Gladiator07's Blog
Just another WordPress.com weblog

Puisi Kontemporer


HARAPAN TENGAH MALAM

Malam yang melelapkan

Umat sedang diselimuti mimpi

Mataku terjaga dengan penuh Tanya

Apa yang hendak kulakukan ?

Malam yang melelapkan

Kusucikan diriku dengan air dari surga

Air yang memancarkan cahaya dari

Wajah yang basah penuh dosa

Malam yang melelapkan

Tuhan …kusembah engkau dengan cinta

Hendaklah dosa ini kau hapus

Dengan air mata penuh taubat

Taubatan Nasuha …

Tuhan …terimalah harapanku di tengah malam

Karya : DzulIkram

110891

Sang Surya

Sang Surya,

Pagi ini engkau tertutup mendung

Tak terlihat secerah sinarmu

Tapi mereka tahu dimana dirimu

Sang Surya,

Kehadiranmu sangat dinantikan

Mereka ingin kau dating membantunya

Memberi kehidupan lewat sinar yang kamu pancarkan

Sang Surya,

Dengan sinarmu dedaunan dapat berfotosintesa

Hewan dapat mengahngatkan tubuhnya

Manusia dapat mempertahankan hidupnya

Karya  : Nitha

Jembatan Ampera

Malam ini

Aku bergembira

Berada di atas Jembatan Ampera

Jembatan yang megah terkenal di Indonesia

Pemandangan malam

Sungguh indah menawan

Terlihat lampu – lampu elayan berjalan

Di sungai Musi mereka mencari ikan

Suasana itu

Menggoncang jiwaku

Mengajakku lebih

Mensyukuri karunia Ilahi

Rasanya……

Aku tak ingin pulang

Aku ingin menghabiskan hari libur di sini

Di atas Jembatan Ampera yang indah ini

Siapa Bilang Ia Pahlawan

Siapa Bilang Ia Pahlawan

Kalau belajar saja tak mau

Siapa Bilang Ia Pahlawan

Kalau membantu ibu pun enggan

Siapa Bilang Ia Pahlawan

Kalau suka berbohong

Siapa Bilang Ia Pahlawan

Kalau suka menyakiti hati teman

Siapa Bilang Ia Pahlawan

Kalau suka mengajak teman berbuat cela

Siapa Bilang Ia Pahlawan

Kalau suka mendendam

Siapa Bilang Ia Pahlawan

Kalau tak sayang pada sesame

Pahlawan tak butuh pujian

Pahlawan tak pernah menyebut dirinya pahlawan

Karya              : Dian

Sungai

Saat kupandang engkau

Terlihat keagungan Tuhan

Engkau mengalir dengan indah

Engkau mengalir dengan jernih

Sayang kini kau tak seindah dulu

Banyak kotoran dan sampah

Menggunung dan menumpuk

Semua ini ulah siapa?

Aku ingin engkau kembali

Kembali seperti yang dulu

Bersih, indah dan jernih

Mengalir dengan deras

Mengalir seperti permata

Karya              : Jefta

Duhai Penari Kecil

Malam itu

Aku begitu terkesan

Melihat penampilanmu di panggung

Dengan selendang di pinggangmu

Kau menari dengan lemah gemulai

Malam itu

Kau begitu menawan

Menawan setiap orang yang menontonmu menari

Tepuk tangan bergemuruh

Ketika kau menari

Rasanya

Aku ingin sepertimu

Duhai penari kecil

Meskipun usiamu masih dini

Tapi kau telah ikut melestarikan kebudayaan negri ini

Karya              : Nita

Belum Ada Tanggapan to “Puisi Kontemporer”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: