terbentuk kembalinya sebuah jagat raya.

 

Catatan: Sama seperti dongeng lainnya, karena penulis dan tahunnya itu tidak dapat ditelusuri lagi, maka pendapat umum mengatakan bahwa asal mulanya adalah dari masa kekuasaan Viking sebelum beredarnya agama Nasrani di Eropa Utara atau bahkan lebih awal lagi.

 

Sajak itu pertama-tama berkisah tentang asal-usul alam semesta, mencerminkan persepsi dunia masa lalu dari bangsa Eropa Utara. Dimulai dari kacaunya bumi ini, di antaranya muncul raksasa dan dewa, setelah itu ada manusia beserta seluruh isinya. Gambaran ini sama dan serupa dengan mitos yang ada di Tiongkok kuno. Bagian klimaks dari sajak itu mengenai ramalan Ragnarok “hari kiamatnya dewa-dewi”: Semua dewa akan mengalami petaka yang telah ditakdirkan Tuhan. Mereka terlibat pertarungan hidup mati dengan kekuasaan jahat di jagat raya ini, maka seisi bumi pun musnah. Akhirnya muncul dewa Yang Maha-agung untuk mengadili semuanya itu. Dunia yang baru pun muncul, dewa-dewa termasuk yang sudah dibunuh akan hidup kembali, segala sesuatu menjadi damai dan indah. Tentu saja bagi manusia yang beruntung akan memasuki hari depannya.

 

“Pada saat itu tidak ada daratan, samudera dan ombak. Tidak berlangit maupun daratan besar, yang ada hanyalah pemandangan kosong sunyi di mana-mana, tidak ada pepohonan yang hijau dan tak ada kehidupan…. Anak Bur menopang daratan, menciptakan manusia serta daratan besar. Matahari terbit dari selatan, tumbuh-tumbuhan tersebar luas di seluruh bumi….  Matahari hilang cahayanya, daratan pun tenggelam ke dasar samudera, bintang yang terbakar menyala jatuh dari langit, api yang berkobar-kobar membakar seisi alam. Saat itulah hari kiamat para dewa (Ragnarok)… bumi pertiwi muncul dan bersemi lagi dari dasar lautan, penuh dengan warna hijau dan kehidupan. Sawah ladang yang tak usah ditabur, akan tumbuh sendiri. Luka akan sembuh sendiri. Dewa-dewi pun balik kembali, menemukan kembali keindahan yang dimiliki pada zaman yang silam….  Ada seorang dewa yang serba bisa, dialah penguasa segalanya. Dia akan turun, turun ke tanah pengadilan para dewa.”

 

Terjemahan asli dari sajak bahasa Inggris-nya, pada naskah yang dicetak berlainan, terdapat perbedaan spesifikasinya, serta sulit untuk dimengerti. Namun pada terjemahan yang mana pun, secara garis besar hampir sama. Perbedaan detail dalam terjemahan yang berbeda akan mencerminkan pengertian yang berbeda dari si penerjemah terhadap sajak aslinya itu, tapi walaupun bagaimana tidak menyimpang jauh dari arti yang dimaksud, dari sini kita pun dapat mengetahui kesulitan penulis aslinya. Sebagai suatu ramalan, hal ini dapat dimengerti dan sudah seharusnya demikian. Dan bukan berarti si pengarang aslinya bermaksud mempersulit generasi belakangan. Ada satu masalah lagi yaitu tingkat pengertian si penulis tentang fenomena yang terlihat olehnya. Karena jenis ramalan ini adalah bersifat mitologi, dan hanya bagi orang dalam kondisi-kondisi tertentu saja yang dapat berhubungan dengan ruang dimensi lain, maka roh mereka memperlihatkan pandangan di masa lampau dan masa sekarang serta peristiwa dalam pandangan ini yang  mungkin terjadi di ruang dimensi lain.  Sebelum suatu peristiwa terjadi, barang kali orang hanya dapat memahami secara simbolis saja.

 

Dalam ramalan itu dikisahkan tentang “kedatangan-Nya ke tempat pengadilan para dewa”, begitu menyinggung tentang pengadilan, banyak orang akan mengasosiasikannya  dengan kisah dalam agama Kristen. Tapi sebenarnya legenda semacam ini banyak sekali, misalnya cerita di atas menyebutkan bahwa orang Maya dan Hopi menganggap saat ini adalah masa pensucian dan masa pembersihan, jadi apa yang dibersihkan dan disucikan adalah suatu hal yang tidak baik, jiwa atau hal yang jahat –sama seperti evolusi alam semesta yang mempunyai siklus dan metabolisme, setelah membersihkan kotoran dan gangguan, maka organisme baru akan menjadi sehat, segala sesuatu akan tertata dan beraturan. Dalam proses membedakan yang baik dan buruk atau kejahatan dan kebajikan, adalah juga mencerminkan suatu proses pengadilan.

 

Tidak sulit untuk mengetahui bahwa yang dikatakan dalam ramalan yang beredar di Eropa Utara dan ramalan Persia serta ramalan Hermes itu secara garis besar semuanya mempunyai persamaan yang sepadan. Pada prinsipnya menceritakan kemerosotan umat manusia yang menyebabkan bencana, namun kali ini dewa akan sekali lagi menolong manusia, dalam sebuah adu kekuatan antara yang benar melawan yang sesat untuk memberantas kejahatan, menunjukkan arah serta menciptakan masa depan sejati dan indah bagi seluruh makhluk hidup. Banyak cerita ramalan di kalangan rakyat kedengarannya sangat mirip dengan cerita dongeng, tapi apa sebenarnya yang dikatakan oleh kemiripan yang menakjubkan ini?  Apalagi munculnya perkataan “dongeng/mitos” ini justru karena manusia punya alasan tersendiri terhadap hal-hal yang tidak dapat dimengerti. “Mitos” itu bukan berarti tidak mungkin tidak akan muncul secara nyata ke tengah-tengah dunia manusia, saat itulah  “mitos” pun akan menjadi kenyataan.

 

Ada yang berpendapat, jika ramalan dari bangsa-bangsa yang berbeda itu digabung menjadi satu, bukankah terkesan dibuat-buat? Sebenarnya tidak, kalau memang ramalan-ramalan sejarah itu diarahkan terutama pada bangsanya sendiri, maka ramalan yang ditujukan dunia hari ini justru ditujukan kepada seluruh dunia, karena berbagai macam aspek kehidupan umat manusia saat ini telah membaur menjadi satu, komunikasi dan lalu lintas yang maju telah membuat dunia ini menjadi sangat kecil. Ibaratnya, ramalan Tiongkok kuno seharusnya bercerita tentang kisah orang-orang di Tiongkok, tapi peristiwa yang terjadi atas diri orang Tiongkok di zaman sekarang ini, belum tentu terjadi di sana. Uraian bagi ramalan kuno dari bangsa yang berbeda terhadap dunia saat ini mempunyai banyak persamaan, semua ini bukanlah suatu kebetulan belaka.

 

 

 

 

 

 

Bab X

 

Peristiwa Besar sedang Terjadi dalam Ramalan Firman Tuhan di Alkitab

 

Ada beberapa peristiwa besar di dunia yang tertera dalam firman Tuhan di Alkitab. Salah satunya ramalan tentang “Naga Merah” yang menyesatkan dunia dikaitkan dengan komunis China.

 

Firman Tuhan dalam Alkitab adalah sebuah nujum yang besar, meramalkan peristiwa yang akan dan sedang terjadi di dunia. Namun selama ini, manusia mempunyai versi berbeda terhadap pendapat dalam firman Tuhan itu, tak dapat menentukan mana yang benar sehingga timbul banyak kesalahpahaman. Misalnya, selama ini orang-orang menganggap fokus yang disebut dalam firman Tuhan itu adalah Timur Tengah, tapi peristiwa besar yang benar-benar mempengaruhi manusia di masa mendatang malah tidak mendapat perhatian.

 

Artikel ini sedikit akan mengupas firman Tuhan untuk mendapatkan feedback atau opini publik, diharapkan mendapat perhatian pemerintah beserta rakyatnya di berbagai negara dunia, mempunyai persepsi positif terhadap banyak peristiwa yang sedang terjadi di China, secara sadar melihat seberapa jauh masalah yang dihadapi oleh seluruh umat manusia, menjaga diri sendiri, mendatangkan berkah bagi diri sendiri dan rakyat di negaranya sendiri pula.

 

Naga Merah Itu Komunis

 

Firman Tuhan alinea ke-3 bab ke-12, menceritakan tentang naga merah yang berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh. Menginterpretasi secara tepat ramalan dalam firman Tuhan cara memahami naga merah ini, sebab ia merupakan kunci persoalan yang diartikan dalam ramalan tersebut tentang anti-Tuhan (alinea 2, bab 13). Jika manusia kenal jelas dengan naga merah ini, maka tidak sulit untuk menemukan hewan yang bersimbolkan angka “666” itu.

 

Sesuai alinea 9, bab 12 dalam firman Tuhan, naga merah itu bernama iblis, disebut juga setan yang menyesatkan dunia. Dalam konsep populernya, umumnya orang-orang menganggapnya hanya sekadar simbol dari iblis dan setan, sesungguhnya maksud dari firman Tuhan tidak hanya mewakili setan dan iblis, tapi memaparkan secara harfiah itu adalah komunis. Saat ini orang-orang dengan kemampuan supernormalnya jelas mengetahui, “naga merah yang jahat itu adalah simbol wujud dari komunis China pada langit urutan terendah.” Lagi pula dalam ruang manusia, orang sudah mengetahui sepanjang sejarah, komunis di berbagai negara khususnya China, warna favorit mereka adalah merah tulen, termasuk sifat bawaannya yang bengis dan haus darah. Fenomena susah dibuktikan itu cuma kebetulan.

 

Selain itu, di alinea 12, bab ke-16 dalam firman Tuhan sesungguhnya menyinggung tentang Timur (oriental), memang China bukan satu-satunya negara yang cocok dengan kategori ini. Tapi pasti naga merah ini ialah komunis, tidak sulit membuktikan bahwa fokus ramalan yang dimaksud dalam firman Tuhan itu adalah di China, bukan di Timur Tengah. Lagi pula di Timur Tengah tidak ada kekuatan politik besar yang menggunakan simbol naga (warna) merah.

 

Nama Monster Itu “666”, Bisa juga sebagai “610”

 

Dalam alinea yang ke-18, bab ke-13 dalam firman Tuhan dikatakan bahwa, (iblis) anti-Tuhan itu mempunyai tanda-angka yakni “666”. Alinea 2 bab ke-13 menyatakan bahwa naga merah itu menyerahkan kemampuan, singgasana serta tampuk kekuasaan pada hewan ini. Karena monster dan bawahannya tidak ingin orang luar mengetahui latar belakang mereka, untuk itulah asal-usul kode sandi tersebut diambil, mereka pun memberi tanda pada yang tertaklukkan, entah itu anak kecil, manula, kaya atau miskin, kaum liberalis, para budak semua diberi tanda “666”.

 

Berdasarkan ramalan paragraf ini, ”kami berkesimpulan naga merah komunis tersebut menganugerahi kekuasaan kepada monster Jiang Zemin cs., monster beserta segenap anak buahnya membangun secara rahasia, organisasi teroris “610” yang jahat itu. Apa yang dilakukan “610” seperti, pendustaan, pencucian otak, siksaan kejam serta penganiayaan terhadap praktisi Falun Gong yang bersikukuh hingga mati, memaksa para pembangkang bekerja untuk “610” dan sebagainya, sesuai dengan apa yang dilukiskan fabel dalam firman Tuhan itu.

 

Tentang Monster Itu

 

Pada bab ke-13 firman Tuhan mengatakan, hewan ini sangat kalap, semua kata-kata yang keluar dari mulutnya menghujat Tuhan, pandai menciptakan keajaiban dan mendustai orang. “Era hak asasi terbaik” dan “pasar investasi internasional yang terbesar dan terbaik” yang diciptakan oleh Jiang cs., meski efeknya penuh dengan kepura-puraan dan rekayasa, tapi sementara dapat mengelabui banyak kepala negara Barat dan Timur serta kalangan bisnis, jadi bisa dikatakan “keajaiban” kiranya. Namun berbagai fitnahan yang dilontarkan Jiang beserta kliknya terhadap Falun Gong tidak hanya di China, juga di seluruh dunia untuk kurun waktu yang cukup lama.

 

Ramalan Daniel dalam “Perjanjian Lama”-nya mengungkapkan ciri khas si monster itu yakni: egois, diktator, sewenang-wenang dan mengabaikan hukum, pembual, penipu, licik, kemerosotan akhlak, gila-gilaan, bejat, pezina, bagaikan iblis. Pendek kata, tingkah lakunya sangatlah memuakkan, karena kejahatannya telah melampaui batas dan tak terampuni. Kita lihat perilaku Jiang yang egois, absolutisme, keras hati, kekuasaan di atas hukum, kejam, suka pamer, suka berfoya-foya (suka melakukan perbuatan seks yang tak senonoh, membeli pesawat air force China no. 1, serta membangun teater raksasa), gelagat kehilangan akal sehat itu tidak jauh berbeda dengan iblis. Maka perilaku Jiang sesuai dengan ramalan Daniel itu.

 

“Pertempuran Terakhir”

 

Ramalan-ramalan lain dalam Alkitab, firmanTuhan bersabda: sebelum hari pengadilan terakhir dari Tuhan, ada pertempuran antara kejahatan dan kebaikan yang disebut sebagai “The Final Battle” (pertempuran terakhir). Manusia sangat menaruh perhatian akan hal ini sejak dulu, dan menganggap “pertempuran terakhir” adalah seputar Timur Tengah yang melibatkan banyak negara, konflik militer dan pemusnahan berskala besar, anggapan seperti ini sangat keliru.

 

Alinea ke-23 bab ke-2 dalam firman Tuhan secara jelas mengemukakan, Allah mencari jiwa dan roh manusia. Paragraf satu bab ke-13 firman Tuhan dikatakan hewan berkepala tujuh dan sepuluh tanduk ini, terdapat tulisan yang menghujat Allah. Pada paragraf kelima dan enam di bab ke-13 dikatakan bahwa hewan ini menggunakan mulut untuk menghujat dan menyerang Allah, dengan bahasa sekarang, hewan ini menggunakan berbagai media massa membuat berita palsu, dusta, fitnah hujatan, menghina Allah. Dalam “Perjanjian Lama” Daniel disinggung hewan tersebut terus-menerus menyerang dengan mulutnya. Semua ini termaktub dan menjelaskan, yang dimaksud dengan “peperangan terakhir” itu bukanlah konflik militer seperti bayangan orang, melainkan sebuah pertempuran kejahatan dan kebaikan, memperjuangkan keutuhan/keselamatan jiwa manusia itu sendiri.

 

Pada paragraf ke-7 bab ke-13 firman Tuhan berkata, selain menghujat dan menghina Allah, hewan itu juga menganiaya pengikut Allah secara gila-gilaan, di antaranya dijebloskan ke dalam penjara dan sebagian disiksa hingga mati. Maka “pertempuran terakhir” bukan seperti lazimnya peperangan duniawi, namun lebih mirip dengan kondisi penindasan imperialisme Romawi Kuno terhadap para pengikut Yesus Kristus.

 

Sejak peristiwa yang terjadi pada tanggal 20 Juli 1999, kenyataan bahwa Jiang cs. menindas ratusan juta praktisi Falun Gong, telah bercerita tentang apa itu sebenarnya “pertempuran terakhir”. Yang sudah dibongkar belakangan adalah terobosan ungkapan sebagian kecil informasi yang diblokir dan bersifat lokal dari Jiang. Jiang atas dasar  egoisme dan iri dengki pribadi, kekuasaan di atas hukum, membuat opini untuk membuat sas-sus, merencanakan suap-menyuap untuk menjatuhkan Falun Gong. Ia dijadikan musuh nomor satunya; tanpa kenal lelah, ia memobilisasi sumber daya dan kekuatan yang ada di negeri itu untuk menindas mereka, menggunakan segala cara siksaan untuk menindas dalam skala besar.

 

Betapa miripnya hal ini dengan penindasan di zaman kekaisaran Romawi Kuno terhadap kaum Nasrani di masa itu, malah sekarang skalanya jauh lebih luas, lebih banyak dan lebih besar jumlahnya, cara yang dipakai oleh Jiang lebih licik, sadis dan jahat. Bagi orang yang terpelajar dan mempunyai hati nurani, bisa menelaah sendiri fakta yang ada dan mempertimbangkan arti yang sebenarnya dari perkataan “penindasan Jiang terhadap Zhen, Shan, Ren (Sejati, Baik, Sabar –ajaran pokok Falun Gong) dalam skala besar itu merupakan peperangan terakhir yang sebenarnya.

Mengenai “Cabul Besar”

Paragraf 13, 14 dan 16 bab ke-16 dalam firman Tuhan mengatakan, dari mulut naga merah, jahanam serta nabi palsu itu keluar tiga ekor katak dekil, dan terkumpul pimpinan negara dari berbagai belahan bumi.  Paragraf ke-7 dan 8 dalam bab ke-13 mengatakan; jahanam itu akan bertindak sewenang-wenang di seantero dunia.

 

Pada paragraf ke-2 di bab ke-17 bercerita “cabul besar” yang “perzinaan” dengan berbagai pemimpin dunia. Hubungan antara Jiang cs. dengan berbagai pemimpin dunia penuh dengan pengkhianatan. Sesuai dengan artikel Minghui.net tentang “inspirasi yang diilhami firman Tuhan/Alkitab”, bahwa dia (Jiang) itu mengkhianati negara sampai-sampai mengkhianati hati nuraninya sendiri, tidak memikirkan usianya sudah tua bangka dan tebal mukanya untuk bergenit-genit di depan raja Spanyol, berpelukan mesra dengan presiden Rusia, menyanjung-nyanjung presiden Amerika. Di Iceland menyanyi sendiri tanpa diminta, melambangkan simbol cabul besar dalam panggung internasional, para pengusaha yang tak bermoral, pejabat-pejabat korup di negara itu, berpatut meniru contohnya, mendadak kaya raya karena transaksi kotor. Di masa kini, tua-muda, berkumpul dan berjudi, narkoba, pornografi, prostitusi serta korup, berbaur menjadi satu, tak bermoral luar biasa, fenomena yang mewah dan makmur, sebenarnya telah  menyesatkan dunia”.

 

Lewat media massa di luar negeri, di seluruh dunia sudah menyaksikan sejak tahun 1999,  PBB beberapa kali mengadakan voting untuk mengangkat kasus penindasan terhadap Falun Gong ke permukaan, tetapi gagal karena adanya transaksi raksasa di belakang layar, akhirnya negara kecil yang tingkat pelanggaran HAM-nya cukup besar malah memperoleh suara terbanyak dan mengusir Amerika keluar dari komite HAM PBB. Orang pun  menyaksikan apa yang disebut dengan citra “bergengsi” yang sulit dilukiskan dengan kata-kata ketika pemuka politik dari berbagai negara menghadiri konferensi internasional yang diadakan di Shanghai tampil dengan gaun ”Ciong-Sam” yang disponsori oleh Jiang cs.

 

Dalam perang antara yang baik dan yang jahat ini, bagi orang yang mengkhianati moral dan martabatnya “berpesta cabul” dan “melakukan percabulan” semua itu ada akibatnya, jadi “peperangan terakhir” yang menyangkut nasib semua umat manusia ini tidak terbatas di China saja, namun bersifat internasional.

 

Firman Tuhan mengatakan “naga merah” itu pandai menyesatkan manusia (paragraf 9 bab ke-12), hewan itu pandai menipu orang (paragraf 14 bab ke-13), “pencabul besar” mahir membohongi orang dengan ilmu sihir (paragraf k-23 bab ke-18). Dalam kurun waktu tiga tahun, komplotan bandit politik Jiang cs. tidak saja menindas dan memukul secara membabi-buta terhadap pengikut “Zhen, Shan, Ren (Sejati, Baik, Sabar)” di China, lewat politik media massa sebagai alat penyebar isu dan fitnah terhadap Falun Gong kepada berbagai pemerintah negara dan rakyatnya, Jiang pun membuang lazimnya pemimpin China yang tidak suka bepergian dan mengurung diri, sebaliknya ia berkunjung ke berbagai negara di dunia untuk menjual negara dengan transaksi kotor sebagai alat barter untuk memutus dukungan ekonomi dari berbagai negara dan daerah terhadap Falun Gong, atau membatasi legalitas dan hak praktisi Falun Gong di beberapa negara beserta daerah.

 

Tiga tahun belakangan ini Jiang lewat cara keji dan kotor berusaha menyebar aksi gerakan penindasan Falun Gong ke berbagai negara. Masih banyak orang di dunia ini yang menutup mata hati dari bahaya yang sedang dihadapi, tidak menyadari kejahatan hakiki yang diperbuat Jiang serta bahayanya terhadap umat manusia, bahkan ada yang  demi sedikit keuntungan melakukan transaksi kotor dengan Jiang, dengan istilah firman Tuhan yakni “berzina dengan hewan.” Modal asing memberi pinjaman dalam sejumlah besar, sehingga kelompok Jiang tetap dapat mendanai penindasan secara sistematis terhadap “musuh nomor 1”-nya yaitu Falun Gong, dan masih berlangsung hingga kini. Jiang cs. membius orang-orang dengan bualan dan kata-kata bohongnya, hingga kini masih banyak orang yang belum mengenali akan kejahatan Jiang, tidak tahu wajah asli sang pembantai, serta bahayanya yang fatal terhadap umat manusia. Fenomena ini sangat memprihatinkan!

 

Tanda yang Terdapat di Jahanam

 

Dalam paragraf ke-14, 16 bab ke-13 diceritakan bahwa jahanam ini mengelabui khalayak, membuatkan tanda hewan pada korbannya. Paragraf 2 bab ke-16 pun mengatakan;  malaikat pertama menuangkan mangkuk angkara murkanya ke bumi, maka di tubuh orang-orang yang menyembah hewan tersebut dan sudah diberi tanda hewan tumbuh koreng ganas. Paragraf ke-9 hingga 11 di bab ke-14 bercerita; semua orang yang mempunyai tanda dan mengidolakan jahanam tersebut, akhirnya minum anggur angkara murka dari Allah dalam pengadilan terakhirnya, mendapat pembakaran selamanya di neraka oleh api abadi yang membara. Oleh karena itu, bagi yang telah diberi tanda dan pengikutnya, akan berada di tempat malapetaka dan tidak kembali lagi tenggelam dalam neraka. Bagi setiap orang di dunia ini, sepenuhnya mengenali sifat sebenarnya si jahanam dan tanda yang terdapat padanya, hindari seperti wabah, ini sangat penting artinya bagi masa depan semua orang.

 

Kita telah terlihat jelas, Jiang cs. adalah jahanam yang dimaksud dalam ramalan firman Tuhan itu. Mengidolakannya berarti sebagai pengikut penjahat politik yang dikepalai oleh Jiang, tanda hewan tentunya berasal dari kepala dari segala yang jahat –Jiang cs. Jadi apa yang disebut “dengan tanda atau tera” itu? Seperti dikatakan tadi Jiang menggunakan muslihat yang sangat keji, sadis serta cara licik untuk menindas “Zhen, Shan, Ren” itulah “peperangan terakhir” yang sebenarnya. Dalam pertempuran antara yang jahat dan yang baik, jika manusia menyetujui dusta Jiang, akan timbul pemikiran yang tidak baik terhadap “Zhen, Shan, Ren” orang tersebut berada dalam posisi yang sangat berbahaya, karena pemikiran buruk itulah “Tanda Jahanam“. Pada saat Fa (hukum) alam semesta tiba untuk meluruskan dunia manusia ini, semua orang yang berpikiran tidak baik terhadap Falun Dafa pun akan minum “anggur angkara murka” dari dewa.

 

Kota Babilon Itu Diumpamakan Beijing

 

Bab ke-16, 17 dan 18 dalam firman Tuhan dikatakan malaikat menenggelamkan “Kota Babilon yang megah” (yakni “cabul besar”) itu ke dasar laut. Ketika orang melihat akan menyadari yang diartikan sebagai asli Jiang cs. beserta komplotannya, bukanlah kota yang terletak di Irak sebagai “Babilon Kuno yang muncul kembali”, atau yang di Eropa sebagai “kerajaan Romawi Kuno” yang muncul lagi .

 

Paragraf ke-12 dan bab ke-18 dalam firman Tuhan mengatakan bahwa pengusaha dan investor internasional termakan ilmu sihir “pencabul besar”, ketika hari pengadilan terakhir tiba, para konglomerat saat itu hanya bisa memandangi asap “cabul besar” yang terbakar dari jauh dan meraung karenanya. Tidak lama lagi bagi orang yang bernasib baik akan menyaksikan tibanya Fa (hukum) alam semesta meluruskan dunia manusia. Bagi siapa saja yang telah bersekutu dan melakukan kejahatan bersama pencabul besar tersebut (Jiang) demi keuntungan bisnis sesaat mengkhianati moral dan jiwa sendiri, men-support dengan menggunakan uang untuk investasi, secara tak langsung membantu Jiang menindas Falun Gong serta Zhen, Shan, Ren, akan meneteskan air mata untuknya: “Wahai! Kota Babilon yang agung dan kokoh! Siapa yang bakal menduga engkau telah dirundung malapetaka dalam satu malam.” Para pedagang (para pengusaha asing yang mengabaikan moral, keadilan serta hati nuraninya berinvestasi dengan Jiang cs.) juga meraung: “Aduh! Babilon! Siapa lagi yang kaya raya sepertimu untuk membeli barang-barang kami yang berharga seperti; rempah-rempah, bejana yang terbuat dari giok, gading dan sebagainya?” Dalam firman Tuhan, sudah diramalkan akan hal ini, hanya saja bagi konglomerat-konglomerat yang terbuai keuntungan semata, gampang terkecoh oleh “keajaiban” ekonomi (pertumbuhan ekonomi pesat yang semu dan terakumulasi dari rekening kredit yang kacau balau hasil perbuatan Jiang cs. dan komplotannya), akhirnya rugi besar dan kehilangan modal.

 

Latar belakang “Kota Babilonia yang megah”, tempat Jiang cs. beristirahat adalah markas besar “610” di Beijing yang merupakan tempat bermuaranya kejahatan, sekaligus juga sarang berbagai kejahatan (paragraf 2 bab ke-18), akhirnya tidak luput dari pengadilan Tuhan. Jadi sangat mungkin ibukota pemerintahan China, Beijing adalah nama lain dari “Kota Babilonia yang megah” itu.

 

Yerusalem Baru Itu Dunia Manusia Baru

 

Empat tahun sudah peristiwa penindasan terhadap Falun Gong yang dilakukan oleh Jiang  cs. sejak tanggal 20 Juli 1999. Menurut paragraf 5 bab ke-13 firman Tuhan jahanam ini menyerang dan menghujat Allah dalam waktu empat puluh dua bulan, yakni tiga setengah tahun (sekarang kita tahu, oleh karena berbagai sebab, ada sedikit perubahan waktu). Jadi waktunya sangat terbatas, sebab itu manusia harus menghargai sisa waktu yang sangat berharga ini.

 

Tulisan di paragraf 2 bab ke-20 dalam firman Tuhan tentang “Yerusalem” itu hanya sekadar perumpamaan, bukan berarti Yerusalem di Timur Tengah seperti yang dikira orang. Yerusalem baru itu berarti dunia manusia setelah mengalami sebuah pembaharuan, yang sangat bersih dan murni sekali, bahagia serta indah!

(Oleh: Liu Can, Ceng Yan Siung, Zhengjian.org)

 

 

Bab XI

Catatan Akhir: Pilihan Akhir

Kehidupan tingkat tinggi dalam alam semesta (Buddha, Tao, Dewa)  menciptakan manusia, juga telah mengatur sejarah manusia dan masa akan datang, namun mereka tidak dapat mewakili manusia memilih masa akan datang, manusia harus memilih sendiri masa akan datangnya, ini adalah prinsip langit! Namun dewa dan Buddha menaruh belas kasih terhadap manusia, dengan menggunakan metode ramalan ini, mereka dari jauh hari sudah memberitahu segala sesuatu yang akan terjadi pada manusia. Inilah sebabnya mengapa di berbagai daerah yang berbeda di dunia, bangsa dan keturunan yang berbeda tersebar turun-temurun “Petunjuk Dewa” –ramalan yang hampir sama yang diwarisi oleh nenek moyang mereka. Di dalamnya ada peringatan dari dewa dan juga banyak peristiwa sejarah penting yang akan terjadi.

 

Waktu terbang bagai anak panah, yang seharusnya terjadi sudah terjadi, satu per satu mendapat pembuktian, termasuk peristiwa besar yang telah terjadi di New York, termasuk penyebaran Falun Dafa di dunia. Bila begitu masih ada apa lagi? Bila membuka ramalan Nostradamus, ramalan bangsa Maya, ramalan “Ge An”, Alkitab, ramalan Bunga Plum dan sebagainya, dalam ramalan yang terkenal tersebut tidak ada yang tidak mengekspresikan sesuatu yakni ramalan terakhir yang paling mengejutkan orang, yaitu ketika sejarah manusia melewati halaman terakhir dari yang dapat diramal, itu adalah merupakan masa hidup dan mati manusia. Bumi, umat manusia hingga alam semesta akan mengalami perubahan yang belum ada dalam sejarah! Ini juga akan merupahan pilihan yang harus dihadapi setiap orang terhadap hidup dan mati, juga adalah merupakan harapan terakhir dari umat manusia! Sampai di sini, kita sudah memahami ramalan yang berulang-ulang yang mendapat pembuktian dalam ribuan tahun ini. Rupanya adalah dewa, demi mereka yang akan melangkah memasuki lembaran sejarah umat manusia memberi petunjuk jelas –yaitu ramalan adalah sungguh benar! Jerih payah para dewa hanya agar Anda mempercayainya, hingga pada saat krusial membuat pilihan yang arif! Jarum sudah menunjuk pada masa persoalan hidup dan mati. Silakan simak beberapa sajak yang ditulis oleh pencipta Falun Gong berikut ini:

 

 

Ramalan Fa Meluruskan Dunia Manusia

 

Masa pelurusan Fa berlangsung di dunia, dewa dan Buddha menampakkan diri secara besar-besaran, salah tuduh dan takdir pertemuan dalam dunia yang kacau ini semuanya mendapat penyelesaian yang baik, yang berbuat jahat terhadap Dafa jatuh ke dalam pintu tanpa kehidupan, selebihnya hati manusia kembali lurus, mengutamakan kualitas moral melakukan kebajikan, segala benda dan makhluk diperbarui, semua makhluk hidup tiada yang tidak menghormati budi penyelamatan dari Dafa. Seluruh jagat raya bersama-sama merayakannya, bersama-sama mengucapkan selamat, bersama memujinya. Masa jaya Dafa di dunia berawal dari saat ini.

 

Li Hongzhi

9 Desember 2001

 

Ramalan

 

Musim gugur belum berlalu, musim semi telah tiba

Apa yang tidak dipercayai manusia semuanya berdatangan

Langit terbuka celahnya, tanah luas terbakar

Kejahatan bersembunyi diri, orang-orang jahat berlarian

“Gong” menerjang masuk, setan dan iblis menangis meratap

Para pengikut Dafa membubung naik ke atas langit tinggi

Menguasai langit dan bumi

Membetulkan prinsip hukum alam manusia

 

Li Hongzhi

30 Desember 2001

 

Penyisihan

 

Langit roboh bumi terjungkir, turunlah pasir dan debu

Meracuni beberapa ratus juta manusia di dunia fana

Seberapa banyak yang tahu akan penyelamatan yang belas kasih

Wilayah “Zhong Yuan” di mana-mana bertambah kuburan baru

 

Li Hongzhi

31 Januari 2002

 

Pascabencana

 

Awan mendung yang suram mengisruhkan beberapa hari

Dingin mencekam telah sirna tuntas tampaklah musim semi

Semua makhluk terbangun menyaksikan kejadian yang mengejutkan

Separuh wilayah “Zhong Yuan”* tertutupi oleh pasir dan debu

 

Li Hongzhi

22 Januari 2002

 

 

 

Bila Anda sungguh-sungguh menginginkan masa depan yang indah, juga sangat sederhana, jangan percaya kelompok jahat Jiang yang menyebarkan fitnahan terhadap Falun Gong, di hadapan tekanan politik kejahatan apa pun harus ingat: Falun Dafa Baik!

 

Para pembaca yang terhormat, hargailah takdir pertemuan yang sulit ditemui dalam jutaan tahun! Bencana dan malapetaka hanya dalam pikiran sekejap! Para kultivator Falun Dafa mengharapkan semoga Anda mempunyai masa depan yang indah.

 

 

 

—————-

* Zhong Yuan: daerah pertengahan dari daratan RRT yang memiliki peradaban awal dalam sejarah, terletak di antara dua sungai besar, yaitu Sungai Yang Zhi dan Sungai Kuning (Huang He) dalam hal ini adalah negara Tiongkok.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bab XII

 

Penutup

Keberadaan ramalan, membuat munusia tampak akan dirinya sangat kecil. Melalui ramalan para nabi dalam sejarah, kita dapat melihat, bahwa arah dan gerak-gerik manusia  ada yang mengaturnya. Berhubung, ramalan itu biasanya ditulis dalam bentuk yang sangat mendalam dan susah diukur, dan dalam modus yang luwes dan berubah-ubah, biasanya orang awam tidak mungkin dengan mudah membaca dan memahaminya sebelum sejarah mencapai tahap tersebut atau suatu peristiwa berakhir, dalam sejarah, banyak manusia berusaha keras untuk mencoba memahami kitab ramalan para nabi, akan tetapi  mereka menemukan adalah sangat sulit untuk dimengerti.

 

Sebenarnya, manusia itu selamanya tidak pernah sanggup menguasai nasib diri-sendiri, segala usaha keras untuk mencapai keberuntungan duniawi yang dilakukan oleh manusia, pun sudah merupakan kepastian dalam pengaturan. Ramalan tersirat dan secara sungguh-sungguh memperingatkan kepada manusia, di belakang penampakan alam semesta yang samar-samar itu, masih mempunyai fakta sesungguhnya yang boleh diketahui oleh manusia. Banyak orang juga mengetahui bahwa prinsip kebenaran alam semesta yang sesungguhnya, tidak mungkin tercapai oleh cara-cara teknik umat manusia, akibatnya kembali memasuki dalam ekstremis prinsip yang tidak boleh diketahui. Di dalam sejarah, para Sang Sadar berkali-kali memberitahu fakta yang sebenarnya kepada manusia, namun berkali-kali pula diangggap sebagai agama, filosofi, berkhotbah dan kemudian terus dilupakan oleh manusia begitu saja. Namun, sejarah tidak akan berhenti langkahnya oleh karena “lupa”, jikalau sejarah telah mengatur realitas fakta yang sebenarnya dari alam semesta akan tampil ke duniawi, maka hari yang ditunggu–tunggu akhirnya itu segera akan tiba.

 

Ramalan yang berasal dari daerah yang berbeda intinya tidak lain adalah menceritakan hal ihwal (peristiwa) yang akan terjadi pada bangsa mereka sendiri, jadi walaupun tepat, tapi isi di dalamnya pun tidak begitu serupa. Tapi, terhadap ramalan periode sejarah saat  sekarang ini, justru adalah kesepakatan yang menakjubkan, dengan kata lain, apa yang diramal oleh mereka memiliki keistimewaan yang sama. Sebuah buku yang bernama “Bible of Inspiration of Recorde“ dari Barat yang terkenal itu, secara jelas menceritakan akan tiba “zaman kebersamaan antara manusia dan dewa di dunia”. Banyak  ahli nujum dari  negara Tiongkok pun  pernah  melakukan evaluasi  mengenai  perbuatan  kebajikan maupun kejahatan, serta orang bijak turun ke dunia, serta pada hari Keserasian Besar menjelang semua dewa turun ke bumi, dan berdasarkan hari inilah sebagai akhir daripada ramalan itu. Semua bangsa yang berbeda-beda, serta nasib dari pribadi orang  pun berjalan berbarengan pada hari ini.

 

Kita berada dalam masa yang krusial dari sejarah ini, masa di mana masyarakat manusia akan terjadi perubahan secara besar-besaran, dengan memakai bahasa masyarakat manusia yang paling  mudah dimengerti untuk  menganalisa dan menjelaskan  tentang ramalan para peramal terhadap penyebaran Falun Dafa secara luas serta pengaruh yang sangat dalam dan jauh bagi  masyarakat manusia.

 

Terhadap tersebarnya secara luas mahahukum alam semesta, ramalan Fa (hukum) meluruskan dunia manusia adalah berkesudahannya segala ramalan. Hampir semua ramalan yang ada, berbicara sampai hari ini lantas selesai. Sehingga bagi banyak orang  yang tidak memahami makna sesungguhnya dari ramalan itu, menyangka terjadi suatu bencana, atau hari kiamat. Namun sesungguhnya, itu adalah perwujudan awal dari sebuah era baru bagi umat manusia.

 

Penyebarluasan Dafa (mahahukum) alam semesta Zhen, Shan, Ren (Sejati, Baik dan Sabar) pada  masyarakat manusia adalah hal yang pasti dalam sejarah. Hingga di kala kekuatan lama bermaksud jahat ingin memusnahkan segala makhluk hidup hingga melakukan fitnahan dan penindasan, juga adalah saat yang paling berbahaya bagi segala makhluk hidup. Entah berapa ramalan yang ditinggalkan oleh sejarah, betapa manjurnya, tujuannya tidak lain adalah demi untuk membuat manusia percaya akan ramalannya pada hari ini: menyayangi takdir pertemuan terhadap penyebaran Dafa yang tidak pernah ditemui sejak jutaan tahun yang lalu, ini adalah jaminan jiwa mendapat keselamatan; jangan sekali-kali mempercayai kekuatan jahat menyebarkan fitnahan terhadap Dafa hingga membencinya, bila tidak akan menuju ke jurang kehancuran bersama kekuatan lama; memahami fakta sebenarnya tentang penindasan terhadap Dafa gunanya adalah memahami benar dan salah; menyebarkan suara keadilan, ramah terhadap Mahahukum, Sejati, Baik, Sabar (Zhen, Shan, Ren), yaitu melakukan pembelaan yang paling khidmat dan serius bagi diri sendiri  dalam  “pengadilan  bagi  kebajikan dan kejahatan “ ini .

 

Pada zaman sejarah yang istimewa di hari ini, dalam peristiwa hari ini pun, manusia pertama kalinya mempunyai kesempatan secara sungguh-sungguh menguasai nasib dirinya sendiri. Pada saat terakhir akan munculnya fakta yang sebenarnya ke permukaan, niat baik dan kesadaran baik Anda serta pemahaman terhadap Falun Dafa akan membentuk suatu keindahan pada masa yang akan datang bagi Anda.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum Ada Tanggapan to “Ramalan Menjelang 2012”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: